Ducati Tanggapi Pecco Bagnaia Soal Balapan di Suzuka 8 Hours, Tekad Bentuk Dream Team
Anindhya Danartikanya | 19 Desember 2022 13:42
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menanggapi permintaan Pecco Bagnaia untuk diturunkan dalam balapan ketahanan motor bergengsi, Suzuka 8 Hours. Dall'Igna menyatakan berpartisipasi dalam balapan tersebut adalah impiannya, dan ia bertekad membentuk tim yang tangguh jika benar-benar tampil di sana.
Seperti yang diketahui, Suzuka 8 Hours adalah bagian dari ajang FIM Endurance World Championship (EWC). Balapan ini prestisius, tetapi juga merupakan salah satu yang paling menantang di dunia. Tak hanya karena Sirkuit Suzuka sangat sulit ditaklukkan, melainkan juga karena balapan ini digelar di Jepang pada musim panas.
Pada masa lalu, para rider MotoGP berbondong-bondong turun di Suzuka 8 Hours, melawan para rider lokal dan para rider terbaik dari ajang balap motor dunia yang lain. Salah satu nama yang mencolok adalah mentor Bagnaia sendiri, Valentino Rossi, yang menjuarai edisi 2001 bersama Honda saat ditandemkan dengan Colin Edwards.
Pecco Bagnaia Ingin Duet dengan Alvaro Bautista

Namun, akibat sengitnya pertarungan di MotoGP, disertai jadwal balap yang makin padat, kini makin berkurang pula rider yang mau turun di Suzuka 8 Hours. Dalam daftar pembalap MotoGP 2023, hanya Jack Miller, Pol Espargaro, dan Takaaki Nakagami yang pernah berlaga di ajang itu. Bagnaia pun ingin mengikuti jejak mereka.
"Saya ingin Ducati berpartisipasi di Suzuka 8 Hours. Saya tahu itu komitmen yang berat. Namun, tiap kali saya minta sesuatu dari Ducati, pada akhirnya permintaan saya diwujudkan. Saya sudah sering minta, dan biasanya orang-orang berkata 'ya' dengan nada lelah," curhat Bagnaia kepada Sky Sport, Kamis (15/12/2022).
"Bakal menyenangkan bisa berpartisipasi, mungkin bersama Alvaro," tuturnya, merujuk pada fakta bahwa Alvaro Bautista merupakan juara WorldSBK 2022. "Suzuka trek yang menakjubkan, dan kami bisa bersenang-senang. Saya sudah mencoba minta selama bertahun-tahun. Cepat atau lambat pasti kami akan datang ke sana."
Pabrikan Motor Eropa Belum Pernah Menang

Sampai saat ini, belum ada pabrikan motor asal Eropa yang pernah memenangi Suzuka 8 Hours. Ducati juga tak pernah cukup serius berlaga di sana. Namun, Dall'Igna tak memungkiri hasratnya untuk berpartisipasi di balapan tersebut. Meski begitu, ia yakin betul persiapan untuk tampil di ajang itu butuh waktu panjang.
"Itu impian yang sangat menyenangkan dan menarik. Saya harap kami bisa mewujudkannya untuk Pecco. Ini takkan mudah, karena ada sedikit masalah teknis yang harus diatasi untuk melakukan hal macam ini dengan tepat. Namun, saya ingin membentuk dream team untuk Suzuka," ujarnya via GPOne, Sabtu (17/12/2022).
"Saya rasa kami takkan membicarakan Suzuka 8 Hours 2023. Apakah akan terjadi pada 2024? Ini adalah hal-hal yang butuh waktu untuk dipersiapkan dengan baik. Tak masuk akal berpartisipasi dalam balapan macam ini jika tak ada kesempatan untuk tampil baik," pungkas eks Direktur Teknis Aprilia Racing tersebut.
Berikut daftar pabrikan dan pembalap yang pernah memenangi Suzuka 8 Hours.
Daftar Pemenang Suzuka 8 Hours

1978: Suzuki (Wes Cooley/Mike Baldwin)
1979: Honda (Tony Hatton/Michael Cole)
1980: Suzuki (Wes Cooley/Graeme Crosby)
1981: Honda (Mike Baldwin/David Aldana)
1982: Honda (Shigeo Iijima/Shinji Hagiwara)
1983: Suzuki (Herve Moineau/Richard Hubin)
1984: Honda (Mike Baldwin/Fred Merkel)
1985: Honda (Wayne Gardner/Masaki Tokuno)
1986: Honda (Wayne Gardner/Dominique Sarron)
1987: Yamaha (Martin Wimmer/Kevin Magee)
1988: Yamaha (Kevin Magee/Wayne Rainey)
1989: Honda (Dominique Sarron/Alex Vieira)
1990: Yamaha (Tadahiko Taira/Eddie Lawson)
1991: Honda (Wayne Gardner/Mick Doohan)
1992: Honda (Wayne Gardner/Daryl Beattie)
1993: Kawasaki (Scott Russell/Aaron Slight)
1994: Honda (Doug Polen/Aaron Slight)
1995: Honda (Aaron Slight/Tadayuki Okada)
1996: Yamaha (Colin Edwards/Noriyuki Haga)
1997: Honda (Shinichi Itoh/Tohru Ukawa)
1998: Honda (Shinichi Itoh/Tohru Ukawa)
1999: Honda (Alex Barros/Tadayuki Okada)
2000: Honda (Daijiro Kato/Tohru Ukawa)
2001: Honda (Valentino Rossi/Colin Edwards)
2002: Honda (Daijiro Kato/Colin Edwards)
2003: Honda (Yukio Nukumi/Manabu Kamada)
2004: Honda (Tohru Ukawa/Hitoyasu Izutsu)
2005: Honda (Tohru Ukawa/Ryuichi Kiyonari)
2006: Honda (Takeshi Tsujimura/Shinichi Itoh)
2007: Suzuki (Yukio Kagayama/Kousuke Akiyoshi)
2008: Honda (Ryuichi Kiyonari/Carlos Checa)
2009: Suzuki (Daisaku Sakai/Kazuki Tokudome/Nobuatsu Aoki)
2010: Honda (Takumi Takahashi/Ryuichi Kiyonari/Takaaki Nakagami)
2011: Honda (Kousuke Akiyoshi/Ryuichi Kiyonari/Shinichi Itoh)
2012: Honda (Kousuke Akiyoshi/Tadayuki Okada/Jonathan Rea)
2013: Honda (Takumi Takahashi/Michael van der Mark/Leon Haslam)
2014: Honda (Takumi Takahashi/Michael van der Mark/Leon Haslam)
2015: Yamaha (Katsuyuki Nakasuga/Bradley Smith/Pol Espargaro)
2016: Yamaha (Katsuyuki Nakasuga/Alex Lowes/Pol Espargaro)
2017: Yamaha (Katsuyuki Nakasuga/Alex Lowes/Michael van der Mark)
2018: Yamaha (Katsuyuki Nakasuga/Alex Lowes/Michael van der Mark)
2019: Kawasaki (Jonathan Rea/Leon Haslam/Toprak Razgatlıoglu)
2020: Ditiadakan akibat pandemi Covid-19
2021: Ditiadakan akibat pandemi Covid-19
2022: Honda (Tetsuta Nagashima/Takumi Takahashi/Iker Lecuona)
Sumber: Sky Sport, GPOne
Baca juga:
- Duetkan Bagnaia-Bastianini, Ducati Pede Bebas Cekcok: Semua Tim Ingin Punya 2 'Striker'
- Daftar Pembalap Satelit dengan Kemenangan Terbanyak di MotoGP, Cuma 1 yang Jadi Juara
- Valentino Rossi Sebut Yamaha Harus Berubah Jika Mau Kejar Ducati
- 3 Pemenang MotoGP dengan 3 Motor Berbeda, Maverick Vinales-Jack Miller Bisa Menyusul
- Marc Marquez: Perselisihan dengan Valentino Rossi Bagai Perceraian, Nggak Bakal Rujuk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



