Jabar Siap Prakarsai Berdirinya Petanque se-Indonesia
Editor Bolanet | 8 Januari 2013 07:15
- Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Barat (Jabar), Budi Mustofa Muhammad, mengaku siap memprakarsai berdirinya cabang olahraga asal Perancis tersebut. Dirinya berharap, Cabor petanque dapat menggeliat di semua lapisan masyarakat Indonesia.
Meski belum mendapatkan Surat Keputusan (SK), namun saya sudah dihubungi dan diminta oleh pengurus pusat FOPI untuk mendirikan Pengda FOPI se-Indonesia. Langkah tersebut, juga menjadi bagian program kerja yang akan saya lakukan, ujarnya.
Pada tahun ini, Pengda FOPI se-Indonesia diharapkan sudah terbentuk dan menyelesaikan kegiatan administrasi serta kelengkapannya. Saya akan bergerilya untuk mendirikan FOPI di setiap Pengda se-Indonesia, sambung Budi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi tersebut.
Budi Mustofa berharap, Cabor petanque bisa menggelar kualifikasi diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Petanque merupakan sebuah permainan melempar bola yang terbuat dari timah, dan harus dilemparkan sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonnet. Sementara kaki si pelempar, harus tetap berada dalam lingkaran kecil.
Permainan tersebut, biasanya dimainkan di tanah keras, rerumputan, pasir atau permukaan tanah lainnya. Bentuk asli permainan tersebut, muncul tahun 1907 di La Ciota, Provence, di Selatan Perancis. Namanya berasal dari Les Ped Tanco dalam dialek Provencal di bahasa Occitan yang berarti kaki rapat.
Bentuk kasual petanque dimainkan sekitar 17 juta orang di Perancis, kebanyakan selama liburan musim panas. Terdapat 375.000 pemain dengan lisensi dari Federation Francaise De Petanque Et Jeu Provencal (FFP JP) dan 3000 di Inggris.
Pada ajang SEA Games XXVI/2011, Cabor petanque memperebutkan 6 medali emas di lapangan petanque, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan. Kala itu, posisi pertama diraih Thailand dengan tiga medali emas, Kamboja (dua emas) dan Vietnam (satu emas). Sedangkan Laos dan Malaysia, masing-masing memperoleh satu perak dan perunggu. Kemudian, Indonesia yang tampil di tiga nomor, perseorangan, ganda dan menembak, berada di bawah Filipina, Singapura dan Brunei Darussalam.
Di SEA Games XXVI/2011, Cabor Petanque masuk dalam kategori olahraga konsentrasi yang memiliki persyaratan tertentu, yakni di atas lapangan berdimensi empat meter kali 15 meter.
Cabor petanque pertama kali dipertandingkan dalam SEA Games 2001 di Kuala Lumpur. Kini, baru Pengda Sumatera Selatan yang memiliki kepengurusan secara resmi.
Namun, Budi juga menyadari jika menghadapi kesulitan akibat bola hanya dijual di Singapura. Bola yang dibuat dari bahan timah tersebut, sedikit lebih besar dari bola kasti dan beratnya sekitar 600-800 gram, harganya mencapai Rp5 juta per buah.
Setelah ada Pengda, maka diharapkan mampu menggelar pertandingan secara berkesinambungan. Ke depannya, Cabor petanque diupayakan disosialisasikan ke tengah-tengah lembaga pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga SMA serta masyarakat, tukasnya. (esa/bgn)
Meski belum mendapatkan Surat Keputusan (SK), namun saya sudah dihubungi dan diminta oleh pengurus pusat FOPI untuk mendirikan Pengda FOPI se-Indonesia. Langkah tersebut, juga menjadi bagian program kerja yang akan saya lakukan, ujarnya.
Pada tahun ini, Pengda FOPI se-Indonesia diharapkan sudah terbentuk dan menyelesaikan kegiatan administrasi serta kelengkapannya. Saya akan bergerilya untuk mendirikan FOPI di setiap Pengda se-Indonesia, sambung Budi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi tersebut.
Budi Mustofa berharap, Cabor petanque bisa menggelar kualifikasi diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Petanque merupakan sebuah permainan melempar bola yang terbuat dari timah, dan harus dilemparkan sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonnet. Sementara kaki si pelempar, harus tetap berada dalam lingkaran kecil.
Permainan tersebut, biasanya dimainkan di tanah keras, rerumputan, pasir atau permukaan tanah lainnya. Bentuk asli permainan tersebut, muncul tahun 1907 di La Ciota, Provence, di Selatan Perancis. Namanya berasal dari Les Ped Tanco dalam dialek Provencal di bahasa Occitan yang berarti kaki rapat.
Bentuk kasual petanque dimainkan sekitar 17 juta orang di Perancis, kebanyakan selama liburan musim panas. Terdapat 375.000 pemain dengan lisensi dari Federation Francaise De Petanque Et Jeu Provencal (FFP JP) dan 3000 di Inggris.
Pada ajang SEA Games XXVI/2011, Cabor petanque memperebutkan 6 medali emas di lapangan petanque, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan. Kala itu, posisi pertama diraih Thailand dengan tiga medali emas, Kamboja (dua emas) dan Vietnam (satu emas). Sedangkan Laos dan Malaysia, masing-masing memperoleh satu perak dan perunggu. Kemudian, Indonesia yang tampil di tiga nomor, perseorangan, ganda dan menembak, berada di bawah Filipina, Singapura dan Brunei Darussalam.
Di SEA Games XXVI/2011, Cabor Petanque masuk dalam kategori olahraga konsentrasi yang memiliki persyaratan tertentu, yakni di atas lapangan berdimensi empat meter kali 15 meter.
Cabor petanque pertama kali dipertandingkan dalam SEA Games 2001 di Kuala Lumpur. Kini, baru Pengda Sumatera Selatan yang memiliki kepengurusan secara resmi.
Namun, Budi juga menyadari jika menghadapi kesulitan akibat bola hanya dijual di Singapura. Bola yang dibuat dari bahan timah tersebut, sedikit lebih besar dari bola kasti dan beratnya sekitar 600-800 gram, harganya mencapai Rp5 juta per buah.
Setelah ada Pengda, maka diharapkan mampu menggelar pertandingan secara berkesinambungan. Ke depannya, Cabor petanque diupayakan disosialisasikan ke tengah-tengah lembaga pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga SMA serta masyarakat, tukasnya. (esa/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Dimulai, SMAN 3 Jakarta Jadi Sekolah Pertama
Lain Lain 10 September 2026, 17:25
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 17:18
-
Melihat Barcelona Sebagai Tim Terbaik di Dunia
Liga Champions 10 September 2026, 17:13
-
Barcelona Menggila: 22 Gol dalam 5 Laga, Rekor 76 Tahun Akhirnya Pecah
Liga Champions 10 September 2026, 17:03
-
Sabian Fathul Ilmi Raih Poin Penting di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship Motegi
Otomotif 10 September 2026, 16:49
-
Man Utd vs Sabah FK: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 13:54
-
Como vs Leipzig: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 13:10
-
Liputan6 Connect Hadir di Prasetiya Mulya, Bahas Pentingnya Membangun Identitas Digital
Lain Lain 10 September 2026, 12:51
-
Slavia Praha vs Lens: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 12:43
-
Bayern vs Bodo/Glimt: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 12:18
-
PSV vs Shakhtar: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 11:50
-
Fenerbahce vs Roma: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 10 September 2026, 11:13
-
Mantap! Christian Vieri Bakal Ramaikan Vidio Sports Festival 2026
Lain Lain 10 September 2026, 10:39
-
Vidio Sports Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Trofi Ikonik hingga Laga Bareng Legenda
Lain Lain 10 September 2026, 10:32
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

