Dijuluki 'The Next Marc Marquez', Siapa Fabio Quartararo?
Anindhya Danartikanya | 6 Juli 2018 13:40
Bola.net - - Belakangan nama Fabio Quartararo terus menjadi topik hangat dalam perbincangan di MotoGP. Siapa sejatinya dia? Tim Bola.net pun akan membeberkan perjalanan karir rider Prancis tersebut, yang baru saja merebut kemenangan di Moto2 Catalunya, Spanyol dan finis kedua di Assen, Belanda akhir pekan lalu.
Nama Quartararo sejatinya sudah mengundang kehebohan di paddock Grand Prix pada 2013. Dalam usia 14 tahun, ia sudah mampu merebut gelar kejuaraan nasional Spanyol, CEV Moto3 yang kini telah berubah menjadi Moto3 Junior World Championship. Ia pun mengulang prestasi serupa pada 2014. Dianggap istimewa, ia bahkan dijuluki 'The Next Marc Marquez'.
Berkat hasil ini, Quartararo digaet Estrella Galicia 0,0 untuk diturunkan di Moto3 2015. Masalahnya, kala itu Quartararo belum genap 16 tahun, yakni batas usia minimum rider Moto3. Dorna Sports selaku promotor MotoGP memberi dispensasi, memperbolehkannya turun lintasan meski masih berusia 15 tahun.
Karir di Grand Prix

Tahun perdana Quartararo di Moto3 memang tak sebombastis musim-musim balap yang dijalani Marquez. Meski begitu, ia sukses merebut dua pole dan dua podium sepanjang 2015, duduk di peringkat 10 di akhir musim. Sayang, berganti mesin dari Honda ke KTM (Leopard Racing) pada 2016 membuatnya kesulitan hingga ia paceklik podium dan duduk di peringkat 13 di akhir musim.
Karir Quartararo di Moto3 juga cukup singkat. Usai dua tahun, ia langsung naik ke Moto2 pada 2017 dikarenakan tubuhnya yang tinggi dan besar hingga dinilai tak lagi cocok turun di kelas teringan. Naik ke Moto2, Quartararo pun dinaungi Pons HP40, yang pernah merebut gelar Moto2 2013 bersama Pol Espargaro.
Perjuangan di Moto2

Musim debut Quartararo di Moto2 juga penuh jalan berliku meski dinaungi salah satu tim paling prestisius. Ia masih paceklik podium, dan hasil terbaiknya hanyalah finis keenam di Misano, San Marino. Meski begitu, ia tampaknya mengalami peningkatan tahun ini, di mana ia bernaung di Speed Up Racing.
Sasis Speed Up, yang dikenal tak sekompetitif Kalex dan KTM, memang sempat membuat El Diablo kesulitan di awal musim. Meski begitu, titik terang mulai terlihat di Le Mans, Prancis saat ia finis di posisi kedelapan. Puncaknya pun terjadi di Catalunya, saat ia secara mengejutkan merebut pole.
Dalam balapan ini, rider 19 tahun tersebut harus bersaing sengit dengan para rider yang lebih tua, seperti Alex Marquez, Francesco Bagnaia, Miguel Oliveira dan Lorenzo Baldassarri. Meski begitu, ia berhasil membawa pulang trofi kemenangan, dan melanjutkan momentum dengan finis kedua di Assen dua pekan setelahnya.
Yamaha dan MotoGP

Prestasi gemilang Quartararo pun membuatnya dilirik oleh orang-orang di kelas tertinggi. Hanya dalam hitungan hari usai naik podium di Assen, namanya langsung dikait-kaitkan dengan SIC Racing, yang resmi akan menjadi tim satelit baru Yamaha musim depan.
'Percikan' antara Quartararo dan Yamaha ini sejatinya sudah terjadi sejak lama. Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal sempat mengaku ingin menggaetnya sejak 2015. Nah, kapankah Quartararo bakal naik ke MotoGP? Apakah tahun depan? Kita nantikan kabar selanjutnya ya, Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
-
Andoni Iraola Bidik Trofi Carabao Cup Sebagai Pemanis Musim Perdananya di Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:34
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

