KONI Siapkan 50 Arbiter di PON Riau
Editor Bolanet | 1 Juni 2012 09:30
- Sebanyak 50 arbiter disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat guna memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau/2012, berlangsung lancar.
Para arbiter tersebut, diambil dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) dan nantinya akan ditugaskan di 10 lokasi. Dengan begitu, diharapkan dapat menyelesaikan sengketa ketika PON berlangsung.
Ketua Baori Satya Arinanto mengatakan, jika terdapat kasus di event empat tahunan tersebut, maka harus diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, persoalan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perolehan medali serta penentuan juara umum.
Sebenarnya, tujuan utamanya untuk mengantisipasi kasus-kasus di olahraga dalam hal ini PON. Namun, kalau misalnya tetep terjadi, maka harus diselesaikan dengan segera. Ini menyangkut perolehan medali sang atlet dan daerah yang akan menjadi juara umum, kata Satya Arinanto.
Baori sendiri merupakan satu-satunya pengadilan olahraga di bawah supervisi KONI Pusat. Dalam struktur organisasi, Baori sudah memiliki 9 arbiter. Namun, jumlah tersebut dianggap masih kurang karena event olahraga yang ada di Tanah Air sangat banyak. Sehingga, kekhawatiran adanya persengketaan semakin besar.
Karena itu, kami membutuhkan adanya penambahan jumlah arbiter, bahkan hingga 50. Mereka akan langsung diterjunkan dalam PON, imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tersebut, sebanyak 50 arbiter yang direkrut berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka merupakan para pakar hukum yang diambil dari Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) dari semua cabang olahraga tertentu serta anggota Baori periode sebelumnya.
Mereka sudah mendapat pelatihan dan penataran. Kami juga mengimbau kepada mereka untuk bekerja sesuai tugasnya, tidak aneh-aneh karena Baori adalah lembaga independen yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun, ungkapnya.
Mengenai tugas yang akan diemban, pihaknya menyatakan bahwa 50 arbiter tidak langsung mengeluarkan putusan dalam menyelesaikan masalah. Namun, terlebih dulu bakal melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa.
Tidak langsung diputus, tapi melalui mediasi dulu. Sesuai undang-undang, aturannya juga seperti itu, katanya.
Sedangkan anggaran yang dipakai untuk merekrut 50 arbiter tersebut diambilkan dari dana PB PON. Namun sayangnya, Satya tak mau menyebut nominalnya.
Sementara itu, pembangunan venue PON di Riau tak berjalan mulus. Pasalnya, dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp100 miliar, hingga kini masih belum cair.
Menurut Deputi Menpora Djoko Pekik, pihaknya masih mencari mekanisme bagaimana cara mencairkan dana tersebut.
Kami sedang konsultasi dengan Direktorat Perbendaharaan. Kami sudah membicarakannya, tapi belum tuntas karena soal pencairan sangat krusial supaya tidak ada kesalahan di kemudian hari, kata Djoko.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah mengutarakan, pihaknya tidak bisa menarget kapan anggaran itu bisa dicairkan. Namun, dia berharap supaya dalam waktu dekat ini semua persoalan menyangkut anggaran bisa terselesaikan.
Tentunya, semua pihak menginginkan secepat mungkin bisa selesai. Kami juga belum tahu apakah itu nanti dicairkan lewat APBN atau APBP. Pastinya, kini masih dibahas, tandasnya. (esa/end)
Para arbiter tersebut, diambil dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) dan nantinya akan ditugaskan di 10 lokasi. Dengan begitu, diharapkan dapat menyelesaikan sengketa ketika PON berlangsung.
Ketua Baori Satya Arinanto mengatakan, jika terdapat kasus di event empat tahunan tersebut, maka harus diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, persoalan tidak berkepanjangan dan memengaruhi perolehan medali serta penentuan juara umum.
Sebenarnya, tujuan utamanya untuk mengantisipasi kasus-kasus di olahraga dalam hal ini PON. Namun, kalau misalnya tetep terjadi, maka harus diselesaikan dengan segera. Ini menyangkut perolehan medali sang atlet dan daerah yang akan menjadi juara umum, kata Satya Arinanto.
Baori sendiri merupakan satu-satunya pengadilan olahraga di bawah supervisi KONI Pusat. Dalam struktur organisasi, Baori sudah memiliki 9 arbiter. Namun, jumlah tersebut dianggap masih kurang karena event olahraga yang ada di Tanah Air sangat banyak. Sehingga, kekhawatiran adanya persengketaan semakin besar.
Karena itu, kami membutuhkan adanya penambahan jumlah arbiter, bahkan hingga 50. Mereka akan langsung diterjunkan dalam PON, imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tersebut, sebanyak 50 arbiter yang direkrut berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka merupakan para pakar hukum yang diambil dari Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) dari semua cabang olahraga tertentu serta anggota Baori periode sebelumnya.
Mereka sudah mendapat pelatihan dan penataran. Kami juga mengimbau kepada mereka untuk bekerja sesuai tugasnya, tidak aneh-aneh karena Baori adalah lembaga independen yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun, ungkapnya.
Mengenai tugas yang akan diemban, pihaknya menyatakan bahwa 50 arbiter tidak langsung mengeluarkan putusan dalam menyelesaikan masalah. Namun, terlebih dulu bakal melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang bersengketa.
Tidak langsung diputus, tapi melalui mediasi dulu. Sesuai undang-undang, aturannya juga seperti itu, katanya.
Sedangkan anggaran yang dipakai untuk merekrut 50 arbiter tersebut diambilkan dari dana PB PON. Namun sayangnya, Satya tak mau menyebut nominalnya.
Sementara itu, pembangunan venue PON di Riau tak berjalan mulus. Pasalnya, dana bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp100 miliar, hingga kini masih belum cair.
Menurut Deputi Menpora Djoko Pekik, pihaknya masih mencari mekanisme bagaimana cara mencairkan dana tersebut.
Kami sedang konsultasi dengan Direktorat Perbendaharaan. Kami sudah membicarakannya, tapi belum tuntas karena soal pencairan sangat krusial supaya tidak ada kesalahan di kemudian hari, kata Djoko.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah mengutarakan, pihaknya tidak bisa menarget kapan anggaran itu bisa dicairkan. Namun, dia berharap supaya dalam waktu dekat ini semua persoalan menyangkut anggaran bisa terselesaikan.
Tentunya, semua pihak menginginkan secepat mungkin bisa selesai. Kami juga belum tahu apakah itu nanti dicairkan lewat APBN atau APBP. Pastinya, kini masih dibahas, tandasnya. (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisruh Lagi, Technical Meeting Sepakbola PON 2012 Ditunda
Bola Indonesia 13 September 2012, 10:45
-
Jabar Didiskualifikasi, Jatim dan Sumut Lolos
Bola Indonesia 11 September 2012, 10:48
-
Juara Bertahan Jatim Kembali Gagal Raih Poin Penuh
Bola Indonesia 10 September 2012, 23:45
-
PSSI Menilai KONI Sudah Mengacaukan Sepakbola
Bola Indonesia 10 September 2012, 20:20
-
Sumut-Kalsel Berbagi Angka di Futsal PON 2012
Bola Indonesia 10 September 2012, 11:57
LATEST UPDATE
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Gagal Pertahankan Keunggulan, Garudayaksa Curi Satu Poin
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:33
-
Hasil PSM Makassar vs Persita: Saling Kejar Gol, Laga Berakhir 2-2
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:26
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSS Sleman 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:12
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Isenmulang di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:02
-
Link Live Streaming Persija vs Java United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persib 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 16:18
-
Prediksi Susunan Pemain Brighton vs Arsenal: Saka dan Odegaard Kembali Starter
Liga Inggris 19 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
