KONI Ingin Ambil Alih Tugas KOI
Editor Bolanet | 8 Februari 2013 04:21
- Komite Olahraga Nasional Indonesia () berencana mengambil alih tugas Komite Olimpiade Indonesia (). Misalnya saja, pengiriman atlet untuk mengikuti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Hal tersebut akan dimatangkan KONI dalam agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bersama anggotanya di Bandung, Jawa Barat, pada 19 Februari mendatang.
Tak ayal, rencana tersebut dipastikan membuat hubungan antara KONI Pusat dengan KOI menjadi tidak rukun. Apalagi, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menyatakan jika tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) antara KONI dan KOI belum jelas. Karena itu, Tono ingin menggabungkan kembali antara KONI dan KOI seperti periode sebelumnya.
Kami sudah mendapat dukungan dari anggota, seperti Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga dan KONI Provinsi. Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengubah AD/ART saat Munaslub mendatang, katanya.
Kami hanya prihatin, sebab yang membina atlet adalah Satlak Prima, namun yang berangkat KOI. KOI tidak bisa berangkat sendiri, sambung Tono.
Menurutnya lagi, pihaknya akan mencari upaya penyelesaian masalah bersama para anggotanya. Sebab, KONI tidak ingin persoalan tersebut justru menjadi bumerang yang dampaknya membuat prestasi olahraga di Indonesia merosot.
KOI kerap menyalahi aturan yang ada. Misalnya, menentukan atlet yang akan diterjunkan dalam pertandingan. Padahal, yang menjalankan pembinaan adalah KONI dan PB. Selain itu, jika kalah dalam sebuah ajang internasional, KOI lepas tangan dan melempar tanggung jawab ke KONI. Ini tidak boleh terjadi lagi, pungkasnya. (esa/gia)
Hal tersebut akan dimatangkan KONI dalam agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bersama anggotanya di Bandung, Jawa Barat, pada 19 Februari mendatang.
Tak ayal, rencana tersebut dipastikan membuat hubungan antara KONI Pusat dengan KOI menjadi tidak rukun. Apalagi, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menyatakan jika tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) antara KONI dan KOI belum jelas. Karena itu, Tono ingin menggabungkan kembali antara KONI dan KOI seperti periode sebelumnya.
Kami sudah mendapat dukungan dari anggota, seperti Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga dan KONI Provinsi. Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengubah AD/ART saat Munaslub mendatang, katanya.
Kami hanya prihatin, sebab yang membina atlet adalah Satlak Prima, namun yang berangkat KOI. KOI tidak bisa berangkat sendiri, sambung Tono.
Menurutnya lagi, pihaknya akan mencari upaya penyelesaian masalah bersama para anggotanya. Sebab, KONI tidak ingin persoalan tersebut justru menjadi bumerang yang dampaknya membuat prestasi olahraga di Indonesia merosot.
KOI kerap menyalahi aturan yang ada. Misalnya, menentukan atlet yang akan diterjunkan dalam pertandingan. Padahal, yang menjalankan pembinaan adalah KONI dan PB. Selain itu, jika kalah dalam sebuah ajang internasional, KOI lepas tangan dan melempar tanggung jawab ke KONI. Ini tidak boleh terjadi lagi, pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sip! Indonesia Tambah Dua Wakilnya di Olimpiade Paris 2024
Olahraga Lain-Lain 1 Juli 2024, 16:45
-
Tim Panahan Recurve Putri Indonesia Lolos ke Olimpiade Paris 2024
Olahraga Lain-Lain 26 Juni 2024, 10:18
-
Mengenal Padel, Cabor Baru yang sudah Resmi Masuk KONI
Olahraga Lain-Lain 7 September 2023, 12:44
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












