Dovizioso Kecewa Gagal Duel dengan Marquez di Lap Terakhir
Anindhya Danartikanya | 5 Agustus 2019 09:39
Bola.net - Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, mengaku senang bisa kembali menapaki tangga podium berkat finis kedua di MotoGP Ceko, Minggu (4/8/2019) usai balapan yang buruk di Assen dan Sachsenring. Meski begitu, ada hal lain yang membuatnya sedikit kecewa.
Dari grid keempat, Dovizioso yang terbantu holeshot device Desmosedici, menjalani start dengan baik dan langsung melaju di posisi kedua pada lap pertama. Meski begitu, ia tak bisa memberi ancaman berarti pada Marquez yang ada di depannya sampai finis.
Ia bahkan tak bisa mendekat saat Marquez nyaris jatuh di Tikungan 10 pada Lap 12. "Marc melakukan kesalahan saat mulai ngotot, jadi memang sudah ada margin. Jika Anda melakukan kesalahan tapi margin Anda lebih besar dari lap sebelumnya, maka rider di belakang Anda sudah 'habis'," ungkapnya via Crash.net.
Kecewa Tak Ada Duel Klasik
"Kami puas. Kami cepat sejak FP1 dan ini menyenangkan usai dua balapan buruk. Saya juga senang karena Marc cepat pakai ban lunak, jadi saya hanya harus menempelnya. Tapi di tengah balapan ia ngotot dan mengerem lebih lambat dan itu kuncinya untuk menciptakan margin," ujar Dovizioso yang pakai ban medium.
Dovizioso pun mengakui dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin demi merebut kemenangan, namun tak bisa cepat di sektor mana pun. Ia pun kecewa tak bisa menjalani duel klasik dengan Marquez sampai tikungan terakhir pada lap pamungkas.
"Saya sudah berkendara mencapai limit. Marc juga pada limitnya, melakukan kesalahan, tapi bisa mengerem lebih keras dan lebih lambat. Saya agak kecewa tak bisa bertarung dengannya sampai lap terakhir, itulah target kami, tapi inilah kenyataannya," ucapnya.
Kombinasi Marquez dan Honda
Rider Italia ini juga membeberkan alasan mengapa margin poin antara dirinya dan Marquez makin lebar ketimbang dua tahun belakangan, di mana keduanya kerap bertarung sengit. Dovizioso yakin, selain Marquez yang semakin berpengalaman, Honda juga sangat baik dalam memperbaiki kelemahan RC213V.
"Marc mengalami kemajuan, berakselerasi lebih baik, dan di depan semua orang sepanjang balapan. Tiap motor mengalami kemajuan, dan ini mengubah segalanya. Jika punya kecepatan dan bisa mengendalikannya, Anda bisa beradaptasi di setiap pekan balap. Kami tak boleh berkendara dengan cara yang sama seperti tahun lalu," tutupnya.
Dovizioso, yang belum menang lagi sejak MotoGP Qatar pada Maret lalu, saat ini berada di peringkat kedua pada klasemen pebalap dengan koleksi 147 poin, tertinggal 63 poin dari Marquez yang ada di puncak.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Ceko 2026 di Vidio, 19-21 Juni 2026
Otomotif 15 Juni 2026, 11:22
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Turki vs Paraguay: Matias Galarza
Piala Dunia 20 Juni 2026, 15:45
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 12:57
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:59
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












