Polygon Sweet Nice Puas Pencapaian Tim
Editor Bolanet | 13 Mei 2012 20:30
- Dua balapan telah dilalui tim balap sepeda Polygon Sweet Nice. Tour of Borneo 27 April-1 Mei, dan Jelajah Malaysia 8-13 Mei, memberi banyak pelajaran kepada pasukan muda tim asal Surabaya ini.
Sepanjang dua balapan itu ada catatan penting yang digali Polygon Sweet Nice. Adalah pencapaian dan pengalaman yang dimiliki pebalap muda belum lengkap. Tetapi tahun ini Polygon Sweet Nice sengaja memberi pelajaran dan jam terbang kepada pebalap muda.
Sepanjang dua balapan dengan total 11 etape dalam rentang waktu yang cukup singkat telah memberi gambaran kekuatan. Sepanjang dua balapan itu, podium mampu dicapai para punggawa tim.
Pada Tour of Borneo lalu Bambang Suryadi finis di urutan ketiga etape keempat. Sementara pada Jelajah Malaysia lalu, giliran pebalap senior Hari Fitrianto finis di urutan ketiga etape pertama. Prestasi itu disusul Dani Lesmana pada etape ketiga dengan finis di urutan kedua.
Manajer tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo mengatakan tujuan utama timnya adalah musim depan. “Kita akui, belum berhasil pada dua balapan ini. Tetapi apa yang dilakukan pebalap muda, mampu memberi tekanan kepada rival,” ujarnya.
Dia menambahkan, musim ini hanya memberi pelajaran penting kepada anak didiknya. Sedangkan tahun depan, dia berharap semua pebalapnya sudah memiliki kemampuan untuk bersaing. Apalagi tahun depan, Polygon Sweet Nice berjanji kembali ke panggung Continental Team di Asia.
Tentu saja membutuhkan kekuatan yang lebih siap dibanding tiga tahun silam. Kami sudah menyiapkan tim sebaik mungkin. Program berikutnya adalah menyiapkan dua tim sekaligus, untuk mengikuti kompetisi di Asia. Bila perlu merambah Eropa,” tegasnya.
Pada etape terakhir Jelajah Malaysia, Minggu (13/5) lagi-lagi pebalap Terengganu menjadi bintangnya. Kembali Sinichi Fukushima mencetak kemenangan setelah menang adu sprint, dengan catatan waktu, 4 jam 24 menit, 31 detik.
Hasil itu tidak banyak mengubah klasemen akhir. Di mana Yusup Abrekov menutup balapan dengan gelar juara. Pebalap Suren Uzbekistan itu mengoleksi total waktu, 25:04:20. Demikian juga dengan posisi Hari Fitrianto tak beranjak dari urutan ke-9 dengan terpaut 2 menit 48 detik dari Abrekov.
Sementara klasemen Polygon Sweet Nice di klasemen tim bercokol di ranking keenam 22 menit 47 detik dari Putra Perjuangan, Bandung. Ini adalah kali kedua, Polygon Sweet Nice dikalahkan Putra Perjuangan, setelah Tour of Borneo. (psn/kny)
Sepanjang dua balapan itu ada catatan penting yang digali Polygon Sweet Nice. Adalah pencapaian dan pengalaman yang dimiliki pebalap muda belum lengkap. Tetapi tahun ini Polygon Sweet Nice sengaja memberi pelajaran dan jam terbang kepada pebalap muda.
Sepanjang dua balapan dengan total 11 etape dalam rentang waktu yang cukup singkat telah memberi gambaran kekuatan. Sepanjang dua balapan itu, podium mampu dicapai para punggawa tim.
Pada Tour of Borneo lalu Bambang Suryadi finis di urutan ketiga etape keempat. Sementara pada Jelajah Malaysia lalu, giliran pebalap senior Hari Fitrianto finis di urutan ketiga etape pertama. Prestasi itu disusul Dani Lesmana pada etape ketiga dengan finis di urutan kedua.
Manajer tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo mengatakan tujuan utama timnya adalah musim depan. “Kita akui, belum berhasil pada dua balapan ini. Tetapi apa yang dilakukan pebalap muda, mampu memberi tekanan kepada rival,” ujarnya.
Dia menambahkan, musim ini hanya memberi pelajaran penting kepada anak didiknya. Sedangkan tahun depan, dia berharap semua pebalapnya sudah memiliki kemampuan untuk bersaing. Apalagi tahun depan, Polygon Sweet Nice berjanji kembali ke panggung Continental Team di Asia.
Tentu saja membutuhkan kekuatan yang lebih siap dibanding tiga tahun silam. Kami sudah menyiapkan tim sebaik mungkin. Program berikutnya adalah menyiapkan dua tim sekaligus, untuk mengikuti kompetisi di Asia. Bila perlu merambah Eropa,” tegasnya.
Pada etape terakhir Jelajah Malaysia, Minggu (13/5) lagi-lagi pebalap Terengganu menjadi bintangnya. Kembali Sinichi Fukushima mencetak kemenangan setelah menang adu sprint, dengan catatan waktu, 4 jam 24 menit, 31 detik.
Hasil itu tidak banyak mengubah klasemen akhir. Di mana Yusup Abrekov menutup balapan dengan gelar juara. Pebalap Suren Uzbekistan itu mengoleksi total waktu, 25:04:20. Demikian juga dengan posisi Hari Fitrianto tak beranjak dari urutan ke-9 dengan terpaut 2 menit 48 detik dari Abrekov.
Sementara klasemen Polygon Sweet Nice di klasemen tim bercokol di ranking keenam 22 menit 47 detik dari Putra Perjuangan, Bandung. Ini adalah kali kedua, Polygon Sweet Nice dikalahkan Putra Perjuangan, setelah Tour of Borneo. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesepeda Junior Sukses Harumkan Nama Indonesia di Turki
Olahraga Lain-Lain 5 Maret 2022, 14:18
-
Pebalap Nasional, Influencer, Hingga Selebgram Ramaikan Balap Sepeda di Manado
Lain Lain 2 Februari 2022, 19:44
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Australia vs Turki 14 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 17:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Haiti vs Skotlandia 14 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 17:00
-
Jadwal Lengkap Moto3 Junior 2026 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 16:46
-
5 Hal yang Mungkin Anda Lewatkan dari Hari Pertama Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 16:45
-
Jadwal Lengkap Momoven Moto4 European Cup 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 16:45
-
Jadwal Lengkap MotoJunior 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 16:44
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 12 Juni 2026, 16:08
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 12 Juni 2026, 16:08
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












