Menutup Liga 1 Indonesia dengan Kebingungan
Haris Suhud | 13 November 2017 17:43
Bola.net - - Liga Indonesia kasta tertinggi sudah resmi berakhir yang ditandai dengan kekalahan Bhayangkara FC dari Persija Jakarta dengan skor 1-2, Minggu .
Bhayangkara keluar sebagai juara dengan mengumpulkan 68 poin. Bali United berada di peringkat dua meskipun mengumpulkan poin sama dengan Bhayangkara FC dan memiliki surplus gol lebih banyak. Sebab The Guardians—julukan Bhayangkara FC—unggul head to head atas Bali United.
Kemarin, Bhayangkara FC merayakan momen bahagia sebagai juara. Wajah para pemain Bhayangkara tampak sumringah setelah menerima trofi juara Liga 1 Indonesia yang musim ini disponsori oleh Gojek dan Traveloka.
Di tempat lain, Bali United juga merayakan momen sebagai juara yang tak kalah meriah. Dalam sebuah pesta bersama para suporter di kandang sendiri, raut para tifosi Serdadu Tridatu tak kalah gembira dari para pemain Bhayangkara. Mereka mengenakan kaos putih dengan tulisan ‘Champions’ di bagian dada.
Berarti ada dua klub yang juara?
Begini ceritanya. Ini semua bermula karena status juara yang menjadi ‘sengketa’. Operator Liga Indonesia dan PSSI memutuskan Bhayangkara yang menjadi juara. Sementara itu di pihak lain banyak orang yang menyatakan Bali United lah yang pantas menjadi juara Liga 1 Indonesia sebenarnya, meski tanpa mahkota.
Ketika liga menginjak pekan terakhir, Bali United sebenarnya berada di puncak klasemen dengan 65 poin dan punya sisa satu pertandingan. Bhayangkara FC ada di peringkat dua dengan 63 poin dan dua pertandingan tersisa.
Kubu Bhayangkara mula-mula mendapat tambahan dua poin di luar pertandingan. Sebab lawan yang dihadapi pada pekan ke-32, Mitra Kukar, dinyatakan kalah WO karena terbukti menurunkan pemain yang terkena akumulasi kartu merah, Mohamed Sissoko.
Sebenarnya laga tersebut berakhir imbang 1-1. Lalu berdasarkan surat putusan PSSI no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017 menyatakan Mitra Kukar kalah 0-3 dan harus membayar denda senilai 100 juta rupiah.
Sementara itu, Mitra Kukar sendiri tak merasa melakukan kesalahan ketika menurunkan Sissoko pada waktu itu. Sebab dalam daftar pemain yang dilarang bertanding hanya terdapat dua nama, yaitu Herwin Tri Saputra dan Indra Kahfi. Lagi pula tak ada teguran dari pengawas pertandingan ketika Mitra Kukar menyerahkan daftar nama pemain yang mencantumkan Sissoko jelang pertandingan.
Mitra Kukar juga mengklaim tak ada pemberitahuan soal sanksi lebih lanjut kepada Sissoko—yang sebelumnya mendapat hukuman larangan bertanding satu kali karena kartu merah langsung—sehingga pemain bersangkutan turun ketika menghadapi Bhayangkara.
Di dalam sepakbola negara-negara lain seperti di Spanyol, klub yang didakwa bersalah memiliki hak untuk mengajukan banding. Sementara Mitra Kukar baru bisa mengajukan banding setelah keputusan hukuman ditetapkan.
Selain itu, sanksi yang berupa penambahan poin di tengah musim berjalan untuk Bhayangkara ini juga terasa ganjil. Dalam situs resmi liga Kode Disiplin ditulis dengan 'Kode Disiplin ISC', tapi tidak bisa diakses berkasnya. Mengutip Pandit Football, jika kode disiplin Liga 1 tak jauh berbeda dengan kode disiplin ISC, liga sebelum Liga 1, maka hukuman 3-0 seperti yang diterima Mitra Kukar tidak dibenarkan, yang ada hukuman pembatalan pertandingan. Denda pun bukan 100 juta rupiah, melainkan 50 juta rupiah.
Tentu saja yang paling merasa dirugikan dengan keputusan ini adalah Bali United. Gelar juara yang awalnya sudah di depan mata kembali menjauh. Artinya dengan penambahan poin kepada Bhayangkara FC, membuat rival Bali tersebut otomatis naik tahta. Syahdan mereka menjadi favorit juara utama di detik-detik terakhir, apalagi masih punya dua pertandingan tersisa.
Tak lama setelah keputusan itu, hari Rabu (8/11), Bhayangkara menjalani pertandingan pekan ke-33 menghadapi Madura United yang tanpa penonton. Sekali lagi, steril dari penonton namun penjagaan polisi begitu ketat. Singkat cerita, Bhayangkara menang dengan skor 3-1 atas tuan rumah.
Dari perolehan tiga poin dari kandang Madura United tersebut, mestinya Bhayangkara sudah otomatis menjadi juara karena jumlah 68 poin sudah tak mungkin terkejar. Adapun Bali United baru akan menjalani pertandingan empat hari setelahnya, pada hari Minggu . Kalaupun toh menang, Bhayangkara tetap unggul head to head.
Tapi sampai di sini tak ada pernyataan untuk sang juara dari operator liga atau dari PSSI. Seperti ada kegamangan untuk mengatakan bahwa Bhayangkara adalah juaranya. Hal itu tersirat dalam pernyataan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.
Yang namanya juara di satu kompetisi penuh itu dilansirkan setelah seluruh pertandingan di seluruh lini selesai. Jadi statement belum juara itu bukan gara-gara Mitra Kukar dan Bali. Tapi kompetisi penuh itu maknanya kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan, ucap Ratu pada hari Sabtu (11/11).
Jangankan PSSI, federasi sepakbola Internasional sekelas FIFA saja juga dibuat bingung oleh sepakbola di negeri ini.
Terpantau di laman FIFA memasuki pekan terakhir, yaitu pekan 34, Bali United masih sempat terlihat sebagai juara Liga Indonesia. Namun kemudian, FIFA memang melakukan revisi dan menempatkan Bhayangkara sebagai pemuncak klasemen.
Merujuk kembali pada pernyataan Sekretaris Jenderal PSSI bahwa gelar juara akan ditentukan di akhir musim ketika semua pertandingan sudah selesai, maka Bhayangkara akhirnya diputuskan sebagai juara. Namun tidak semua sepakat dengan keputusan tersebut. Banyak yang mengatakan bahwa Bali United lah yang pantas mendapat gelar juara Liga Indonesia musim ini.
Penyerang Bali United yang juga pernah mengisi skuat timnas Indonesia, Irfan Bachdim, bahkan berani mengatakan Bali United yang lebih pantas menjadi juara daripada Bhayangkara. Ia yakin seluruh masyarakat Indonesia akan meng-amini pernyataannya tersebut.
Seluruh Indonesia tahu bahwa Bali United adalah juara sesungguhnya, ujarnya.
Tapi, ah, daripada bingung meributkan siapa juara sejati, ada baiknya kita bersajak saja:
PSSI bingung
FIFA bingung
Penonton bingung
Pemain bingung
Kita semua bingung.
Dan ke arah mana sepakbola Indonesia berjalan ke depannya?
(bola/shd)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persebaya 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 16:22
-
Link Nonton Siaran Langsung Bali United vs PSS Sleman FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:42
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSS Sleman 4 September 2026
Bola Indonesia 3 September 2026, 16:44
LATEST UPDATE
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


