Ducati Beber Pemicu 'Putus' dengan Jorge Martin, Gara-Gara Ogah Bertahan di Pramac
Anindhya Danartikanya | 13 Agustus 2024 16:17
Bola.net - CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, membeberkan pemicu retaknya hubungan dengan Jorge Martin di MotoGP 2025. Menurutnya, ada salah satu perilaku Martin yang membuat Ducati tak sreg memilihnya sebagai tandem Pecco Bagnaia di Ducati Lenovo Team.
Bersama Enea Bastianini dan Marc Marquez, Martin sempat menjadi kandidat tandem Bagnaia untuk 2025-2026. Meski memimpin klasemen pembalap sejak awal musim, rider Prima Pramac Racing ini pada akhirnya tak terpilih. Pasalnya, Ducati lebih memilih menggaet Marquez.
Alhasil, Ducati pun kehilangan Martin dan Bastianini sekaligus, yang masing-masing bakal pindah ke Aprilia Racing dan Red Bull KTM Tech 3. Lewat La Gazzetta dello Sport seperti yang dikutip Motosan pada Senin (12/8/2024), Domenicali tak memungkiri tadinya ia ingin memilih Martin.
Jorge Martin Sebut Serangkaian Kata 'Tidak'

Namun, Ducati senewen karena sejak akhir 2023, Martin berkali-kali menyatakan dirinya ogah bertahan di Pramac pada 2025. Seperti yang diketahui, Martin telah membela skuad satelit tersebut sejak 2021, dan ingin segera membela tim pabrikan musim depan.
Domenicali mengindikasikan bahwa pernyataan Martin itu membuat Ducati merasa tak lagi dipercaya. "Ia bilang sejak awal, 'Aku takkan bertahan di Pramac' dan itu membuat beberapa 'tali' terputus. Satu-satunya hal yang seharusnya tak dilakukan Jorge adalah berkata bahwa ia tak mau bertahan di Pramac," ujarnya.
"Saya tak pernah memikirkan apa hal lain yang seharusnya ia lakukan, tetapi sekalinya Anda mengatakan serangkaian kata 'tidak', maka orang yang harus mengambil keputusan memiliki kartu lebih sedikit ," lanjut pria asal Italia ini.
Sebut Situasi Tak Berjalan Baik untuk Jorge Martin
Domenicalli menyatakan bahwa Martin tak pelak lagi merupakan rider yang paling mencolok dibanding Bastianini dan Marco Bezzecchi, rider muda Ducati yang juga hengkang ke Aprilia. Namun, pada akhirnya mereka harus berpisah karena situasi yang tak mendukung.
"Jorge merupakan talenta yang sangat kuat. Bukan berarti Enea dan Bez tidak kuat, tetapi Jorge telah menunjukkan hal lebih. Kini ia ikut memperebutkan gelar dunia," ungkap Domenicali.
"Jika tahun lalu ia mampu merebut gelar dunia, maka ia sama layaknya dengan Pecco. Apa lagi yang harus ia lakukan agar bisa terpilih? Menurut saya, situasi memang tak berjalan baik untuknya," pungkasnya.
Sumber: La Gazzetta dello Sport, Motosan
Baca Juga:
Nihil Podium di Portimao, Aldi Satya Mahendra Masih Bisa Sabet Gelar Dunia WorldSSP300 2024
Pabrikan Lain Turunkan 4 Motor Baru, Mengapa Ducati Cuma Punya 3 di MotoGP 2025?
Sirkuit Red Bull Ring, 'Rumah' KTM yang Justru Jadi Daerah Kekuasaan Ducati di MotoGP
Dorna Berubah Pikiran, Kini MotoGP Ogah Tambah Tim: Bagaimana Nasib BMW?
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
Piala Dunia 1 Juli 2026, 15:48
-
Meksiko Berpotensi Jumpa Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juli 2026, 14:18
-
Man of the Match Meksiko vs Ekuador: Julian Quinones
Piala Dunia 1 Juli 2026, 11:30
-
Hasil Meksiko vs Ekuador: El Tri Melaju ke Babak 16 Besar
Piala Dunia 1 Juli 2026, 11:05
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41













