Penuh Konflik, Kongres KOI Berjalan Panas
Editor Bolanet | 29 September 2015 09:09
- Kongres Pemilihan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) baru terlaksana pada pertengahan Oktober mendatang. Meski demikian, suasana panas mulai terasa.
Pemicunya, para anggota menilai Ketua KOI, Rita Subowo, sudah tidak sejalan dengan pemikiran dan harapan saat menggelar Rapat Anggota Istimewa dan Kongres Istimewa sebagai persiapan menuju Kongres.
Dalam kesempatan tersebut, KOI rencananya membahas empat agenda seperti pemisahan Komite Eksekutif dengan pengurus, pembentukan Komite Etik, revisi masa kepengurusan, revisi pasal untuk kemudahan menjadi anggota. Setelah dilakukan sosialisasi selama empat kali, rapat anggota istimewa akhirnya hanya membahas kemudahan menjadi anggota bagi sembilan cabang olahraga (cabor). Masing-masing yaitu, penthatlon, triathlon, jet ski, kriket, rugby, woodball, kabbadi, petanque, dan hand ball.
Dampaknya, mendapatkan penolakan dari 27 induk olahraga yang menjadi anggota biasa dan 12 anggota luar biasa KOI.
Beberapa anggota sepakat lanjutkan rapat, tapi kami tidak ingin dianggap melakukan kudeta. Sampai sekarang kami masih hormati dan akui Rita Subowo sebagai Ketua KOI 2011-2015. Nantinya akan kami usung lagi atau ada yang baru untuk dipilih, semua tergantung kongres, ungkap Dasril Anwar, perwakilan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabbadi Indonesia (PB FORKI) yang menolak KOI usai rapat.
Ditambahkannya, beberapa anggota KOI bersepakat mekanisme Kongres sesuai putusan rapat anggota tahunan di Bogor, 19 Februari lalu, yang menetapkan Komite Penyaringan dan Penjaringan bakal calon Kongres. Sayangnya, mereka kecewa karena hingga kini belum juga dimiliki dan disosialisasikan KOI.
Tidak ada kepastian hingga kini, maka kami segera membentuk tim penjaringan yang di Ketua Timbul Thomas Lubis, kemudian Erlizal Chaniago sebagai Sekretaris, dan tiga anggota macam Anjas Rifai (ketua PSTI, Yohanna, serta Indra Wargadalam (Perbakin). Forum juga menetapkan 17 Oktober sebagai hari berkongres KOI untuk memilih ketua periode 2015-2019. Kami juga membentuk 10 orang sebagai tim negosiasi yang bertugas mengkomunikasikan hasil rapat forum di gedung serba guna, Senayan dengan Ketua KOI Rita, tambahnya.
Sedangkan Ketua KOI, Rita Subowo, menjelaskan bahwa rapat istimewa awalnya dijadikan panggung untuk melegalkan sembilan cabor dipertandingkan hingga internasional. Hanya saja, memang belum bisa dijadikan sebagai anggota KOI. Dimana, hal tersebut sesuai amanah rapat anggota tahunan 2013/2014 dan Olympic Charter, sehingga AD/ART harus diubah.
Rapat istimewa karena ini kali kedua dalam setahun. Tapi karena tidak disetujui rapat istimewa kami tutup saja sampai kongres Oktober nanti, tutupnya. (esa/pra)
Pemicunya, para anggota menilai Ketua KOI, Rita Subowo, sudah tidak sejalan dengan pemikiran dan harapan saat menggelar Rapat Anggota Istimewa dan Kongres Istimewa sebagai persiapan menuju Kongres.
Dalam kesempatan tersebut, KOI rencananya membahas empat agenda seperti pemisahan Komite Eksekutif dengan pengurus, pembentukan Komite Etik, revisi masa kepengurusan, revisi pasal untuk kemudahan menjadi anggota. Setelah dilakukan sosialisasi selama empat kali, rapat anggota istimewa akhirnya hanya membahas kemudahan menjadi anggota bagi sembilan cabang olahraga (cabor). Masing-masing yaitu, penthatlon, triathlon, jet ski, kriket, rugby, woodball, kabbadi, petanque, dan hand ball.
Dampaknya, mendapatkan penolakan dari 27 induk olahraga yang menjadi anggota biasa dan 12 anggota luar biasa KOI.
Beberapa anggota sepakat lanjutkan rapat, tapi kami tidak ingin dianggap melakukan kudeta. Sampai sekarang kami masih hormati dan akui Rita Subowo sebagai Ketua KOI 2011-2015. Nantinya akan kami usung lagi atau ada yang baru untuk dipilih, semua tergantung kongres, ungkap Dasril Anwar, perwakilan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabbadi Indonesia (PB FORKI) yang menolak KOI usai rapat.
Ditambahkannya, beberapa anggota KOI bersepakat mekanisme Kongres sesuai putusan rapat anggota tahunan di Bogor, 19 Februari lalu, yang menetapkan Komite Penyaringan dan Penjaringan bakal calon Kongres. Sayangnya, mereka kecewa karena hingga kini belum juga dimiliki dan disosialisasikan KOI.
Tidak ada kepastian hingga kini, maka kami segera membentuk tim penjaringan yang di Ketua Timbul Thomas Lubis, kemudian Erlizal Chaniago sebagai Sekretaris, dan tiga anggota macam Anjas Rifai (ketua PSTI, Yohanna, serta Indra Wargadalam (Perbakin). Forum juga menetapkan 17 Oktober sebagai hari berkongres KOI untuk memilih ketua periode 2015-2019. Kami juga membentuk 10 orang sebagai tim negosiasi yang bertugas mengkomunikasikan hasil rapat forum di gedung serba guna, Senayan dengan Ketua KOI Rita, tambahnya.
Sedangkan Ketua KOI, Rita Subowo, menjelaskan bahwa rapat istimewa awalnya dijadikan panggung untuk melegalkan sembilan cabor dipertandingkan hingga internasional. Hanya saja, memang belum bisa dijadikan sebagai anggota KOI. Dimana, hal tersebut sesuai amanah rapat anggota tahunan 2013/2014 dan Olympic Charter, sehingga AD/ART harus diubah.
Rapat istimewa karena ini kali kedua dalam setahun. Tapi karena tidak disetujui rapat istimewa kami tutup saja sampai kongres Oktober nanti, tutupnya. (esa/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KOI Minta Indonesia Tak Ikut Ejek Filipina Soal Kekacauan SEA Games 2019
Bolatainment 27 November 2019, 09:10
-
CdM SEA Games 2019 Nilai Langkah Ketua PTMSI Laporkan Erick Thohir Keliru
Bola Indonesia 27 Oktober 2019, 22:49
-
DPR Pertanyakan Penggunaan Dana Asian Games
Olahraga Lain-Lain 6 April 2017, 06:50
-
KOI Belum Bisa Pastikan Sepakbola Dimainkan di Asian Games
Liga Spanyol 31 Desember 2015, 21:22
-
Launching Asian Games 2018 Siap Digelar di Jakarta
Olahraga Lain-Lain 18 Desember 2015, 01:21
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



