Persiapan Olimpiade, Angkat Besi Diarahkan TC ke Tiongkok
Editor Bolanet | 3 Maret 2012 08:45
- Dua lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan dan terus berupaya mematangkan persiapan menuju Olimpiade 2012. Secara perlahan, itu dibuktikan dengan total angkatan keduanya yang menunjukkan tren peningkatan.
Misalnya saja Eko yang selama ini diandalkan di nomor 62 kg, baru bisa menorehkan total angkatan 305 kg (135 snatch, 170 clean and jerk). Padahal, pada 2010, Eko berhasil membukukan 143 snatch dan 180 clean and jerk.
Sedangkan Triyatno, di nomor 69 kg, baru bisa membukukan 300 kg (135 snatch, 165 clean and jerk). Total raihan Triyatno masih jauh di bawah target yang dibebankan, yakni 145 snatch dan 175 clean and jerk.
Alhasil, dengan sisa waktu hanya lima bulan, keduanya tentu harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan performa terbaiknya.
Namun, pelatih Timnas angkat besi, Lukman menyatakan, kondisi tersebut memang sudah diprediksi sejak awal sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Itu karena, keduanya baru saja tampil maksimal di SEA Games XXVI/2011 pada November lalu. Tak ayal, keduanya belum berada pada puncak penampilan.
“Kondisi Tri- begitu sapaan Triyatno- juga masih 80 persen. Tri memang belum maksimal karena baru saja sibuk mengurusi pekerjaannya. Namun, masih ada cukup waktu bagi keduanya untuk melakukan perbaikan,” terang Lukman kepada .
Lukman menyadari, dua anak asuhnya tersebut memang menjadi harapan bagi Indonesia untuk berprestasi di Olimpiade nanti. Tapi, hal tersebut tidak dianggap sebagai beban. Sebab, Eko dan Tri dianggap sudah memiliki mental bertanding yang teruji.
”Nantinya, untuk meningkatkan kemampuan, anak-anak akan diarahkan mengikuti training center/pemusatan latihan (TC) di Tiongkok. Kalau uji coba, itu cukup beresiko karena lawan dapat memantau kekuatan kami. Apalagi, waktunya memang tidak banyak,” tutup Lukman. (esa/syp)
Misalnya saja Eko yang selama ini diandalkan di nomor 62 kg, baru bisa menorehkan total angkatan 305 kg (135 snatch, 170 clean and jerk). Padahal, pada 2010, Eko berhasil membukukan 143 snatch dan 180 clean and jerk.
Sedangkan Triyatno, di nomor 69 kg, baru bisa membukukan 300 kg (135 snatch, 165 clean and jerk). Total raihan Triyatno masih jauh di bawah target yang dibebankan, yakni 145 snatch dan 175 clean and jerk.
Alhasil, dengan sisa waktu hanya lima bulan, keduanya tentu harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan performa terbaiknya.
Namun, pelatih Timnas angkat besi, Lukman menyatakan, kondisi tersebut memang sudah diprediksi sejak awal sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Itu karena, keduanya baru saja tampil maksimal di SEA Games XXVI/2011 pada November lalu. Tak ayal, keduanya belum berada pada puncak penampilan.
“Kondisi Tri- begitu sapaan Triyatno- juga masih 80 persen. Tri memang belum maksimal karena baru saja sibuk mengurusi pekerjaannya. Namun, masih ada cukup waktu bagi keduanya untuk melakukan perbaikan,” terang Lukman kepada .
Lukman menyadari, dua anak asuhnya tersebut memang menjadi harapan bagi Indonesia untuk berprestasi di Olimpiade nanti. Tapi, hal tersebut tidak dianggap sebagai beban. Sebab, Eko dan Tri dianggap sudah memiliki mental bertanding yang teruji.
”Nantinya, untuk meningkatkan kemampuan, anak-anak akan diarahkan mengikuti training center/pemusatan latihan (TC) di Tiongkok. Kalau uji coba, itu cukup beresiko karena lawan dapat memantau kekuatan kami. Apalagi, waktunya memang tidak banyak,” tutup Lukman. (esa/syp)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:12
-
Hasil Final Piala AFF U-19 2026: Australia Juara Usai Kandaskan Thailand
Tim Nasional 13 Juni 2026, 22:24
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:59
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:58
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 21:17
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












