Dovizioso: Jangan Nonton MotoGP Seperti Nonton Sepak Bola
Anindhya Danartikanya | 2 Agustus 2018 12:40
Bola.net - - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso kembali memberikan peringatan kepada para penggemar Valentino Rossi yang dikenal kerap meneriaki Marc Marquez setiap kali naik podium. Menurut Dovizioso, aksi ini sangat memalukan, dan tak mewakili sportivitas MotoGP sebagai salah satu ajang olahraga paling berbahaya.
Teriakan fan Rossi kepada Marquez mulai terjadi sejak keduanya berselisih akibat insiden 'Sepang Clash' pada 2015. Aksi ini bahkan tak berhenti saat keduanya sempat berbaikan pada pertengahan 2016. Tindakan-tindakan ini pun kembali menggema usai mereka kembali bertabrakan di Argentina pada April lalu.
Puncaknya terjadi di Italia, di mana rider wildcard Ducati Corse, Michele Pirro mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan. Saat Pirro tak sadarkan diri di tepi trek, layar raksasa menayangkan wajah Marquez yang tengah duduk di garasi, dan penonton kontan meneriakinya. Banyak rider mengecam dan menganggap aksi penonton ini tak menunjukkan rasa simpati kepada Pirro.
Lebih dari Sekadar 'Buruk'

Sungguh buruk, dan 'buruk' tak cukup menggambarkannya. Sungguh memalukan. Saya tak bisa memandang baik orang-orang yang melakukannya, entah secara publik atau privat. Sangat salah bila Anda mendukung hal buruk terjadi pada orang lain, ungkap Dovizioso kepada Marca.
Menjadikan seorang pembalap sebagai panutan dan menyemangatinya oke-oke saja, itulah alasan olahraga ini ada. Tapi jika Anda justru ingin hal buruk terjadi pada rider lain, Anda harusnya tak usah nonton MotoGP saja, ujarnya.
MotoGP Bukan Sepak Bola

Beberapa pihak meyakini bahwa meneriaki seorang pembalap merupakan hal wajar, mengingat hal serupa biasa terjadi di sepak bola. Meski begitu, Dovizioso yakin dunia balap dan sepak bola merupakan dua olahraga yang sangat berbeda, mengingat nyawa para pembalap benar-benar dipertaruhkan di lintasan.
Sangat penting membedakan cara menggemari sepak bola dan balap motor. Kami punya mentalitas berbeda. Mendukung dengan cara seperti sepak bola sungguh kesalahan besar. Saya juga punya panutan dan rasa antipati, kadang baik, kadang buruk. Tapi saya jelas tak mendukung orang melakukan hal buruk. Saya suka orang yang mendukung dengan cara yang lebih baik, tutur rider 32 tahun ini.
Orang-orang yang tak melakukannya, tak layak menonton MotoGP. Italia, Spanyol, Inggris... siapa pun Anda, Anda tak harus meneriaki rider mana pun. Saya tak bicara soal Jorge Lorenzo saja, tak peduli jika itu adalah Valentino Rossi, Marc Marquez, atau yang lain. Pendukung yang melakukannya sungguh bodoh, lanjut Dovizioso.
Tindakan Tak Cerdas

Juara dunia GP125 2004 ini juga meyakini bahwa meneriaki dan memaki para pembalap adalah kegiatan yang hanya buang-buang waktu. Yang tak mereka pahami adalah mereka hanya buang-buang waktu. Lebih penting memanfaatkan waktu untuk menikmati hal-hal dalam hidup, tuturnya.
Jika Anda menyukai seorang rider, kerahkan segalanya untuknya, tapi jangan pakai energi Anda dengan menginginkan hal buruk terjadi pada rider lain. Jika Marc melakukan kesalahan, ya diam saja. Itu tindakan yang cerdas. Tapi orang-orang ini justru tidak terlalu cerdas, pungkas Dovizioso. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
















