Melihat Ronaldinho sebagai Dewa dan Manusia Biasa
Haris Suhud | 17 Januari 2018 15:00
Bola.net - - Untuk pertama kalinya setelah hengkang dari Barcelona, Ronaldinho kembali menginjakkan kaki di Camp Nou pada tahun 2010. Namun pada saat itu, Ronaldinho tak lagi mengenakan seragam Blaugrana melainkan berkostum AC Milan.
Kembalinya pemain bernama lengkap Ronaldo de Assis Moreira ke Camp Nou tersebut begitu terasa emosional. Pasalnya, stadion tersebut sudah seperti ‘Kawah Candradimuka’—sebuah tempat yang mendidiknya sehingga menjadi dewa dalam sepakbola.
Ronaldinho pernah bermain di Barcelona selama lima musim dengan catatan kesuksesan yang luar biasa. Meski menjadi pemain rival untuk Barca kala itu, tak ada aroma kebencian dari publik Camp Nou pada Ronaldinho. Ia mengumbar senyumnya yang khas dan sambutan kepadanya pun begitu hangat.
Bukan hanya para hadirin saja yang memberikan sambutan pada Ronaldinho. Pemain Barca pun ikut meluapkan kangennya padanya. Ia kemudian diajak foto bersama kesebelasan Barcelona. Ia menjadi pemain ke-12 dalam sesi foto tersebut, di mana ia sendiri yang menggunakan seragam AC Milan.
Perbedaan warna sepertinya memang tak menjadi halangan untuk mencintai Ronaldinho sampai ia memutuskan pensiun dari dunia sepakbola pada usia 37 ini.
Selama sekian tahun bermain sepakbola, Ronaldinho telah memberikan warisan pengalaman yang menyenangkan kepada umat manusia di seluruh dunia. Senyumnya yang legit pasti akan selalu membekas pada memori generasi yang pernah melihatnya. Ia tak akan terlupakan.
Perjalanan Karier Ronaldinho
Ronaldinho tercatat masuk sebagai pemain utama ketika masih membela klub Brasil, Gremio, pada tahun 1998. Setelah itu, ia pindah ke PSG pada tahun 2001.
Setelah menjuarai Piala Dunia bersama dengan Brasil pada tahun 2002, Ronaldinho pindah ke Barcelona pada tahun 2003. Bersama dengan klub asal Catalan tersebut, nama Ronaldinho semakin melejit. Ia pernah menjuarai La Liga dua kali dan Liga Champions; dan juga menjadi pemain terbaik dunia pada tahun 2005.
Pemain yang kemudian mendapat julukan O Rei atau Dewa tersebut pindah ke AC Milan pada tahun 2008 dengan mahar 35 juta euro. Akhirnya, ia juga bisa merasakan gelar Serie A pada tahun 2011.
Setelah itu, ia pernah bergabung dengan sejumlah klub di benua Amerika termasuk Flamengo, Atletico Meniero, Queretaro FC dan Fluminese. Hingga akhirnya hampir 50 penghargaan pernah ia rasakan sebelum memutuskan pensiun.
Ronaldinho Sang Dewa Sepakbola
Ronaldinho adalah pemain yang memiliki skill bermain di atas lapangan yang berbeda daripada yang lain. Oleh sebab itulah, ia mendapat julukan O Rei atau Sang Dewa.
Ia bisa menggiring bola dengan lincah, melewati dua atau tiga pemain dengan mudah. Ia bisa membuat lawan-lawannya mendadak seperti orang bodoh, meskipun itu pemain sekelas Andrea Pirlo hingga Paulo Maldini. Menggiring bola dan mencetak gol spektakuler sudah menjadi hal yang lumrah baginya.
Pada generasinya, Ronaldinho bisa dikatakan sebagai pemain dengan kemampuan individu yang paling baik. Wajar apabila pemain sepakbola zaman sekarang menjadikannya rujukan sekaligus tauladan.
Lionel Messi adalah satu pemain yang banyak mendapat pelajaran dari Ronaldinho. Pemain Barcelona yang telah menyabet lima penghargaan Ballon d'Or tersebut adalah salah satu junior Ronaldinho di Barca. Tanpa Ronaldinho, barangkali Messi tak akan bisa menjadi seperti sekarang ini.
Messi sendiri menjalani debutnya bersama skuat utama Barcelona pada tahun 2004. Pemain asal Argentina tersebut kemudian mencetak gol debutnya pada tahun 2005 ketika menghadapi Albacete berkat umpan dari Ronaldinho.
Messi tak bisa menyimpan kebahagiaan setelah mencetak gol pertamanya tersebut. Ia sangat berterima kasih pada Ronaldinho. Cepat-cepat ia berlari ke arah Ronaldinho usai mencetak gol. Sang guru kemudian menyambut bocah yang masih berusia 16 tahun kala itu dan memeluknya dengan hangat, seperti ayah menyambut keberhasilan anaknya. Mereka merayakan kebahagiaan bersama-sama.
Dia tak sekedar memberikanku bola. Tapi, lewat umpannya ia sepertinya benar-benar ingin aku mencetak gol. Luar biasa, tutur Messi mengenang gol pertamanya tersebut.
Dia sangat membantuku. Tidak pernah mudah masuk ke ruang ganti pada usia 16 tahun. Ronaldinho membuat segalanya lebih mudah. Aku punya keberuntungan bisa berbagi banyak hal dengannya, jelas pemain yang sekarang menjadi top skor klub sepanjang masa tersebut.
Selain Messi, banyak para pemain ternama saat ini yang juga ingin mengikuti jejak Ronaldinho, mulai dari Neymar, Philippe Coutinho hingga Paulo Dybala.
“Ronaldinho selalu menjadi pujaanku,” ucap Coutinho, pemain yang baru saja pindah ke Barcelona.
Ronaldinho Manusia Biasa
Di balik hal-hal spektakuler yang meliputi perjalanan Ronaldinho seperti yang telah disinggung, Ronaldinho juga tak luput dari hal-hal negatif baik itu di atas lapangan dan di luar lapangan.
Sejak bermain bermain di PSG, Ronaldinho disebut mulai memiliki kebiasaan buruk. Ia mulai tercebur dalam dunia malam yang penuh hingar-bingar, pesta, minuman keras dan lain sebagainya.
Bahkan ia pernah dilaporkan dalam satu pekan hanya sekali datang latihan di PSG. Itupun sehari jelang pertandingan. Ketika sudah tiba di tempat latihan, ia tak segera gabung dengan skuat untuk mengikuti sesi latihan--melainkan menuju ke ruang pijat dan tidur di sana. Ia diduga kelelahan setelah semalaman menghabiskan waktu untuk berhura-hura.
Kebiasaan buruk seperti itu masih berlanjut ketika bermain di Barcelona. Namun hal itu sempat tak dipermasalahkan karena bagaimanapun Ronaldinho punya andil besar untuk tim.
Tapi kian hari, tubuh Ronaldinho kian gendut. Josep Guardiola yang saat itu menjadi pelatih Barca mulai khawatir kebiasaan buruk Ronaldinho dapat berdampak buruk pada pemain muda.
Ketika bermain di AC Milan, Ronaldinho sudah mengalami penurunan performa. Hal itu barangkali tersebab kehidupannya yang kurang sehat sebagai atlet itu.
Lalu ketika bermain di klub-klub Amerika, karier Ronaldinho semakin meredup. Ia lebih sering menciptakan kontroversial daripada kontribusi positif untuk timnya.
Atletico Mineiro hingga menghentikan kontrak Ronaldinho pada tahun 2014 karena sudah tak sabar dengan sikapnya. Bagaimana tidak, dalam sebuah jumpa pers, Ronaldinho tanpa merasa bersalah menenggak minuman ‘Pepsi’. Hal itu tentu membuat pihak manajemen Mineiro kesal karena klub tersebut mendapat sokongan dana dari sponsor produk Coca-Cola, sementara Pepsi adalah produk rival.
Nasib Ronaldinho di Queretaro pun tak beda jauh. Ia bermain tak lebih dari satu musim. Kemudian saat bermain di Flumenense, ia hanya bertahan selama dua bulan saja.
Setelah itu, Ronaldinho lama tak mendapat kontrak dari klub. Sepertinya klub harus berpikir panjang untuk merekrutnya setelah menimbang serangkaian aksi kontroversial Ronaldinho.
Dan akhirnya, Ronaldinho pun pensiun. Perjalanannya sebagai pemain sepakbola meninggalkan banyak kenangan untuk kita semua. Untuk itu semua, kita patut berterima kasih pada Ronaldinho yang telah memberikan hiburan tak ternilai. Dan atas kesalahan yang pernah ia lakukan, maafkanlah!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
Liga Spanyol 4 September 2026, 11:05
-
Arda Guler Mulai Menempatkan Pedri di Bawah Levelnya
Liga Spanyol 4 September 2026, 07:06
-
Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
Liga Italia 3 September 2026, 22:02
-
Kenapa Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 Lionel Messi?
Piala Dunia 3 September 2026, 14:14
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





