4 Faktor yang Bikin Alex Marquez Kompetitif di MotoGP 2023: Cocok di Ducati?
Anindhya Danartikanya | 13 April 2023 10:55
Bola.net - MotoGP 2023 memang baru berjalan dua seri, tetapi berbagai peristiwa kontroversial dan performa-performa mentereng sudah membuat kompetisi ini menjadi berwarna-warni. Salah satu rider yang mencuri perhatian di tengah-tengah kehebohan ini adalah pembalap anyar Ducati dari Gresini Racing, Alex Marquez.
Marquez yang meraih dua podium bersama Repsol Honda sebagai rookie pada 2020, seolah-olah terlupakan saat ia terpuruk bersama LCR Honda selama dua musim. Setelah merasa tak mendapatkan dukungan berarti dari Honda dan tak bisa meningkatkan performa, Marquez memilih hengkang ke Ducati dan Gresini.
Keputusan Marquez ini dianggap tepat karena performa Honda semakin jeblok, sementara Ducati merupakan motor yang dikenal bersahabat dengan segala jenis gaya balap. Ia pun tampil kompetitif sejak dapat kesempatan menaiki Desmosedici GP22, bahkan menyabet pole dan finis ketiga dalam main race MotoGP Argentina.
Sejatinya apa saja sih faktor yang membuat juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini menjadi kembali tampil kompetitif di MotoGP? Simak ulasannya berikut ini tuk, Bolaneters!
Ducati Lebih 'Ramah' Ketimbang Honda

Marquez mengaku bahwa Ducati memiliki karakter yang lebih jinak dari Honda. Meski sama-sama tak lincah di tikungan dan sama-sama bertenaga besar, penyaluran tenaga Ducati lebih mulus. Uniknya, meski takjub dirinya melaju cepat, Marquez meyakini dirinya belum 100% klop dengan Ducati.
"Ducati secara umum punya hal-hal positif. Mungkin yang mirip di antara mereka dan Honda adalah performa di tengah tikungan. Namun, akselerasi dan pengereman Ducati jauh lebih baik. Di atas segalanya, yang paling saya suka adalah mesinnya. Halus dan bertenaga, bikin hidup saya lebih mudah," kisah Marquez.
"Honda lebih agresif, dan saat selip, Anda tak bisa paham. Sementara itu, Ducati lebih mudah diprediksi, lebih jinak. Ini memberi saya banyak informasi. Jika menjalani lap dengan Honda, Anda takkan paham bagaimana Anda melakukannya. Sungguh gila. Dengan Ducati, Anda bisa tahu apa yang Anda lakukan sepanjang waktu," lanjutnya.
Tak Lagi Satu Pabrikan dengan Marc Marquez

Marquez tentunya memiliki beban mental tersendiri sebagai adik dari seorang delapan kali juara dunia seperti Marc Marquez. Orang-orang terus berekspektasi agar dirinya menyamai prestasi sang kakak, apalagi ketika mereka masih bernaung di pabrikan yang sama selama tiga musim.
Kini, 'El Pistolas' pun memilih jalannya sendiri dengan memilih pindah ke Ducati dan tak lagi harus dilibatkan dalam pembicaraan-pembicaraan soal peran sang kakak di Honda. "Kini Marc bakal punya masalah-masalahnya sendiri, dan saya akan punya masalah-masalah sendiri pula," ungkapnya.
"Masalah kami bukan lagi masalah yang kami tanggung bersama-sama. Ada saatnya masa saya bersama Honda mentok, dan saya terpaksa mencari motivasi lain," lanjutnya.
Merasa Dirangkul oleh Ducati

Sejak tiba di Ducati, Marquez merasa mendapatkan dukungan moral dan teknis yang baik. Ia bahkan dapat semangat dari trio bos Ducati, yakni Gigi Dall'Igna, Paolo Ciabatti, dan Davide Tardozzi untuk meraih lebih banyak podium ketimbang saat masih membela Honda.
"Penyambutan sejak hari pertama sangat menyenangkan dan mereka benar-benar merangkul saya. Ducati punya filosofi bahwa mereka ingin delapan rider yang naik motor mereka berada di depan, dan mereka memberi banyak dukungan. Ini hal yang harus disyukuri dan saya merasa penting dalam pabrikan mereka," ujarnya.
"Gigi datang setiap hari, setiap siang hari saat tes. Hal ini tak terjadi di Honda. Bagi seorang rider, ini penting, karena Anda merasa jadi bagian penting dan Anda merasakan bahwa ia mendengarkan Anda. Ducati juga memberikan banyak gagasan untuk mencari kemajuan," lanjut rider berusia 26 tahun ini.
Termotivasi untuk Tutup Mulut Haters

Marquez juga tentunya punya keinginan mematahkan opini para haters yang sejak 2020 menyebutnya tak layak mendapatkan tempat di MotoGP. Meski mengaku tak peduli pada omongan orang, Marquez sudah jelas ingin membuktikan bahwa opini-opini itu salah.
Marquez pun berhasil melakukannya dengan performa yang apik sepanjang masa pramusim, begitu juga pada dua seri pertama, di mana ia tampil kompetitif pada tiap sesi dalam berbagai kondisi cuaca. "Saya tak peduli apa yang dipikirkan orang tentang saya. Saya selalu percaya pada diri sendiri," ungkapnya.
"Saya percaya telah mengambil keputusan tepat dengan memilih Ducati dan Gresini. Saya pilih jalan ini karena saya tak mau punya alasan tampil buruk. Saya ingin punya motor terbaik dengan tim yang layak dan profesional. Jadi, kini segalanya kini tergantung saya sendiri," lanjut Marquez.
Baca juga:
Stefan Bradl, Test Rider 'Super' yang Setia Gantikan Marc Marquez Saat Cedera
3 Pembalap Absen di MotoGP Austin, 3 Test Rider Terpaksa Jadi Pengganti
Repsol Honda Pastikan Joan Mir Hadir di MotoGP Austin, Stefan Bradl Gantikan Marc Marquez
Daftar Pemenang MotoGP Amerika Serikat, Marc Marquez Masih 'Sheriff' Sejati
5 Fakta Keren Marco Bezzecchi, Murid Valentino Rossi yang Kini Pimpin Klasemen MotoGP 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



