Dovizioso: Kemenangan Motegi Lebih Manis dari Austria
Anindhya Danartikanya | 16 Oktober 2017 11:30
Bola.net - - Pertarungan lap terakhir antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez di MotoGP Jepang pada Minggu mengingatkan banyak orang, termasuk keduanya soal pertarungan serupa yang mereka jalani di Red Bull Ring, Austria pada Agustus lalu. Dovizioso sendiri mengaku dirinya tak terkejut atas pertarungan tersebut.
Kedua rider ini memang berkali-kali menjalani aksi saling salip di tiga lap tersisa, dan pada lap pamungkas, Marquez melakukan kesalahan memasuki Tikungan 8 dan nyaris terjatuh, hingga Dovizioso mampu menyusul. Usai melaju di trek lurus, Dovizioso pun mengerem dengan agresif dan mampu menyalip Marquez di Tikungan 11.
Saya ingin membuat margin, tapi ban belakang sudah aus. Kami melambat dan rasanya sulit bertahan di garis balap. Rasa-rasanya itu hanya soal strategi menyalip di tempat dan momen yang tepat. Di tiga lap terakhir Marc kembali ngotot dan saya mengejar. Sulit menempelnya, tapi saya tahu positif dan negatif saya di lintasan ini, ujar Dovizioso kepada Crash.net.
Marquez mencoba kembali menyalip di tikungan terakhir, namun sedikit melebar. Dovizioso yang mampu mempertahankan garis balap pun akhirnya merebut kemenangan, dan Marquez finis kedua. 'Adegan' inilah yang terjadi sama persis seperti di Austria.
Saya harus melakukan segalanya dengan sempurna di dua tikungan agar siap mengerem di Tikungan 11, dan itulah strategi saya di awal lap. Tapi rasanya sulit karena Marc sangat cepat. Kemenangan ini terasa lebih manis ketimbang Austria, mungkin karena saya tak mengira bakal menang di sini, ungkapnya.
Rider berusia 31 tahun ini pun tak memungkiri begitu banyak hal dan kemungkinan yang ia pikirkan selama bertarung dengan Marquez. Meski begitu, ia yakin bahwa kemampuannya untuk tetap fokus dan tak melakukan kesalahan sudah merupakan keunggulan psikisnya sebagai seorang pembalap.
Saya memikirkan banyak hal ketika berkendara. Saat menyalip di Tikungan 11, saya teringat Austria. Saya teringat strategi di tikungan terakhir. Otak Anda bekerja cepat pada momen seperti itu, dan bagi saya sangat mudah memikirkan banyak hal dengan cara fokus. Tapi ini sudah merupakan karakter saya dan saya tak terkejut soal ini, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nicolo Bulega Tagih Janji Ducati Soal Kontrak MotoGP 2027, Terancam Batal Pindah
Otomotif 13 April 2026, 15:42
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Bayern vs Madrid: Michael Olise
Liga Champions 16 April 2026, 06:27
-
Man of the Match Arsenal vs Sporting CP: Martin Zubimendi
Liga Champions 16 April 2026, 06:09
-
Bagan Semifinal Liga Champions 2025/2026: Siapa Lawan Siapa?
Liga Champions 16 April 2026, 05:41
-
Hasil Bayern vs Madrid: Drama 7 Gol, Die Roten Amankan Tiket Semifinal
Liga Champions 16 April 2026, 04:25
-
Hasil Al Nassr vs Al Ettifaq: Cristiano Ronaldo cs Semakin Dekat Menuju Gelar Juara
Asia 16 April 2026, 03:33
-
Raphinha Minta Maaf Soal Gestur ke Fans Atletico Madrid
Liga Champions 16 April 2026, 00:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39














