Bermain di Ketinggian 2000 Mpl, Ini Uniknya FC Gspon
Afdholud Dzikry | 14 Oktober 2019 10:53
Bola.net - Pernah membayangkan bagaimana rasanya bermain sepak bola di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut? Bila penasaran, coba tanyakan pada FC Gspon yang bermarkas di sebuah stadion unik di atas pegunungan Alpen, Swiss.
FC Gspon merupakan tuan rumah dari Stadion Ottmar Hitzfeld dan bermain di Swiss Mountain League. Setiap bertanding, para pemain FC Gspon disuguhi pemandangan berupa puncak-puncak raksasa.
Meski bermain di atas gunung, FC Gspon juga mempunyai penggemar. Terdapat 40-50 orang yang hadir per pertandingan pada musim panas.
Sedangkan saat cuaca ekstrem hanya beberapa orang saja yang datang ke stadion tersebut. Lokasinya yang tinggi membuat penonton harus menggunakan kereta gantung maupun helikopter untuk mencapai stadion tersebut.
Pemain FC Gspon, Alfons Brigger, mengatakan timnya harus menempuh jarak ratusan meter untuk menuju lokasi tersebut.
"Sebagian besar waktu perjalanan sekitar 100 meter menuruni bukit - kadang-kadang mereka 200 atau 300 meter lebih jauh ke bawah," kata Alfons Brigger, seperti dilansir dari Sportbible, Minggu (13/10/2019).
"Kadang-kadang saat pertandingan, Anda tidak hanya akan kehilangan satu bola atau lebih. Jadi, ketika 10 bola keluar, sebelum latihan kami harus pergi ke sana dan mencari mereka. Ini sangat menjengkelkan," tambahnya.
Konon, selama bermain bola, FC Gspon sudah kehilangan sekitar 1000 bola dalam 40 tahun terakhir. Jumlah bola yang tentunya sangat banyak.
Sudah Terbiasa dengan Oksigen Tipis
Meskipun oksigen di atas gunung cenderung tipis, bek FC Gspon, Diego Abgottspon, menyebut kondisi tersebut sudah menjadi hal yang biasa. Namun, tidak bagi lawan yang datang ke Stadion Ottmar Hitzfeld tersebut.
"Bagi lawan itu lebih sulit," ujar Diego Abgottspon.
"Jika kami kalah 0-5 di babak pertama, kami tahu bisa membalikkan keadaan dan menang. Kami adalah tim yang sangat kuat di kota kami," tandasnya.
Sejauh ini, Stadion Ottmar Hitzfeld masih menjadi satu di antara lapangan terindah di dunia.
Disadur dari: Bola.com (Penulis: Faozan Tri/Editor: Benediktus Gerendo)
Published: 13/10/2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026: Misi Pecah Batas di Amerika Utara
Piala Dunia 18 April 2026, 20:00
-
Profil Timnas Swedia di Piala Dunia 2026: Jalan Terjal Menuju Kebangkitan
Piala Dunia 18 April 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
-
Prediksi Burnley vs Man City 23 April 2026
Liga Inggris 21 April 2026, 21:29
-
Prediksi Atalanta vs Lazio 23 April 2026
Liga Italia 21 April 2026, 20:57
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59






