Dipuji Valentino Rossi, Suzuki: Kami Seperti Yamaha 15-20 Tahun Lalu
Anindhya Danartikanya | 23 Desember 2020 16:11
Bola.net - Usai menyaksikan Joan Mir menyabet gelar MotoGP 2020, Valentino Rossi tak malu-malu memuji Suzuki, yang menurutnya telah bekerja sangat baik sejak kembali ke kelas para raja pada 2015 lalu. Sang manajer tim, Davide Brivio, pun mengakui bahwa sebelum jadi juara musim ini, situasi Suzuki mirip Yamaha dua dekade lalu.
Yamaha sendiri memang diketahui sangat sulit tampil konsisten sejak ditinggalkan Jorge Lorenzo pada akhir 2016. Banyak pihak yakin Yamaha sudah waktunya meninggalkan mesin inline-4 dan beralih ke V4, namun Rossi menyatakan bahwa kesuksesan Suzuki adalah bukti bahwa mesin inline-4 tidak 'jadul'.
"Kau berhasil mengombinasikan metode kerja orang Jepang dengan pendekatan orang Italia dan Eropa. Bukan sebuah kebetulan Suzuki sangat kuat. Kalian sungguh hebat. Kalian membuktikan bahwa kalian bisa jadi referensi kami. Aku angkat topi untukmu," ujar Rossi kepada Brivio via Sky Sport usai Mir menang di Seri Eropa.
Kesuksesan Tak Lepas dari Pembalap

Brivio, yang uniknya juga merupakan eks Manajer Tim Yamaha Factory Racing, mengaku tersanjung mendapat pujian dari Rossi. Namun, lewat Speedweek, Selasa (22/12/2020), ia menekankan bahwa kesuksesan Suzuki tahun ini tak terlepas dari kontribusi Mir dan Alex Rins, serta anggota tim mereka yang sangat solid.
"Kita harus ingat bahwa para pembalap merupakan aspek yang sangat penting dalam olahraga ini. Pembalap yang baik, juga membentuk tim yang baik. Anda juga bisa lihat kekuatan sebuah tim saat mereka mengalami masa-masa berat. Saat ini, hubungan kedua rider kami masih baik-baik saja," ungkapnya.
Brivio pun menyatakan, saat kembali ke MotoGP pada 2015, situasi Suzuki nyaris mirip Yamaha sebelum kehadiran Rossi pada 2004. Kala itu, mereka berusaha susah payah demi kembali ke puncak, menanti gelar dunia untuk pertama kalinya sejak Wayne Rainey di GP500 1992.
Seperti Yamaha Sebelum Valentino Rossi Datang
Usai Rossi mengakhiri paceklik gelar mereka pada 2004, Yamaha Motor Racing pun pindah markas dari Belanda ke Italia setahun kemudian, menggabungkan cara kerja Jepang dan Italia, persis seperti Suzuki sekarang. Namun, Brivio menyatakan bahwa departemen Suzuki yang lebih kecil dari Yamaha membuat pekerjaan lebih seru.
"Saat saya tiba di Suzuki, mereka tampak seperti Yamaha 15-20 tahun yang lalu. Mereka sangat rendah hati, tapi juga mencari cara untuk sukses dan jadi juara. Yamaha kini sudah sering menang lagi, tapi dinamika sebuah pabrikan juga sedikit berubah ketika mereka lebih percaya diri," kisahnya.
"Kala itu (2015), Suzuki seperti ruang lebar di mana Anda bisa terlibat dan berkreasi dalam sebuah kooperasi. Mereka mau mendengarkan saran, jadi memang mudah untuk berdiskusi. Kerja sama ini sungguh menyenangkan," pungkas Brivio, yang juga sempat jadi manajer pribadi Rossi pada 2011-2012.
Sumber: Sky Sport, Speedweek
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
Akhirnya Saling Jumpa, Joan Mir Sedih Marc Marquez Alami Masa Kelam
2 Rider Saja Tidak Cukup, Suzuki Tentukan Tim Satelit pada Awal 2021
6 Kali Juarai WorldSBK, Jonathan Rea Rilis Film Dokumenter 'Step by Step'
Mengerikan, Inilah 10 Kecelakaan Terhebat di MotoGP 2020
'Enea Bastianini Bakal Lebih Cepat Adaptasi di Ducati Ketimbang Luca Marini'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



