Dituduh Toprak Razgatlioglu Bersekongkol Jegal Langkah Juarai WorldSBK 2025, Para Rider Ducati Tak Terima: Kami Bukan Keluarga!
Anindhya Danartikanya | 14 Oktober 2025 11:00
Bola.net - Pembalap Rokit BMW Motorrad, Toprak Razgatlioglu, marah besar terhadap para pembalap Ducati, yang ia nilai sengaja membantu Nicolo Bulega di Race 2 WorldSBK Estoril, Portugal, Minggu (12/10/2025). Menurutnya, 'Keluarga Ducati' sangat ingin menjegal langkahnya menuju gelar dunia 2025.
Sebelum Race 2 dimulai, Razgatlioglu memenangi Race 1 dan Superpole Race, sehingga memuncaki klasemen dengan keunggulan 44 poin atas Bulega (Aruba.it Racing Ducati). Namun, drama terjadi pada start Race 2. Start dari pole, 'El Turco' langsung bertarung dengan tiga rider Ducati, yakni Bulega, Alvaro Bautista, dan Andrea Iannone.
Masih pada lap pertama, Iannone dijatuhi long lap penalty oleh FIM Stewards gara-gara kedapatan melakukan jump start, yakni kendala yang berkali-kali mengganggunya sepanjang musim ini. Namun, sebelum menjalani hukumannya, 'The Maniac' tetap getol bertarung dengan Razgatlioglu di posisi empat besar.
Pada akhir balapan, Bulega menan, dan Razgatlioglu finis kedua dengan ketertinggalan 4,9 detik. Bautista pun finis ketiga, sementara Iannone finis ke-12. Hasil ini membuat keunggulan Razgatlioglu di klasemen terpangkas menjadi 39 poin atas Bulega dengan satu seri tersisa di Jerez, Spanyol, 17-19 Oktober 2025.
Amarah Toprak Razgatlioglu, Paling Jengkel dengan Andrea Iannone

Kepada berbagai media berbeda, Razgatlioglu menyatakan amarahnya kepada para rider Ducati, terutama kepada Iannone, yang ia tuduh sengaja melakukan jump start dan bermain-main dengannya alih-alih segera menjalani long lap penalty yang dijatuhkan oleh FIM Stewards.
"Iannone dapat penalti dan bekerja dengan 'baik'. Saya menyalipnya, dan ia coba membalas. Kenapa dia bertarung dengan saya selagi dapat long lap penalty? Ducati juga punya dasbor, kan? Kemudian, semua jelas bagi saya, itu karena dia naik Ducati," ujar Razgatlioglu kepada Speedweek.
Kepada GPOne, ia bahkan menyebut Iannone bagian dari 'Keluarga Ducati' yang sengaja membantu Bulega. "Menurut saya, mereka adalah bagian dari 'keluarga' yang sama. Iannone berperilaku aneh usai dapat penalti. Itu alasan saya marah. Saya rasa ia sejatinya tahu soal penaltinya dari dasbor yang dipakai Ducati," ujarnya.
Surat Terbuka Andrea Iannone untuk Toprak Razgatlioglu

Namun, Iannone tak tinggal diam. Ia pun menuliskan surat terbuka kepada Razgatlioglu lewat Instagram Story. "Dear Toprak, kau pembalap yang sangat bertalenta, cerdas, dan tangguh. Aku punya rasa hormat yang besar untukmu dan timmu. Aku hanya ingin menegaskan satu hal: aku selalu turun lintasan untuk menang dan mengerahkan yang terbaik sepertimu.
"Gila jika kau pikir aku sengaja melakukan jump start untuk merugikanmu. Aku takkan pernah melakukannya. Aku takkan pernah memulai balapan untuk membantu seseorang atau menghancurkan balapanku sendiri. Kita berdua menjalani balapan dengan target yang sama. Semoga beruntung, sampai jumpa di Jerez @toprak_tr54," tulis Iannone.
Bautista, meski tak kena 'semprot' langsung dari Razgatlioglu, ikut menyangkal 'Keluarga Ducati' sengaja bekerja sama membantu Bulega jadi juara musim ini. Kepada GPOne, Bautista mengaku dirinya lebih sibuk ingin mengalahkan Danilo Petrucci di klasemen pembalap. Selain itu, menurutnya Bulega tak bisa dibantu karena poinnya tertinggal jauh dari Razgatlioglu.
Alvaro Bautista Merasa Tak Bisa Bantu Nicolo Bulega
"Saya rasa tidak ada yang namanya 'Keluarga Ducati'. Yang ada hanyalah para pembalap yang berkendara untuk Ducati. Nicolo punya target untuk merebut gelar, saya punya target mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen. Jadi, saya tak tahu bagaimana saya harus membantunya merebut gelar," ungkap Bautista.
"Saya tidak bisa membantu, karena margin poinnya (dengan Razgatlioglu) terlalu besar. Jadi, ini bukan soal 'Keluarga Ducati'. Nicolo akan memperebutkan gelar dunia pada seri terakhir nanti, tetapi takkan ada yang bisa membantunya karena ketertinggalannya terlalu jauh," lanjut tiga kali juara dunia ini.
Bulega sendiri juga mengaku ragu pembalap Ducati lainnya mau memberikan bantuan. Sebab, mereka punya target masing-masing, dan performa mereka selalu jauh tertinggal dari Bulega dan Razgatlioglu, yang sepanjang musim ini lebih sering bertarung berduaan saja di papan teratas.
Nicolo Bulega Sebut Para Rider Ducati Lainnya Tak Selevel Toprak Razgatlioglu
"Dengan Toprak, menang pun tidak cukup. Namun, itu satu-satunya hal yang bisa saya lakukan. Mentalitas saya tidak berubah, jadi saya akan coba tampil kompetitif di Jerez," ungkap mantan anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini.
"Kalaupun mereka (para rider Ducati) ingin menghalang-halanginya, Toprak cukup cepat untuk menyalip mereka. Bagaimanapun, jika ia finis kedua, dia akan tetap merebut gelar. Saya juga tak yakin bisa dibantu oleh rider lain, karena saya selalu jadi rider Ducati terbaik sejak awal tahun," tutup Bulega.
Untuk mengunci gelar dunia di Jerez akhir pekan nanti, Razgatlioglu harus mencari 23 poin tambahan atas Bulega sepanjang pekan balap. Jika berhasil, maka ini akan menjadi gelar dunianya yang ketiga di WorldSBK, sebelum pindah ke MotoGP 2026 bersama Yamaha dan Prima Pramac Racing.
Sumber: Speedweek, GPOne, Instagram/AndreaIannone
Baca Juga:
- Toprak Razgatlioglu Menolak 'Gagal' di MotoGP Agar WorldSBK Tak Diremehkan Orang
- Alasan Toprak Razgatlioglu Tak Boyong Crew Chief BMW ke MotoGP: Diizinkan Yamaha, Dilarang Pramac
- Aprilia Akhirnya Ngaku Rayu BMW Izinkan Miguel Oliveira Jadi Rider Cadangan di MotoGP 2026, Kok Bisa?
- Hasil Race 2 WorldSBK Estoril 2025: Menang, Nicolo Bulega Paksa Toprak Razgatlioglu Tunda Kunci Gelar Dunia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persaingan 4 Besar Liga Inggris: King MU Makin gacor, Liverpool Bakal tak lolos UCL?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:49
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 28 Februari - 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:28
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 28 Februari - 3 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 16:27
-
Davide Tardozzi Kritik FIM Stewards Soal Penalti Marc Marquez di Sprint MotoGP Thailand 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 16:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi Cremonese vs Milan 1 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 18:30
-
Tempat Menonton Inter vs Genoa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 28 Februari 2026, 17:31
-
Yamaha Indonesia Resmi Umumkan Kalender Balap Yamaha One Make Race 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 17:20
-
Tempat Menonton Leeds United vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 17:01
-
Klasemen Pembalap Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 16:59
-
Persaingan 4 Besar Liga Inggris: King MU Makin gacor, Liverpool Bakal tak lolos UCL?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:49
-
Tempat Menonton Barcelona vs Villarreal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 28 Februari 2026, 16:31
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 28 Februari - 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:28
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 28 Februari - 3 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 16:27
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:25
-
Davide Tardozzi Kritik FIM Stewards Soal Penalti Marc Marquez di Sprint MotoGP Thailand 2026
Otomotif 28 Februari 2026, 16:15
-
Tempat Menonton Liverpool vs West Ham: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 16:01
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21



