Kisah Suryo Agung, Manusia Tercepat Asia Tenggara: Gagal di Lapangan Hijau, Moncer di Lintasan
Gia Yuda Pradana | 24 Agustus 2023 14:09
Bola.net - Pepatah Inggris 'every cloud has a silver lining' sangat cocok menggambarkan perjalanan karier Suryo Agung Wibowo. Sebelum dikenal sebagai sprinter nomor wahid, bahkan ditahbiskan sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara, pria kelahiran 8 Oktober 1983 tersebut pernah mengalami kegagalan menyakitkan di sepak bola.
Selayaknya mayoritas anak-anak, Suryo jatuh cinta dengan sepak bola. Pria kelahiran Solo tersebut bahkan sempat bercita-cita sebagai pesepak bola profesional.
"Sebenarnya, tidak ada cita-cita jadi pelari. Cita-citanya, seperti kebanyakan anak-anak di Indonesia, pemain bola," kata Suryo, seperti dilansir dari laman Kemenpora.
"Kelas dua SMP, saya sudah bermain tarkam, sudah dipilih orang untuk memperkuat kampungnya atau desanya di setiap turnamen tarkaman," sambungnya.
Suryo sendiri juga sempat mencoba meretas jalan menuju kancah sepak bola profesional. Kala usianya menginjak 17 tahun, ia mengikuti seleksi pemain Persis Solo. Selain itu, ia juga mengikuti seleksi pemain Jateng untuk berlaga di Piala Mendagri.
Namun, malang tak dapat ditolak dan untung tak bisa diraih. Suryo gagal dalam dua seleksi tersebut.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Beralih ke Atletik
Sebenarnya, sepak bola bukanlah satu-satunya olahraga yang digeluti Suryo. Pada kelas dua SMA, ia juga sudah mulai menggeluti atletik, tepatnya lompat tinggi.
Dasar memang berbakat, Suryo tak kesulitan berprestasi di atletik. Karena pencapaiannya dinilai paling tinggi di sekolah, ia bahkan dipilih untuk mengikuti lomba atletik antarpelajar. Lagi-lagi, ia sukses menjadi yang terbaik.
Jalan Suryo di cabor atletik kian lempang setelah ia dan para juara lain lantas dikumpulkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo dalam suatu klub atletik pelajar di daerah tersebut.
"Latihannya setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Latihannya itu bentrok sama latihan sepak bola saya," ungkapnya.
Harus Memilih
Menekuni atletik dan sepak bola membuat Suryo tak bisa fokus waktu itu. Ketika ada seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah tahun 2000, Suryo bahkan berkeinginan mengikuti seleksi untuk dua olahraga tersebut, padahal hal tersebut tidak diperkenankan.
"Dispora Solo tahu, lalu saya disuruh memilih karena nggak bisa ikut dua-duanya. Saya harus memilih salah satu, sepak bola atau atletik," ujar Suryo.
Suryo kemudian ingat dengan dua kegagalannya di sepak bola. Walhasil, ia membulatkan tekad untuk memilih atletik.
"Setelah dua kali gagal di seleksi sepak bola tadi, saya tidak mau gagal ketiga kalinya. Akhirnya, saya memutuskan ikut atletik," ia menegaskan.
Mulai jadi Sprinter
Setelah memilih jalannya, Suryo kian fokus di atletik. Ia mulai terjun di cabang lari 100 meter. Suryo dinilai memiliki kecepatan dalam nomor jarak pendek tersebut. Ia pun lolos dan berangkat ke Stadion Jatidiri Semarang membawa nama Kota Solo. Dalam ajang tersebut, Ia berhasil meraih medali emas untuk dua nomor yang diikutinya, lompat tinggi dan lari 100 meter.
"Padahal saya masih belum latihan intens. Persiapan Popda itu latihan seminggu tiga kali. Kalau hujan, nggak latihan. Namun, alhamdulillah, bisa menang," cerita Suryo.
Setelah ajang tersebut, Suryo ditawari ikut dalam Kejuaraan Nasional Junior di Stadion Madya Senayan. Pada ajang ini, ia menyelesaikan lomba hingga masuk ke babak final dan finis peringkat lima Kejurnas Junior. Raihannya pada ajang tersebut membawanya masuk ke PPLP Jawa Tengah. Tak lama berselang, ia sukses menggondol medali emas lari 100 meter Popnas Palembang 2021. Capaian demi capaian ini membuatnya lolos Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) untuk masuk Universitas Negeri Semarang. Setelah itu, sisanya adalah sejarah. Suryo menjadi sosok andalan Indonesia dalam cabang olahraga atletik.
Kembali ke Lapangan Hijau
Setelah mulai meninggalkan lintasan lari, Suryo mendapat kesempatan kembali ke lapangan hijau. Ia sempat memperkuat Persikab Kabupaten Bandung pada 2014 lalu. Waktu itu, tim tersebut bermain di Divisi Utama Liga Indonesia.
Kisah bergabungnya ia dengan klub tersebut cukup unik. Menurutnya, ia bergabung dengan klub tersebut sebagai pelatih fisik. Dalam masa pramusim, Suryo ikut dalam laga uji coba. Bermain sebagai sayap kanan, penampilannya memikat sang pelatih. Sang pelatih bahkan langsung menawarinya untuk didaftarkan juga sebagai pemain.
"Ditawari di situ, coach Suryo mau nggak jadi pemain sekalian. Jadi, waktu sesi fisik, saya yang memimpin. Ketika main, ya sesuai kebutuhan, lihat situasi. Saya jawab, oke siap," sebut Suryo.
Dia mengaku, ketika itu, tidak berpikir panjang menerima tawaran tersebut. Perihal kontrak atau gaji bukan masalah baginya. Apa yang dilakukan Suryo kala itu lebih pada mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi pemain bola profesional.
"Waktu itu masih Divisi Utama, satu musim saja," ia menambahkan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Pesan PSSI-nya Thailand untuk Pemain Jelang Semifinal Piala AFF U-23: Fokus Bermain, Kendalikan Emos
Reuni Alumni 'Tawuran' Final SEA Games di Semifinal Piala AFF U-23
Jaga-Jaga Main Imbang dengan Thailand, Timnas Indonesia U-23 Latihan Tendangan Penalti
Bagas Kaffa dari SEA Games ke Piala AFF U-23: Dulu Bibir Robek Disikut Bek Thailand, Kini jadi Kapte
9 Pemain Juara SEA Games 2023 yang Masih Tersisa pada Laga Indonesia vs Thailand di Piala AFF U-23 2
Misi Pelatih Persis Solo untuk Ramadhan Sananta dan Arkhan Kaka: Jadikan Mereka Striker Terbaik di I
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Penjelasan Diskualifikasi pada Aktivitas Lompat Jauh
Olahraga Lain-Lain 22 Februari 2024, 19:59
-
8 Momen Olahraga yang Terjadi di Agustus 2009 Lalu, Apa Saja?
Olahraga Lain-Lain 2 Agustus 2023, 05:40
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



