Daftar Negara dengan Koleksi Medali Terbanyak Sepanjang Sejarah SEA Games, Indonesia Peringkat Berapa?
Anindhya Danartikanya | 4 Desember 2025 16:39
Bola.net - SEA Games 2025 Thailand akan digelar pada 9-20 Desember 2025. Ajang olahraga bergengsi di kawasan Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali ini diselenggarakan di dua kota, yakni Bangkok dan Chonburi.
Upacara pembukaan digelar di Rajamangala Stadium, Bangkok, 9 Desember 2025. Namun, beberapa cabor sudah memulai pertandingan sejak 3 Desember 2025. Upacara penutupan digelar pada 20 Desember 2025, juga di Rajamangala Stadium.
Secara total, terdapat 54 cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games ke-33 ini. Sebanyak 50 cabor berstatus medal event, sedangkan 3 cabor berstatus demonstration event, dan 1 cabor berstatus value creation events.
Indonesia Sebentar Lagi Capai 6000 Medali SEA Games

Kontingen Indonesia mengikuti 48 cabor dengan mengirimkan 996 atlet. Skuad Merah Putih menargetkan sekitar 80 medali emas. Sebagai catatan, Indonesia mengakhiri SEA Games 2023 Kamboja di peringkat ketiga dengan total 276 medali, yakni 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu.
Indonesia tentunya akan mengandalkan beberapa cabor untuk meraup medali emas, seperti edisi SEA Games sebelumnya di Kamboja pada 2023. Cabor-cabor ini adalah pencak silat, atletik, renang, wushu, gulat, angkat besi, bulu tangkis, balap sepeda, tenis, dan masih banyak lainnya.
Dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games, Thailand masih jadi negara peserta dengan koleksi medali terbanyak, dengan 6784 medali (2453 emas, 2127 perak, 2204 perunggu). Indonesia ada di peringkat kedua dengan total 5828 medali (1982 emas, 1876 perak, 1970 perunggu).
Berikut daftar negara dengan perolehan medali terbanyak dalam sejarah SEA Games, terhitung sampai edisi ke-32 di Kamboja pada 2023.
Negara dengan Medali Terbanyak dalam Sejarah SEA Games
CATATAN:
a) Berkompetisi sebagai Malaya pada edisi perdana sampai 1961.
b) Republik Vietnam dibubarkan pada Juli 1976 ketika bergabung dengan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) untuk membentuk Republik Sosialis Vietnam, yang juga dikenal sebagai Vietnam. Pada edisi 1989, Vietnam yang telah bersatu kembali mengikuti SEA Games dengan nama dan bendera baru. Perolehan medali yang diraih oleh Vietnam Selatan hingga 1975 dan oleh Vietnam setelah 1989 digabungkan di sini.
c) Berkompetisi sebagai Burma hingga tahun 1987.
d) Berkompetisi sebagai Kampuchea dan Republik Khmer.
Baca Juga:
- Jadwal Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis SEA Games 2025, 7-14 Desember 2025
- Demi Medali Emas untuk Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Siap Diduetkan di SEA Games 2025 Thailand
- Daftar Pemain Timnas Tenis Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
- Daftar Pemain Tim Bulu Tangkis Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26









