Galeri: 20 Manajer Premier League Kala Masih Aktif Bermain
Editor Bolanet | 11 Oktober 2014 12:24
Namun tentu saja, tak semua pemain tersebut mengalami kesuksesan kala mereka masih menjadi penampil di atas lapangan hijau.
Contohnya Jose Mourinho. Manajer asal Portugal itu meraih sukses bersama Porto, Inter Milan, Real Madrid, dan , namun tidak begitu bagus kala masih bermain dan akhirnya memutuskan untuk pensiun di usia 24 tahun.
Penasaran melihat bagaimana tampang Mourinho dan 19 manajer Premier League lainnya kala mereka masih aktif bermain? Berikut Bolanet sajikan galeri lengkapnya. [initial]
Arsene Wenger (Arsenal)

Wenger sempat membuat tiga penampilan untuk Strasbourg kala mereka memenangkan liga Prancis. Manajer Asenal ini juga sempat merasakan bermain untuk tim di divisi yang lebih rendah, Mutzig dan Mulhouse.
Paul Lambert (Aston Villa)

Lambert pernah diberi tugas menjaga Zinedine Zidane di Final Liga Champions bersama Borussia Dortmund. Selain itu, yang bersangkutan juga pernah bermain untuk St Mirren, Motherwell, Celtic, dan Livingston.
Sean Dyche (Burnley)

Brian Clough tidak pernah memilihnnya tampil di tim utama Nottingham Forest, namun ia kemudian menjalani karir yang lumayan bagus sebagai bek di Chesterfield, Bristol City, Luton Town, Millwall, Watford, dan Northampton Town.
Jose Mourinho (Chelsea)

Mourinho, yang terlihat di sebelah kanan bawah foto di atas, bisa jadi merupakan pemain terburuk di antara 20 manajer Premeir League lainnya.
Memilih posisi sebagai pemain bertahan, Mourinho sempat membela beberapa klub gurem seperti Rio Ave, Belenenses, Sesimbra, dan Comercia e Industrio sebelum akhirnya memutuskan pensiun di usia 24 tahun.
Neil Warnock (Crystal Palace)

Manajer satu ini pernah membela beberapa tim seperti Chesterfield, Rotherham, Hartlepol, Schunthore, Aldershot, Barnsley, York City, dan Crewe.
Roberto Martinez (Everton)

Martinez merupakan bagian dari 'Trio Amigos' ketika ia bermain di Wigan Athletic. Sebelumya, ia juga sempat bermain di Spanyol bersama dengan Real Zaragoza dan Balaguer. Usai meninggalkan The Latics, sang pelatih sempat juga berlabuh ke Motherwell, Walsall, Swansea City, dan Chester.
Steve Bruce (Hull)

Merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah membela Inggris. Bruce justru meraih prestasi terbaiknya kala ia masih menjadi pemain. Ia menghabiskan sembilan tahun di Manchester United untuk memenangkan tak kurang dari delapan trofi prestisius bersama Setan Merah.
Nigel Pearson (Leicester)

Nigel Pearson, yang ada di sisi bawah foto di atas, merupakan seorang pemimpin alami kala ia masih bermain untuk Shrewsbury, Sheffield Wednesday, dan Middlesbrough. Salah satu prestasi terbaiknya mungkin saat menjadi kapten Sheffield kala mereka mengalahkan Manchester United di final Piala Liga tahun 1991.
Brendan Rodgers (Liverpool)

Rodgers (sisi kiri atas foto di atas) tidak pernah bisa mendapat penilaian atas kemampuannya mengolah si kulit bundar. Pasalnya, usai Reading merekrutnya dari Ballymena, ia mengalami cedera lutut di usia 20 tahun dan akhirnya memutuskan untuk pensiun.
Manuel Pellegrini (Manchester City)

Meski dikenal sebagai sosok yang tenang kala menghadapi media, Manuel Pellegrini dikenal sebagai gelandang tengah yang kerap meledak-ledak di atas lapangan hijau.
Ia sempat membela Chile sebanyak 28 kali dan hanya bermain untuk satu klub sepanjang karirnya, Universidad de Chile.
Louis van Gaal (Manchester United)

Sebagai pemain, Van Gaal pernah merasakan berbaju Antwerp, Telstar, Sparta Rotterdam, dan AZ Alkmaar.
Alan Pardew (Newcastle)

Pardew sempat membela Crystal Palace. Salah satu prestasi terbesarnya adalah mencetak gol kemenangan di semifinal Piala FA tahun 1990, kala timnya mengalahkan Liverpool.
Harry Redknapp (QPR)

Redknapp pernah satu tim dengan sosok terkenal seperti Bobby Moore, Geoff Hurst, dan Billy Bonds di West Ham. Selain itu, ia juga berpengalaman menjadi pemain di Bournemouth, Brentford, dan Seattle Sounders.
Ronald Koeman (Southampton)

Bisa dibilang Koeman merupakan sosok yang paling unggul sebagai pemain di antara 20 manajer Premier League lainnya saat ini. Ia sudah memenangkan hampir semua gelar bersama PSV, Barcelona, Groningen, Ajax, dan Belanda.
Ia merupakan bagian dari tim nasional negaranya kala mereka menjadi juara Eropa di tahun 1988 dan juga mencetak gol tendangan bebas yang indah kala Barcelona juara Eropa untuk pertama kali di tahun 1992.
Mark Hughes (Stoke)

Hughes sempat dua kali membela Manchester United. Ia juga tercatat pernah bermain untuk klub papan atas seperti Barcelona, Bayern Munich, dan Chelsea.
Gus Poyet (Sunderland)

Pesepakbola Uruguay paling terkenal di Inggris sebelum kedatangan Luis Suarez. Poyet merupakan pemain yang produktif menghasilkan gol, yang membuatnya direkrut oleh Chelsea dari Real Zaragoza di tahun 1997.
Ia menghabiskan tujuh tahun di Premier League bersama Chelsea dan Spurs, serta memenangkan Piala Winners serta Piala FA.
Garry Monk (Swansea)

Monk baru pensiun sebagai pemain tahun ini usai ia ditunjuk menjadi manajer Swansea City di usia 34 tahun. Pemain tengah ini sepat bermain untuk Southampton dan dipinjamkan beberapa kali, sebelum akhirnya mendarat di Swansea pada 2004 silam.
Mauricio Pochettino (Tottenham)

Pochettino menikmati karir yang bagus di Amerika Selatan dan Eropa bersama Newell's Od Boys, Bordeaux, dan Espanyol. Ia juga sempat 20 kali membela Argentina. Ia adalah orang yang melanggar Michael Owen di Piala Dunia 2002 di Jepang dan membuat David Beckham akhirnya mencetak gol melalui titik penalti.
Alan Irvine (West Brom)

Sebagai seorang winger yang lincah, Irvine bergabung dengan Everton dari QPR. Namun ia pergi untuk kemudian bermain bagi Crystal Palace, Dundee United, dan akhirnya Blackburn, di mana ia sempat ditangani oleh Kenny Dalglish.
Sam Allardyce (West Ham)

Bis Sam tercatat memainkan tak kurang dari 500 pertandingan bersama sembilan klub berbeda di tiga negara berlainan - Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06












