Dovizioso Sebut Kemenangan di Misano Bagai 'Simulasi' MotoGP 2019
Anindhya Danartikanya | 10 September 2018 10:35
- Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso menyebut bahwa kemenangannya di MotoGP San Marino pada Minggu (9/9) bukanlah kemenangan biasa. Ia justru mengaku bahwa hasil ini merupakan secuil bagian dari 'uji coba' strategi dalam menjalani 2019.
Berkat kemenangan ini, Dovizioso berhasil mengambil alih peringkat kedua pada klasemen pembalap dari Valentino Rossi, mengoleksi 154 poin. Rider Italia ini tertinggal 67 poin dari Marc Marquez, dan yakin bahwa gelar dunia bukanlah lagi target realistis tahun ini.
Start keempat, Dovizioso menyalip Marquez dan Jack Miller pada lap pertama, sebelum mengambil alih pimpinan balap dari Jorge Lorenzo pada Lap 6 dan mempersembahkan kemenangan perdana Ducati di Misano World Circuit Marco Simoncelli sejak 2007 lewat Casey Stoner.
Persiapan Tahun Depan
Dovizioso pun puas bisa terlepas dari tekanan Lorenzo, yang start dari pole. Lorenzo sendiri terpaksa gagal finis usai terjatuh pada Lap 26. Rider 32 tahun ini juga mengaku lega strateginya untuk melenggang bebas di depan dan mencetak margin yang cukup besar dari rider lain bisa tuntas terbayarkan.
Kami fokus pada hal ini karena Marc terlalu jauh di depan. Kami harus menyusun strategi. Kami harus mengerjakan banyak detail untuk mencoba lebih cepat dan lebih kuat. Jika kami bisa melakukan sesuatu yang penting tahun ini, bagus. Tapi jika tak bisa, maka kami harus bersiap untuk tahun depan, ungkapnya di sesi jumpa pers.
Percaya Diri Sejak Awal
DesmoDovi juga mengaku merasa bahwa strategi balapnya adalah menghindari 'serangan' Lorenzo dan Marquez demi meriah kemenangan. Ia bahkan mengaku dirinya sempat mencoba bermain-main dalam mencatatkan waktu di pertengahan balap untuk mengira-ngira daya tahan ban depan dan belakang medium miliknya.
Strategi saya adalah melaju di depan dan saya tahu saya punya ritme yang baik untuk berada di depan. Tapi kadang Jorge tampil istimewa, jadi situasi saya sulit, apalagi Marc sangat kuat. Saat memimpin, saya mencoba agak bermain-main dengan catatan waktu, karena saya punya ruang untuk lebih cepat lagi dan ambil risiko lebih besar, tuturnya.
Anda harus beradaptasi pada situasi balapan. Sangat penting punya strategi dan memahami apakah lebih baik bertahan di depan atau belakang, atau seberapa banyak Anda harus menghemat ban di sesi latihan. Saat saya lihat saya unggul dua detik, saya merasa margin ini cukup. Jadi ini menyenangkan, pungkas runner up tahun lalu ini. (cn/dhy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






