Bolanet Unseen: Brainstorming Jurnalisme Online Bersama Para Akademisi
Serafin Unus Pasi | 6 Mei 2019 11:47
Bola.net - Hola Bolaneters, apa kabar? Jumpa lagi dengan Bolanet Unseen, rubrik yang terus mengupas keseharian para aktor-aktor di belakang website kesayangan kalian, Bolanet!
Oke, untuk Unseen minggu ini topiknya agak serius. Jadi pada hari Kamis (2/5) sore kemarin, Kapanlagi Youniverse kedatangan tamu spesial. Ada rombongan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Brawijaya yang dipimpin oleh dosen pengampu Reza Safitri, S.Sos., M.Si., Ph.D datang berkunjung ke markas kami di Malang untuk bertukar pikiran terkait Jurnalisme Online.
Rombongan para akademisi ini disambut oleh tim gabungan redaksi vertikal Kapanlagi Younivers (KLY), yang dikapteni Ellyana Mae (Editor in Chief Bola.net), Rita Sugihardiyah (Vice President Content Kapanlagi Youniverse), Dwi Zain Mustofa (Managing Editor Merdeka.com Malang), Nurrohman Sidiq (Managing Editor Otosia.com) dan ada Serafin Unus Pasi (Senior Editor Bola.net).
Setelah saling berkenalan satu sama lain, sesi brainstorming ini dibuka dengan pemaparan materi jurnalisme online dari Ellyana Mae. Pada kesempatan ini, Mae memaparkan bagaimana praktik jurnalistik saat ini sudah 'bermutasi', di mana ada beberapa acuan dalam praktik jurnalisme online saat ini sudah berkembang sangat jauh atau bahkan berbeda dari pakem jurnalisme konvensional.
Salah satu contoh 'mutasi' yang terjadi di praktik jurnalisme online adalah bagaimana sebuah berita tidak perlu menunggu waktu cetak untuk beredar di masyarakat. Sebagai contoh jika ada kebakaran di kota X, maka beberapa menit setelahnya berita itu bisa dipublikasikan langsung dan bisa diakses oleh semua orang, di mana tidak perlu menunggu keesokan harinya terlebih dahulu untuk dimuat di media cetak.
Namun Mae juga mengatakan bahwa 'mutasi' yang terjadi di jurnalisme online ini tidak melulu hal yang positif saja. Ada beberapa dampak negatif dalam 'mutasi' Jurnalisme online ini seperti bagaimana Hoax merajalela, lalu bagaimana kecepatan sebuah berita itu harus dikompensasi dengan keakuratan serta kedalaman berita yang tidak begitu baik jika dibandingkan dengan jurnalisme konvensional.
Pemaparan mengenai 'mutasi' yang terjadi di jurnalisme online ini menarik perhatian rekan-rekan mahasiswa Pasca Sarjana. Di akhir pemaparan materi ini, para mahasiswa cukup antusias bertanya mengenai perkembangan jurnalisme online saat ini. Bahkan ada yang minta tips dan trik biar sebuah website bisa sekece website-websitenya Kapanlagi Youniverse (tapi ini rahasia perusahaan dong, jadi gak bisa dibuka semua kartunya.)
Setelah sesi brainstorming berakhir, teman-teman mahasiswa kami ajak berkeliling markas kami untuk melihat secara langsung bagaimana praktik jurnalisme online yang terjadi di Kapanlagi Youniverse.
Semoga dengan brainstorming ini ada kesinambungan antara praktik jurnalistik online dan juga pengembangan kajian teoritisnya, ya Bolaneters!.
Salam.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU Sudahi Streak Kekalahan, Erik Ten Hag Full Senyum
Open Play 16 September 2024, 09:48
-
Dikalahkan Nottingham Forest di Anfield, Bos Liverpool Kecewa Berat
Open Play 16 September 2024, 09:43
-
Sempat Digosipkan Pindah ke Inggris dan Kroasia, Mengapa Thom Haye Gabung Almere City?
Open Play 16 September 2024, 09:36
-
LFP Desak PSG Bayar Utang Gaji Kylian Mbappe yang Mencapai 55 Juta Euro
Open Play 16 September 2024, 09:32
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Dituding Belum Kembalikan Paspor Lama, PSSI Bereaksi
Open Play 16 September 2024, 09:26
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













