Ducati GP17, Berkah Sekaligus Kutukan Bagi Petrucci
Anindhya Danartikanya | 16 Mei 2017 16:00
Bola.net - - Crew chief Danilo Petrucci di Octo Pramac Racing, Daniele Romagnoli yakin Desmosedici GP17 merupakan 'berkah' sekaligus 'kutukan' bagi ridernya tersebut di MotoGP musim ini. Kepada Crash.net, Romagnoli menyatakan motor ini lebih mudah dikendarai ketimbang versi pendahulunya, namun masih tertinggal dari para rival.
Usai memenangkan persaingan internal dengan sang tandem, Scott Redding musim lalu, Petrucci berhak mendapatkan GP17 tahun ini, motor yang juga dikendarai Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Sayangnya, ketiga rider ini justru sulit meraih hasil baik di empat seri pertama. Redding yang mengendarai GP16 justru tampil lebih konsisten.
Romagnoli yang merupakan eks manajer tim Fiat Yamaha untuk Lorenzo pun mengaku GP17 lebih mudah dikendarai ketimbang GP15, motor Petrucci tahun lalu. GP17 juga punya grip yang lebih baik dan lebih mudah diajak berpindah arah. Sayang, pengembangan motor ini justru masih kalah dengan motor kompetitor lain seperti Honda dan Yamaha.
Jujur saja, kami belum memenuhi ekspektasi. Kami tak mengira akan kesulitan seperti ini, terutama di lintasan seperti Qatar dan Austin. Motor kami lebih baik dari tahun lalu, kami punya grip yang lebih baik di ban belakang, handling-nya juga lebih baik. Tapi sepertinya para rival mengalami progres yang lebih pesat ketimbang kami, ujar Romagnoli.
Ducati sendiri diketahui menggelar uji coba tertutup secara intensif belakangan ini, baik bersama Lorenzo dan Dovizioso, maupun bersama sang test rider, Michele Pirro. Dua pekan mendatang, mereka bahkan akan kembali menjalani uji coba bersama Casey Stoner.
Meski begitu, Romagnoli menyatakan upaya keras Ducati belum juga menunjukkan peningkatan signifikan. Kita bisa lihat betapa besarnya tubuh Danilo, tapi top speed-nya sangat mirip dengan Jorge dan Dovi, dan kami sangat berdekatan musim ini. Tapi soal hasil pengembangan, beberapa memang bagus, beberapa lagi tidak. Kami ingin membuat motor kami lebih mudah dikendarai, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37

















