Inilah Pagar Betis Paling Unik di Dunia
Editor Bolanet | 8 Mei 2014 02:45
- Klub asal Brasil, Ponte Preta, menciptakan sebuah pagar betis unik, dalam laga kontra Parana di ajang Copa Brasil.
Pagar betis yang mereka ciptakan sebenarnya sama dengan kebanyakan pagar betis lainnya di seluruh dunia. Para pemain berjajar di depan gawang mereka. Namun, klub ini menambahkan 'pagar betis tidur', alias ada satu pemain yang khusus berbaring miring, di belakang pagar betis normal.
Hal tersebut mereka lakukan untuk menangkal lawan melancarkan tendangan bebas menyusur tanah. Pasalnya, saat itu spot eksekusi tendangan bebasnya memang berada persis di depan kotak penalti.
Ponte Preta sendiri saat itu dalam kondisi unggul 1-0. Sayangnya, kendati pagar betis itu sudah diatur sedemikian rupa, lawan ternyata masih bisa mencetak gol. Betapa kecewanya kemudian barisan pertahanan klub Serie B Brasil tersebut.
Namun, setidaknya mereka akhirnya bisa terenyum karena di babak adu penalti, mereka menang dengan skor 8-7.
Jika yang melakukan tendangan bebas adalah pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, atau mungkin pemain yang memilik tendangan super keras ala Roberto Carlos, apakah masih ada yang mau menggunakan taktik berbaring tersebut ya kira-kira? [initial]
(mrr/dim)
Pagar betis yang mereka ciptakan sebenarnya sama dengan kebanyakan pagar betis lainnya di seluruh dunia. Para pemain berjajar di depan gawang mereka. Namun, klub ini menambahkan 'pagar betis tidur', alias ada satu pemain yang khusus berbaring miring, di belakang pagar betis normal.
Hal tersebut mereka lakukan untuk menangkal lawan melancarkan tendangan bebas menyusur tanah. Pasalnya, saat itu spot eksekusi tendangan bebasnya memang berada persis di depan kotak penalti.
Ponte Preta sendiri saat itu dalam kondisi unggul 1-0. Sayangnya, kendati pagar betis itu sudah diatur sedemikian rupa, lawan ternyata masih bisa mencetak gol. Betapa kecewanya kemudian barisan pertahanan klub Serie B Brasil tersebut.
Namun, setidaknya mereka akhirnya bisa terenyum karena di babak adu penalti, mereka menang dengan skor 8-7.
Jika yang melakukan tendangan bebas adalah pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, atau mungkin pemain yang memilik tendangan super keras ala Roberto Carlos, apakah masih ada yang mau menggunakan taktik berbaring tersebut ya kira-kira? [initial]
Open Play Lainnya:
Video: Cules Minta Martino Bertahan
Tangis Haru Diego Simeone Terima Pesan dari Buah Hati
Video: Pertemuan Rahasia Barca - Enrique Jelang Sua Madrid
11 Model Sensual Barcelona Berseragam Argentina
Mampukah Iniesta Ulangi Iniestazo?
Perangi Rasisme Dani Alves Bermain Gitar
Video: Kandidat Atraksi Suporter Paling Spektakuler Dari Liga Denmark
Kebobolan Lima Gol, Kiper Tim Ini Minggat Dari Lapangan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marquinhos Ingatkan Brasil Tak Remehkan Jepang
Piala Dunia 29 Juni 2026, 16:17
-
Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Neymar Masih Cadangan?
Piala Dunia 29 Juni 2026, 11:34
-
Prediksi Starting XI Brasil untuk Ladeni Jepang
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:31
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:23
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









