25 Tahun Berlalu: Valentino Rossi Kenang Debut Gemilangnya di GP125 1996
Anindhya Danartikanya | 24 Maret 2021 14:20
Bola.net - Tahun 2021 merupakan musim ke-26 bagi Valentino Rossi berkarier di arena Grand Prix, yang berarti 25 tahun sudah berlalu sejak debutnya dalam GP125 Malaysia di Sirkuit Shah Alam. Lewat situs resmi MotoGP, Senin (22/3/2021), rider Petronas Yamaha SRT ini pun mengenang momen-momen menyenangkan yang ia alami sepanjang 1996.
Rossi yang lahir di Urbino, Italia, pada 16 Februari 1979, merupakan anak dari mantan pembalap GP500, Graziano Rossi. Graziano sendiri masih aktif di paddock Grand Prix usai pensiun dari dunia balap motor. Alhasil, Rossi pun kerap diajak menonton balapan, hingga mengenal banyak pembalap Italia ternama.
Mengikuti jejak mereka berlaga di Grand Prix pun tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rossi, dan ia pun tak menyangka bakal punya prestasi yang sangat mentereng dan bahkan berkarier panjang. "Turun di kejuaraan dunia saja sudah impian jadi nyata. Tahun 1996, jadi sudah satu kehidupan yang lalu," ungkapnya.
"Saya punya banyak teman pembalap, karena Graziano juga mantan pembalap. Saya jadi sering menghabiskan banyak waktu dengan banyak pembalap Italia, seperti Luca Cadalora, Loris Reggiani, Doriano Romboni, dan Loris Capirossi. Bagi saya, mereka bagaikan idola," lanjut Rossi, yang dulu berjuluk Rossifumi dan Valentinik, sebelum menjadi The Doctor.
Langsung Tampil Kuat Sejak Awal Musim

Rossi pun mengenang balapan pertamanya di GP125, tepatnya pada 29-31 Maret 1996 di Sirkuit Shah Alam. Start dari posisi 13, ia pun mampu finis di posisi keenam. "Balapan pertama saya adalah di Malaysia. Saya ingat saya sangat bahagia saat start. Jelas tak terlupakan. Saya mampu tampil kuat sejak awal musim, karena pada balapan pertama pun saya langsung finis keenam," kisahnya.
"Saya ingat bertarung dengan Jorge Martinez (Aspar) dan Dirk Raudies. Kami sangat sengit dan kerap bersenggolan. Saat kembali ke Eropa, sejak Jerez, kurang lebih saya konsisten memperebutkan podium. Juga di Mugello, saya nyaris dapat podium pada tahun pertama. Jadi, usai paruh pertama musim, saya mulai berpikir bahwa mungkin saya juga bisa memenangi balapan," lanjut Rossi.
Rossi akhirnya merebut podium perdana di Sirkuit Spielberg, Austria, yang kini lebih dikenal dengan Red Bull Ring. Balapan itu dimenangkan oleh Ivan Goi, sementara Rossi finis ketiga di belakang Raudies. Dua pekan kemudian, mereka tiba di Brno dan Rossi pun menggebrak. Ia merebut pole dan kemenangan perdana dalam kariernya di kejuaraan dunia.
Kenang Podium, Pole, dan Kemenangan Perdana

"Podium perdana saya terjadi di Austria. Pada pekan balap berikutnya, saya meraih pole perdana, dan bahkan meraih kemenangan di Brno, usai bertarung dengan Martinez pada lap terakhir. Jujur saja, saat itu saya tak bisa sepenuhnya paham bagaimana saya bisa menang. Tapi saya ingat betul saya sangat bahagia," ungkap Rossi.
Pembalap Italia berusia 42 tahun ini pun menyebut 1996 sebagai tahun yang akan selalu ia ingat seumur hidupnya. Melihat ke masa lalu, Rossi juga jadi kian bersemangat menjalani musim baru. Ia bertekad kembali tampil kompetitif bersama Petronas Yamaha SRT dalam musimnya yang ke-22 di GP500/MotoGP.
"Itu adalah periode yang tak terlupakan dalam hidup dan karier saya. Saya sangat mencintai gaya hidup ini, dan saya sangat suka mengendarai motor. Jadi, saya punya motivasi yang sangat baik, dan kami akan coba tampil kuat juga musim ini," pungkas Rossi, yang kini telah mengantongi sembilan gelar dunia, 235 podium, dan 115 kemenangan selama berkarier di Grand Prix.
Sumber: MotoGP
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
- Tak Sesali Suzuki dan KTM, Johann Zarco Lega Situasinya Membaik di Ducati
- Johann Zarco: Saya Punya Segalanya demi Juarai MotoGP Bareng Ducati
- Enea Bastianini Pilih Santai Jalani MotoGP Qatar, Anggap Balapan Kedua Lebih Krusial
- Luca Marini Sebut Balapan MotoGP Perdana di Qatar 'Skenario Sempurna'
- Ogah Sesumbar, Franco Morbidelli Hanya Bidik 5 Besar di MotoGP Qatar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kapten Arsenal Belum Menyerah, Persaingan Masih Terbuka!
Liga Inggris 20 April 2026, 20:15
-
Prediksi Inter vs Como 22 April 2026
Liga Italia 20 April 2026, 20:09
-
Mikel Arteta Terlalu Emosional? Arsenal Diuji di Momen Penentuan
Liga Inggris 20 April 2026, 19:44
-
Prediksi Real Madrid vs Alaves 22 April 2026
Liga Spanyol 20 April 2026, 19:32
-
6 Pemain Arsenal yang 'Menghilang' Saat Dikalahkan Man City
Liga Inggris 20 April 2026, 19:14
-
Mohamed Salah Ingin Tutup Karier dengan Indah
Liga Inggris 20 April 2026, 18:48
-
Guardiola Lempar Pertanyaan: Siapa di Puncak Klasemen Liga Inggris?
Liga Inggris 20 April 2026, 18:18
-
Prediksi Brighton vs Chelsea 22 April 2026
Liga Inggris 20 April 2026, 18:14
-
Liga Inggris 20 April 2026, 17:47

-
Trofi Bundesliga di Kantong, tapi Ambisi Bayern Munchen Masih Membara!
Bundesliga 20 April 2026, 17:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00











