Corak Ikonik Motor-Motor Valentino Rossi di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 27 November 2018 15:30
Bola.net - - Tahun 2018 menandai bahwa Valentino Rossi telah turun di kelas tertinggi (GP500/MotoGP) selama 19 musim. Sejak berkarier di kelas para raja pada tahun 2000 silam, Rossi telah meraih tujuh gelar dunia, 196 podium, 89 kemenangan dan 55 pole position.
Selama itu pula, ia pernah membela tiga pabrikan dan empat tim berbeda, yakni Nastru Azzuro Honda, Repsol Honda, Yamaha Factory Racing dan Ducati Corse.
Dengan banyaknya tim yang ia bela, disertai karier yang panjang, Rossi pun diketahui berkali-kali berganti livery atau corak motor yang cukup ikonik dan eye-catching.
Berikut corak motor Rossi di MotoGP dari masa ke masa.
Nastro Azzurro Honda (2000-2001)

Corak berwarna kuning ini dipakai Rossi saat menjalani debutnya di kelas GP500 pada tahun 2000, di mana ia mengakhiri musim di peringkat runner up. Pada 2001, ia pun meraih gelar dunia pertamanya di kelas tertinggi, sekaligus menjadi juara dunia GP500 terakhir dalam sejarah Grand Prix.
Repsol Honda (2002-2003)

Pada 2002, Rossi pun pindah ke tim pabrikan paling prestisius di kelas tertinggi, Repsol Honda dan digadang-gadang sebagai penerus Mick Doohan. Bersama tim ini, ia sukses meraih dua gelar dunia MotoGP secara beruntun.
Yamaha Gauloises (2004-2005)

Usai tak lagi nyaman membela Repsol Honda, Rossi mengejutkan paddock MotoGP dengan keputusannya pindah ke Yamaha pada 2004. Sempat diprediksi bakal terpuruk di atas YZR-M1, ia justru sukses besar meraih kemenangan di seri pembuka, yakni Welkom, Afrika Selatan, serta meraih dua gelar dunia tambahan.
Camel Yamaha (2006)

Kembali punya motor bercorak kuning ternyata tak memberikan keberuntungan bagi Rossi pada 2006. Tampil tak cukup konsisten dan dirundung berbagai cedera, Rossi harus rela melihat gelar dunia jatuh ke tangan Nicky Hayden, setelah ia terjatuh dalam balapan pamungkas di Valencia, Spanyol.
Fiat Yamaha (2007-2010)

Fiat mulai menjadi sponsor utama Yamaha pada 2007, di mana Rossi masih bertandem dengan Colin Edwards. Meski begitu, justru pada 2008 lah kekuatannya diuji dengan kehadiran Jorge Lorenzo, yang bahkan hingga kini masih disebut sebagai salah satu rival tersengit Rossi di sepanjang kariernya.
Ducati Corse (2011-2012)

Rossi sama sekali tak menutup-nutupi bahwa dua musim di bawah naungan Ducati Corse merupakan dua musim terburuk sepanjang kariernya. Selama dua tahun penuh mengendarai Desmosedici, ia tak mencicipi satu pun kemenangan dan total hanya meraih tiga podium.
Yamaha Factory Racing (2013)

Tahun 2013 merupakan tahun pembuktian Rossi bahwa dirinya belum habis. Memutuskan kembali ke Yamaha dan bertandem dengan Lorenzo, Rossi mengumpulkan enam podium, yang salah satunya merupakan kemenangan di Assen, Belanda.
Movistar Yamaha (2014-2018)

Meski belum meraih gelar dunia lagi sejak 2009, Rossi terbukti masih mampu bertarung di papan atas. Pada 2004-2016, ia menduduki peringkat runner up secara beruntun. Pada 2017, ia punya peluang serupa, namun cedera kaki yang menimpa membuatnya harus puas duduk di peringkat kelima. Tahun ini, ia kembali mengalami paceklik kemenangan, namun mampu duduk di peringkat ketiga pada klasemen pebalap.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




