Benturan Kepala yang Membuat Ryan Mason Harus Melupakan Mimpi Besarnya di Usia Muda
Haris Suhud | 14 Februari 2018 14:52
Bola.net - - Ryan Mason masuk sebagai siswa akademi sepakbola Tottenham ketika ia masih sangat belia, ketika masih berusia 8 tahun. Ia memiliki angan-angan besar dalam kepalanya: ingin menjadi pemain bintang tentu saja, sama seperti anak-anak lainnya yang bergabung dengan klub di kota London tersebut.
Satu loncatan besar yang membuatnya yakin bisa menjadi pemain hebat seperti yang ia inginkan adalah ketika mendapat kesempatan bermain bersama tim senior Tottenham. Pada tahun 2008, ketika Tottenham bermain di Liga Europa menghadapi N.E.C, Mason diturunkan sebagai pemain pengganti.
Tentu saja merebutkan di tim utama tak mudah bagi anak kelahiran London tersebut. Bayangkan saja, di dalam skuat Tottenham kala itu terdapat nama-nama kelas dunia seperti Luka Modric, Niko Kranjcar, David Bentley.
Harry Redknapp sebagai pelatih Spurs kala itu kemudian melepas Mason ke klub lain dengan status pinjaman. Beberapa klub yang pernah dibela Mason sebagai pemain pinjaman di antaranya adalah Yeovil Town, Doncaster Rover, Millwall hingga klub Prancis FC Lorient. Namun hal itu tak mengendurkan cita-cita Mason bersama klub yang berbasis di kota kelahirannya tersebut.
Kedatangan pelatih Mauricio Pochettino memberikan angin segar bagi Mason. Setelah lima tahun gonta-ganti klub sebagai pemain pinjaman, ia mendapat kepercayaan bermain di tim utama meskipun tak selalu menjadi starter.
Musim 2014/2015 bisa dikatakan sebagai puncak karier Mason di Tottenham. Pada bulan Maret 2015, ia mendapat panggilan dari Timnas Inggris dan menjalani debutnya bersama The Three Lions. Itu menjadi penampilan pertama dan yang terakhir kalinya.
Pada musim berikutnya, Mason menemukan momen yang sangat spesial dalam kariernya sebagai pemain sepakbola. Ketika Tottenham menghadapi Fiorentina di Liga Europa, Mason yang lahir dari akademi sendiri yang saat itu berusia 24 tahun, ditunjuk sebagai kapten tim oleh Pochettino.
Anda sering mendengar hal ini dari para pemain sepakbola, tapi saya selalu bermimpi sebagai kapten tim, kata Mason.
Ketika masih kecil, saya ingat sebelum pertandingan, wasit akan selalu berteriak 'Siapa yang menjadi kapten', dan saya selalu yang berlari ke tengah dan menjadi kapten tim.
Mason kemudian pindah ke Hull City pada dengan status permanen pada tahun 2016. Ia menjadi pembelian termahal bagi klub berjuluk The Tiger tersebut. Otomatis Mason langsung menjadi kepercayaan bagi pelatih Hull City saat itu.
Tapi siapa sangka bahwa pertandingan menghadapi Chelsea pada bulan Januari 2017 lalu menjadi pertandingan terakhirnya. Dalam pertandingan tersebut, Mason bermain sejak menit awal di Stamford Bridge. Ia harus ditarik keluar pada menit 21 setelah mengalami benturan di kepalanya dengan Gary Cahill.
Kejadian itu bermula setelah Pedro Rodriguez, menyampaikan umpan lambung. Mason berniat membantu lini pertahanan menghalau bola. Kepala Cahill yang terlibat dalam rebutan bola di udara tersebut justru meluncur di kepala Mason sisi kanan.
Cahill mengerang kesakitan, demikian juga Mason. Wasit seketika menghentikan pertandingan karena Mason tampak mengalami kesakitan mengerikan. Setelah dilarikan ke rumah sakit St. Mary’s Paddington, London, ia dinyatakan mengalami retak pada tulang tengkorak dan harus menjalani operasi.
Beruntung Mason mendapat penanganan yang tepat. Setelah mengalami insiden tersebut, Mason mengaku mengalami kondisi seperti di antara mati dan hidup. Ia merasa ruhnya sudah keluar dari tubuhnya.
Mason kemudian menjalani operasi dan akhirnya nyawanya terselamatkan. Seandainya terlambat sedikit saja, mungkin ia sudah tak bisa melihat dunia ini lagi.
Namun demikian, Mason tetap harus mengubur mimpinya sebagai pemain sepakbola. Satu tahun setelah menjalani operasi, Mason menyatakan gantung sepatu ketika usianya masih 26 tahun. Sebagai pemain sepakbola, pada tahap ini biasanya merupakan usia paling produktif. Namun faktanya, untuk kelanjutan hidupnya, ia harus melepas semua mimpinya. Ia harus menghapus keinginan selalu menjadi kapten dalam sebuah tim.
Saya anak lokal yang masuk ke sekolah sepakbola ketika saya masih belia—di sanalah saya berada dan mengubah jalan hidup saya, ketika Mason mengisahkan awal kariernya.
Saya tahu bahwa kebanyakan anak-anak yang masuk ke sekolah sepakbola bermimpi ingin menjadi pemain profesional pada suatu hari nanti. Dan saya berharap, kisah saya akan menjadi inspirasi bagi mereka untuk bekerja keras dan fokus menggapai mimpi mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Mason pada 2016 lalu kepada siswa sekolah sepakbola di Tottenham.
Dan sekarang, perjalanan Mason sendiri sebagai pemain sepakbola harus terhenti di usia yang sangat muda. Sepakbola telah mengubah jalan hidupnya dan benturan kepala ketika bermain sepakbola juga yang mengubah jalan hidupnya lagi.
Gantung sepatu di usia belia seperti sekarang ini mungkin tak pernah masuk dalam bayangannya. Pastinya ia mendambakan bisa bermain sampai usia di mana tubuhnya tak mampu bergerak dengan baik. Namun jalan cerita berubah setelah kejadian yang memilukan itu.
Mason, sekarang, harus mengubur angan-angannya sebagai pemain sepakbola. Tapi bagaimanapun, Mason telah memberikan banyak inspirasi untuk dunia sepakbola.
Jangan khawatir Ryan, Anda akan menjadi orang yang sukses di luar sepakbola, kata mantan pelatih Mason di Tottenham, Mauricio Pochettino.
Pintu selalu terbuka bagi saya untuk membantu dan juga klub karena kami mencintainya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain Tottenham, Senne Lammens Minta MU Segera Berbenah
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 12:01
-
Michael Carrick Akui Manchester United Menyesal Gagal Kalahkan Tottenham
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 11:01
-
Rating Pemain Man Utd vs Tottenham: Mbeumo Terbaik, Tielemans Terburuk
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 08:46
-
Man of the Match Manchester United vs Tottenham: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 05:46
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



