Gebrakan One Pride MMA 2026: Pangkas Roster, Hapus 4 Kelas, dan Debut Brutal Hystrike!
Editor Bolanet | 13 Februari 2026 15:30
Bola.net - One Pride MMA melakukan revolusi besar-besaran untuk menyambut musim kompetisi 2026. Promotor MMA terbesar di Tanah Air ini memutuskan untuk merampingkan struktur kompetisi demi kualitas pertarungan yang lebih mematikan.
Langkah berani diambil dengan menonaktifkan empat kelas sekaligus dan memangkas jumlah petarung secara drastis. Fokus kini beralih total pada pembinaan atlet elite yang siap bersaing di panggung internasional.
Musim baru yang dinanti ini akan dibuka lewat gelaran One Pride 89 pada Sabtu, 11 April 2026. Bertempat di HW Superhouse Satrio, Jakarta, ajang ini menjanjikan atmosfer berbeda bagi para pencinta tarung bebas.
Tak hanya soal pengurangan atlet, One Pride juga memperkenalkan format pertarungan anyar bernama Hystrike. Sebuah arena khusus bagi para striker yang mengharamkan teknik ground fighting demi aksi tanpa jeda.
Perubahan radikal ini dipimpin langsung oleh jajaran Divisi Combat One Pride. Mereka ingin memastikan ekosistem MMA Indonesia tidak hanya ramai secara kuantitas, tapi juga matang secara kualitas.
Cuci Gudang! Roster Dipangkas Jadi 50 Fighter Inti
Divisi Combat One Pride mengambil langkah ekstrem dengan menonaktifkan empat kelas kompetisi. Kelas Welterweight, Woman Class, Atomweight, dan Strawweight resmi ditiadakan untuk musim 2026.
Sebagai gantinya, kompetisi akan dipusatkan pada empat divisi "neraka" yang paling kompetitif. Empat pilar utama tersebut adalah Flyweight, Bantamweight, Featherweight, dan Lightweight.
Seleksi alam pun berlaku bagi ratusan petarung yang bernaung di bawah bendera One Pride. Dari 450 lebih atlet yang terdata, manajemen menyaringnya hingga menyisakan 50 fighter terbaik sebagai roster inti berdasarkan rekam jejak kemenangan dan usia produktif.
"Musim 2026 ini kami rancang sebagai fase pematangan kualitas, tujuan kami jelas kualitas di atas kuantitas," tegas Suwardi, selaku Chief Combat Officer One Pride MMA.
Legenda MMA Indonesia itu menekankan bahwa setiap petarung harus membuktikan kelayakannya. Tidak ada lagi tempat bagi atlet yang hanya sekadar meramaikan suasana tanpa kualitas mumpuni.
"Fokus kami bukan hanya menghadirkan pertarungan menarik, tetapi memastikan setiap fighter yang tampil benar-benar layak berada di level kejuaraan One Pride MMA. Selanjutnya dari sini ekosistem MMA Indonesia bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan," imbuhnya.
Hystrike: Arena Neraka Tanpa Ground Fighting
Gebrakan paling menarik tahun ini adalah lahirnya format Hystrike. Ini adalah panggung bagi para petarung tipe striker untuk beradu teknik Boxing, Kickboxing, Muay Thai, hingga Karate dalam tempo tinggi.
Aturannya dibuat sangat spesifik untuk memacu adrenalin penonton. Ground fight atau kuncian submission dilarang keras, memaksa petarung untuk terus berdiri dan bertukar serangan presisi.
"Kehadiran Hystrike adalah sebagai alternatif dalam ekosistem One Pride MMA. Di Hystrike, kami menghilangkan 'zona nyaman' ground fighting untuk memberi ruang bagi para striker menunjukkan seni beladiri berdiri yang paling murni," jelas Suwardi.
Hystrike dirancang untuk menjawab kerinduan fans akan laga baku hantam yang intens. Pemenang ditentukan oleh siapa yang paling tangguh berdiri di atas kakinya hingga detik terakhir.
"Ini adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya. Hystrike adalah jawaban bagi penonton yang haus akan aksi tanpa jeda," lanjut Suwardi.
Jalan Terjal Menuju Panggung UFC
Di luar arena domestik, ambisi untuk mengirimkan putra bangsa ke level dunia terus digenjot. Program Road to UFC dan Beasiswa UFC Performance Institute (UFC PI) menjadi kendaraan utamanya.
Dua nama potensial, Deny Dafa dan Deniy Arif, dijadwalkan terbang untuk menjalani beasiswa UFC PI pada April 2026. Ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu langsung dari pusat pelatihan MMA terbaik dunia.
Sementara itu, slot untuk Road to UFC 2026 diproyeksikan untuk dua petarung tangguh. Aditya Ginting di kelas Flyweight dan Ronald Mastrana Siahaan di kelas Featherweight menjadi kandidat utama yang menanti pengumuman resmi akhir Februari ini.
"Target kami jelas, setiap tahun harus ada petarung Indonesia yang siap naik ke level internasional. One Pride MMA ingin memastikan ini adalah hal berkelanjutan," pungkas Suwardi dengan optimis.
Duel Panas Windri Patilima vs Ronald Mastrana
Sebagai pembuka musim, One Pride 89 akan menyajikan laga Title Fight yang sangat dinanti di kelas Lightweight. Sang juara bertahan Windri Patilima (11-2-0) akan mendapatkan ujian berat dari penantangnya, Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0).
Ajang ini juga akan menjadi debut perdana format Hystrike yang mempertemukan Pinter Berantem melawan Preman Pensiun. Selain itu, diperkenalkan pula "One Pride PHYSICAL", sebuah simulasi fisik brutal tanpa pukulan untuk menguji kesiapan atlet menghadapi rivalitas di fight card.
Seluruh rangkaian laga panas ini dapat disaksikan secara eksklusif. Penggemar MMA Tanah Air bisa mengaksesnya melalui sistem pay-per-view di platform Vidio selaku mitra penyiaran resmi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Lecce vs Juventus 26 Oktober 2026
Liga Italia 25 Oktober 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Manchester United vs Bournemouth 25 Oktober 2026
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 19:05
-
Tempat Menonton Liverpool vs Brighton 25 Oktober 2026
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Inter vs Fiorentina 25 Oktober 2026
Liga Italia 25 Oktober 2026, 17:50
-
Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung di BRI Super League
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



