PSN Belum Beruntung di Tour de Ijen
Editor Bolanet | 7 Desember 2012 21:45
- Etape pertama Banyuwangi Tour de Ijen menjadi penjajakan bagi tim Polygon Sweet Nice. Pada hari pertama (7/12) yang menempuh jarak 124,7 km dari Banyuwangi menuju Pulau Merah, dimenangi pebalap timnas Uzbekistan, Vadim Shaekov.
Shaekov mengoleksi waktu tercepat dengan 3 jam 2 menit dan 53 detik. Disusul, Timo Scholz dari CCN Cycling Team Team, dan Hari Fitrianto yang kini berseragam Tangerang Selatan Team.
Manajer Polygon Sweet Nice, Christopher Antonius mengungkapkan, hari pertama kurang menggembirakan. Hari ini cuaca cukup panas dan jalanan sempit. Hal ini yang menyulitkan kami memberi supply feeding kepada pebalap,” katanya.
Satu dari lima pebalapnya pun harus drop out lantaran terkendala iklim. Ivan Sivash harus mengakhiri balapan karena terkendala cuaca yang panas.
Selain itu, Christopher mengungkapkan, pebalapnya terkendala musim dingin yang melanda Eropa. Saat ini di Kazakhstan suhu udara mencapai -25 derajat, sementara di Indonesia lebih dari 35 derajat,” sebutnya. ”Ini yang mempengaruhi kekuatan tim,” lanjutnya.
Meski demikian, Polygon Sweet Nice tidak ingin mencari alasan. Polygon berusaha memberi yang terbaik pada etape kedua. Pada etape kedua ini besok menempuh jarak 147,4 km dari Kalibaru menuju Kawah Ijen.
Christopher mengakui tanjakan yang cukup tinggi menjadi ujian bagi tiga climber yang mereka miliki, Oscar Pujol Munoz, Ng Yong Li, dan Sergey Kuzmin. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil terbaik pada etape kedua, tutup Christopher. (psn/kny)
Shaekov mengoleksi waktu tercepat dengan 3 jam 2 menit dan 53 detik. Disusul, Timo Scholz dari CCN Cycling Team Team, dan Hari Fitrianto yang kini berseragam Tangerang Selatan Team.
Manajer Polygon Sweet Nice, Christopher Antonius mengungkapkan, hari pertama kurang menggembirakan. Hari ini cuaca cukup panas dan jalanan sempit. Hal ini yang menyulitkan kami memberi supply feeding kepada pebalap,” katanya.
Satu dari lima pebalapnya pun harus drop out lantaran terkendala iklim. Ivan Sivash harus mengakhiri balapan karena terkendala cuaca yang panas.
Selain itu, Christopher mengungkapkan, pebalapnya terkendala musim dingin yang melanda Eropa. Saat ini di Kazakhstan suhu udara mencapai -25 derajat, sementara di Indonesia lebih dari 35 derajat,” sebutnya. ”Ini yang mempengaruhi kekuatan tim,” lanjutnya.
Meski demikian, Polygon Sweet Nice tidak ingin mencari alasan. Polygon berusaha memberi yang terbaik pada etape kedua. Pada etape kedua ini besok menempuh jarak 147,4 km dari Kalibaru menuju Kawah Ijen.
Christopher mengakui tanjakan yang cukup tinggi menjadi ujian bagi tiga climber yang mereka miliki, Oscar Pujol Munoz, Ng Yong Li, dan Sergey Kuzmin. Mudah-mudahan kami bisa meraih hasil terbaik pada etape kedua, tutup Christopher. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesepeda Junior Sukses Harumkan Nama Indonesia di Turki
Olahraga Lain-Lain 5 Maret 2022, 14:18
-
Raja Okto Ketum yang Sah, Pemerintah Minta PB ISSI Hentikan Polemik
Olahraga Lain-Lain 20 Oktober 2020, 10:23
-
Letizia Paternoster, Cyclist Muda dan Cantik dari Italia
Bolatainment 14 Juni 2020, 02:14
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
















