AC Milan dalam Kabut Asa antara Menyerah atau Melawan
Haris Suhud | 9 Maret 2018 15:17
Bola.net - - AC Milan harus mengakui kekalahan dari di leg pertama babak 16 besar Liga Europa yang berlangsung pada hari Jumat (9/3) dini hari di Stadion San Siro. Ini merupakan pukulan telak bagi klub perwakilan asal Italia tersebut. Kekalahan ini membuat Milan jatuh dalam bayang-bayang antara menyerah atau tetap melawan.
Menghadapi Arsenal di depan pendukungnya sendiri yang memenuhi seluruh stadion, Milan mengalami kekalahan 0-2. Henrikh Mkhitaryan dan Aaron Ramsey menjadi mimpi buruk bagi pasukan Gennaro Gattuso. Untuk lolos ke babak selanjutnya, paling tidak Milan harus mencetak skor yang sama pada pertemuan kedua nanti yang akan berlangsung di kandang Arsenal.
Jelang pertandingan pertama, Milan sebenarnya dalam balutan kepercayaan diri yang tinggi. Pasalnya dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi, Milan tak pernah mengalami kekalahan. Tren tak terkalahkan itu sudah terjadi sejak akhir bulan Desember tahun lalu.
Kemudian melihat Arsenal yang tidak dalam kondisi terbaiknya, Milan kian antusias menjalani pertandingan ini. Perlu diketahui bahwa Arsenal sebelum menghadapi Milan mengalami kekalahan empat kali secara beruntun. Kekalahan pertama mulai terjadi di Liga Europa ketika menghadapi Ostersunds FK. Kemudian terjadi lagi saat bertemu dengan Manchester City dua kali dan terakhir kalah dari Brighton.
Ketika pertandingan antara Milan dan Arsenal dimulai, pasukan Rossoneri langsung mencoba memberikan tekanan dan bermain eksplosif di depan dukungan ultras Milan yang bergejolak malam itu. Namun upaya untuk mencetak gol cepat gagal.
Gawang Milan justru kebobolan lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit 15 lewat tendangan Mkhitaryan. Gol ini terjadi setelah pemain Milan kehilangan bola dan penggawa Arsenal sukses merebutnya lalu bola jatuh di kaki Mkhitaryan. Setelah satu kali kocekan, tembakan Mkhitaryan kemudian menggetarkan gawang Gianluigi Donnarumma.
Di akhir babak pertama gawang Milan kembali kebobolan. Mesut Ozil kembali menjadi aktor utamanya. Umpan terobosannya yang manis mendapat sambutan baik dari Ramsey dan kemudian membuat gawang Milan kebobolan untuk kedua kalinya.
Di babak kedua, Milan terus mendominasi jalannya pertandingan. Namun serangan yang dibangun selalu mampu dipatahkan dan banyak tembakan-tembakan tidak tempat sasaran dilakukan pemain Milan.
Akhirnya, Milan memang lebih unggul di berbagai aspek termasuk penguasaan bola dan jumlah tembakan ke gawang. Hanya saja semua upaya tersebut tak ada yang berbuah gol. Arsenal yang hanya melakukan empat kali tembakan, dua yang berbuah gol di mana pasukan Wenger hanya menguasai bola sebanyak 45 persen.
Harapan untuk Melawan
Jika Milan mampu memberi tekanan seperti yang terjadi di leg pertama, bukan tidak mungkin Milan akan membuat perubahan di pertemuan kedua. Tapi masalahnya, pertemuan kedua nanti akan berlangsung di kandang Arsenal. Tak akan mudah menghadapi tekanan pendukung The Gunners.
Tapi dalam sepakbola semua hal bisa bisa terjadi dalam waktu sekejap. Teorinya, jika Arsenal mampu menang di San Siro meski tak difavoritkan, Milan pun bisa melakukan hal itu di leg kedua nanti.
Pertemuan kedua itu sendiri nantinya akan berlangsung pada Jumat pekan depan. Dalam pertemuan nanti, Arsenal tetap tidak bisa menurunkan sejumlah pemainnya termasuk Pierre Emerick Aubameyang, Hector Bellerin, Alexandre Lacazette, Nacho Monreal. Sead Kolasinac yang bermain bagus di leg pertama tampaknya mengalami cedera.
Oleh sebab itu, susunan pemain Arsenal pada pertemuan kedua nanti sepertinya tak banyak berubah. Absennya sejumlah pemain belakang Arsenal mungkin akan sedikit membantu Milan untuk lebih mudah membongkar barisan pertahanan.
Terlepas soal pemain, Milan harus belajar optimisme dari Ostersunds FK. Klub dari Swedia ketika menghadapi Arsenal di Emirates Stadium di babak 32 besar tentu saja tak diunggulkan mendapat kemenangan. Banyak orang yang mengira mereka akan semakin mengalami kekalahan telak setelah tertinggal 0-3 di kandang sendiri. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ostersunds FK mampu mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1.
Masih banyak waktu bagi Milan untuk menyiapkan pertandingan kedua nanti. Gattuso bisa melakukan evaluasi pada kekurangan timnya dengan berkaca pada leg pertama, khususnya soal membenahi kesalahan yang sering dilakukan oleh pemain sendiri di barisan pertahanan. 'Zero Mistake' harus menjadi semboyan Milan pada leg kedua nanti jika ingin menghidupkan sebuah asa kebangkitan.
Pengalaman Buruk Milan di Kandang Arsenal
Pada tahun 2012 lalu, Milan pernah melakoni laga tandang menghadapi Arsenal. Bedanya, pertemuan kali terjadi di babak 16 besar Liga Champions dan Milan membawa bekal keunggulan 4-0 di kandang.
Saat itu, Milan masih bisa dikatakan sebagai tim unggulan karena dalam skuat mereka terdapat pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, dan Gennaro Gattuso sendiri.
Dalam pertandingan itu, Milan terus mengalami tekanan sepanjang pertandingan karena Arsenal tengah mengejar defisit gol yang cukup lebar. Dengan skuat yang masih terbilang megah, Milan mengalami kekalahan 0-3.
Dari pengalaman tersebut bisa ditarik sedikit gambaran; jika skuat Milan saat itu mampu dikalahkan Arsenal dengan skor telak. Lalu bagaimana nasib Milan sekarang jika bertemu Arsenal?
Pada musim panas lalu, Milan mendatangkan 11 pemain baru. Dalam beberapa tahun terakhir di dalam tubuh Milan memang sering terjadi gejolak pasang surut. Sementara Arsenal terbilang stabil di bawah asuhan Wenger.
Di atas kertas, jika Milan pada tahun 2012 yang masih memiliki tim padu dan berkualitas saja mampu dikalahkan, apalagi tim yang baru dibangun belum genap satu musim ini? Jawabannya mudah, mestinya Milan akan mengalami kesulitan yang lebih berat.
Jika melihat kembali permainan Milan pada leg pertama, jelas mereka kalah dari Arsenal dalam pertarungan di lini tengah. Padahal pemain yang dipasang dalam laga itu yaitu antara Giacomo Bonaventura, Lucas Biglia, dan Franck Kessie merupakan kombinasi gelandang terbaik di Milan saat ini.
Barisan pertahanan Milan juga masih tampak begitu mudah ditembus. Tembok pertahanan Milan yang dikawal Alessio Romagnoli dan Leonardo Bonucci selalu tampak tidak padu ketika mendapatkan tekanan dari Arsenal. Celah itu membuat Ozil dan para penyerang Arsenal lebih superior di area pertahanan Milan.
Milan butuh banyak pembenahan dan semangat juang yang tinggi untuk mengejar ketertinggalan di kandang Arsenal. Jika tidak, harapan membalik keadaan hanya akan jadi sebuah khayalan belaka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






