Mampukah PSMS Bangkit dan Kalahkan Persija di Leg Kedua Semifinal Piala Presiden?
Haris Suhud | 12 Februari 2018 12:26
Bola.net - - PSMS Medan memang hanya berpeluang kecil untuk lolos ke final Piala Presiden 2018 setelah mengalami kekalahan 4-1 dari Persija Jakarta di leg pertama. Namun demikian, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tetap memiliki peluang lolos jika memiliki pendekatan yang tepat pada leg kedua nanti.
Pertemuan kedua nantinya akan kembali berlangsung di Stadion Manahan Solo, Senin (12/2), pada pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, tempat ini juga menjadi arena pertarungan antara kedua kubu pada leg pertama.
Jika melihat kembali performa antara kedua tim pada leg pertama, cukup berimbang kecuali pada hasil akhir yang terpampang di papan skor. Dari segi permainan, PSMS bisa dikatakan mampu mengimbangi permainan Macan Kemayoran.
Setelah pertandingan selesai, tercatat bahwa penguasaan bola tidak berbeda jauh. Persija menguasai bola sebanyak 52 persen sementara PSMS 48 persen. Jumlah tembakan hanya selisih satu poin, PSMS melakukan tembakan tepat sasaran delapan kali sementara Persija sembilan kali. Yang membedakan, upaya PSMS hanya satu biji yang berbuah gol sementara Persija mencetak empat gol.
Usai pertandingan, pelatih PSMS Djajang Nurdjaman, mengatakan pasukannya kalah pengalaman dari Persija yang musim lalu merupakan kontestan Liga 1 yang musim ini mendapat jatah bermain di Piala AFC. Sementara PSMS sendiri merupakan klub promosi dari Liga 2.
Konsentrasi kami pecah. Kami sempat bangun dan membalap tapi pemain kami kalah pengalaman. Berbeda dengan Persija yang sarat pengalaman, ujar mantan pelatih Persib Bandung yang karib disapa Djanur tersebut.
Ada benarnya apa yang dikatakan Djanur di atas. Tapi masalah sebenarnya dalam kekalahan tersebut tidak seluruhnya karena pengalaman. Dalam skuat PSMS saat ini juga terdapat pemain sarat pengalaman seperti Muhamad Roby atau Legimin Raharjo. Kekalahan PSMS di leg pertama itu lebih karena pendekatan yang kurang tepat.
Kesalahan PSMS di Leg Pertama Lawan Persija
Pada leg pertama kemarin, pertandingan antara kedua kubu berjalan agresif sejak menit awal. Persija langsung memberikan tekanan pada barisan pertahanan PSMS.
Strategi mencuri gol cepat yang dilancarkan Persija sukses. Ketika pertandingan baru berjalan empat menit, gawang PSMS sudah kebobolan lewat tendangan Marko Simic.
Setelah kebobolan satu gol, PSMS langsung ingin membalas dan bermain terbuka. Ini kesalahan yang dilakukan PSMS.
Bahwa memang benar dalam pertemuan ini, PSMS bertindak sebagai tuan rumah. Tapi bagaimanapun, PSMS tetap dalam laga ‘tandang’ karena berlangsung di Solo yang jauh dari Medan. Di tempat yang sebenarnya netral ini, pendukung Persija justru jauh lebih banyak dari PSMS. Tekanan pun tentu lebih berat dirasakan pemain PSMS.
Nah, ketika PSMS bermain terbuka membuat pemain –yang jika memang benar ada yang kurang berpengalaman – tampil grogi, khususnya di lini belakang. Buruknya koordinasi menjadikan tembok pertahanan tim besutan Djanur begitu mudah dihancurkan.
Pada menit 12, PSMS kembali kebobolan. Tak berselang lama, penjaga gawang Abdul Rahim yang sebenarnya bermain ciamik dalam laga ini harus memungut bola dari dalam gawangnya lagi. Hanya dalam waktu 15 menit skor sudah berada pada angka 3-0.
Jika seandainya PSMS lebih sabar dan tenang, kekalahan dari Persija dipercaya tak akan separah ini. Bahkan mungkin mereka bisa bangkit dan balik unggul.
Dua penyerang PSMS Wilfried Yesson dan Sadney Urikhob adalah pemain bagus. Beberapa kali dua pemain tersebut mampu membuat pertahanan Persija kerepotan. Dan buktinya, Yessoh mampu mencetak gol pada menit 41 untuk memberikan harapan kebangkitan PSMS.
Di babak kedua, PSMS bahkan bermain lebih baik dan berbahaya. Hanya saja kemudian di menit-menit akhir, gawang PSMS harus kebobolan lagi saat semuanya fokus menyerang. Melalui serangan balik, Simic kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 74.
Strategi PSMS di Leg Kedua untuk Pukul Balik Persija
Tidak dapat dipungkiri memang sulit bagi PSMS untuk lolos ke babak final setelah mengalami kekalahan 4-1. Tapi dalam sepakbola terdapat sebuah kepercayaan bahwa bola itu bundar. Apa saja bisa terjadi. Dan PSMS sebaiknya juga percaya dengan ungkapan tersebut.
Tapi yang lebih penting tentunya bagaimana cara pendekatan PSMS ketika menjalani leg kedua nanti. Kemenangan adalah satu-satunya yang wajib diraih jika berharap lolos ke final.
Sementara itu, pelatih Persija Stefano Cugurra Teco, menyatakan tak akan sekedar bertahan untuk menjaga keunggulan dalam pertandingan leg kedua nanti. Tapi di sisi lain, Persija harus menghemat tenaga. Pasalnya, dua hari setelah pertandingan ini, Persija akan menghadapi Johor Darul Takzim di babak penyisihan grup Liga Champions Asia. Hanya ada satu hari istirahat. Sedangkan pertandingan tersebut akan berlangsung di Malaysia yang membuat Persija perlu menempuh perjalanan. Dengan demikian, Persija hanya punya waktu beberapa jam saja untuk istirahat setelah menghadapi PSMS. Ini yang menjadi masalah.
Melihat kondisi seperti itu, Persija sepertinya akan lebih bermain pragmatis. Oleh sebab itu, jika PSMS hanya bermain bertahan, peluang mereka membalas kekalahan atas Persija akan semakin tipis. Oleh sebab itu, jalan satu-satunya adalah memberikan tekanan penuh pada Persija apapun hasilnya nanti. Tak perlu terbebani, karena sebenarnya yang sedang dalam tekanan ialah Persija yang harus menjaga keunggulan.
Melihat materi pemain PSMS saat ini memang bukan yang terbaik tapi juga bukan yang terburuk. Sepanjang kompetisi Piala Presiden 2018 ini, mereka kerap memberikan kejutan, salah satunya mengalahkan Persib Bandung dan menyingkirkan Persebaya Surabaya di delapan besar.
Perjalanan PSMS di Piala Presiden tahun ini mengingatkan akan kejutan yang diberikan oleh Leicester City di Premier League pada musim 2015/2016. Pada musim itu, Leicester mampu menjadi juara ketika tak ada satupun yang menjadikannya favorit juara.
Tim besutan Claudio Ranieri kala itu lebih menekankan pada serangan balik dan menerapkan umpan-umpan lambung untuk mengalahkan tim-tim besar. Hingga akhirnya, Leicester mampu meraih gelar juara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
PSMS mungkin bisa memodifikasi strategi yang diterapkan Leicester dengan menjadikan Urikhob sebagai Riyad Mahrez, Yessoh sebagai Jamie Vardy dan Legimin sebagai N'Golo Kante. Mungkin itu akan menjadi jalan keluar bagi Djanur untuk mengantarkan timnya lolos ke babak final.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 19:42 -
Gustavo Almeida Berpeluang jadi Top Skor BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:42
LATEST UPDATE
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




