Pesan dan Dukungan Nico Thomas untuk Petinju Indonesia di Asian Games 2018
Editor Bolanet | 19 Juli 2018 10:03
Tomas mengakui bahwa persaingan bakal berat, tapi bukan misi mustahil untuk merebut medali, temasuk emas.
Pada Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia, Kemenpora hanya mengharapkan satu medali emas dari cabang olahraga tinju. Meski demikian, target itu dinilai tak mudah dipenuhi karena Indonesia menghadapi lawan-lawan tangguh. Pesaing yang berpotensi menjegal ambisi para petinju Indonesia, antara lain berasal dari China, Korea, hingga Thailand.
Harapan saya semoga para petinju Indonesia bisa berjuang sebaik mungkin. Persaingan memang tak mudah, tapi tetap harus diperjuangkan, kata Nico Thomas, dalam perbincangan dengan Bola.com, di sela-sela rangkaian acara pawai obor (torch relay) Asian Games 2018, di Yogyakarta, Rabu (18/7/2018).
Nico mengatakan para petinju Indonesia harus punya modal kedisplinan dan tekad kuat. Soal disiplin, petinju asal Ambon itu bahkan punya filosofi khusus. Dia meminta atlet-atlet muda mengingat filosofi disiplin jangan diselipin.
Apa maksud di balik kalimat pendek tersebut?
Disiplin kalau sudah diselipin di kantong atau bawah bantal, bakalan hilang. Jangan sampai diselipin, harus selalu dijaga. Kita harus selalu bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan, ujar Nico.
Menurut pria kelahiran 10 Juni 1966 tersebut, Asian Games 2018 merupakan saat yang tepat bagi para petinju untuk berjaya. Alasannya, perhelatan pesta olahraga akbar tersebut digelar di kandang sendiri, yaitu Jakarta dan Palembang, pada 18 Agustus hingga 2 September.
Nico mengatakan menjadi tuan rumah akan menjadi poin menguntungkan bagi petinju. Mereka akan mendapat dukungan penuh dari penonton pada setiap pertandingan.
Tapi dukungan kadang bisa menjadi beban. Itu tergantung mental masing-masing atlet. Jadi, mereka juga harus punya mental yang kuat, tegas Nico Thomas, yang berjanji akan berusaha menyaksikan langsung perjuangan atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018.
Kirab Obor Asian Games 2018 sendiri dimulai dari Yogyakarta dan akan berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia. Acara pawai tersebut melibatkan para mantan atlet Indonesia yang legendaris termasuk Alexander Pulalo (pemain sepakbola), Ellyas Pical (tinju), Tati Sumirah (bulutangkis), Sutiyono (balap sepeda), Pascal Wilmar (voli).
Sumber: Bola.com
[initial]
(bola/shd)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














