Enea Bastianini: Risiko Tolak Gabung VR46 Academy Sudah Terbayar Lunas
Anindhya Danartikanya | 18 Januari 2023 13:12
Bola.net - MotoGP 2023 dipastikan akan diikuti 22 pembalap yang 6 di antaranya merupakan rider asal Italia. Semuanya merupakan anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, kecuali Enea Bastianini dan Fabio di Giannantonio. Uniknya, Bastianini sempat diminta bergabung ke akademi itu, tetapi menolak.
Rumor bahwa Rossi tertarik membimbing Bastianini sejatinya sudah mencuat sejak 'Bestia' menjalani debut Moto3 pada 2014 lalu. Namun, ia menolak dan lebih memilih bernaung di bawah bimbingan mendiang Fausto Gresini. Sembilan tahun kemudian, Bastianini malah bertandem dengan murid Rossi sendiri, Pecco Bagnaia.
Sama-sama membela Ducati Lenovo Team pada 2023, Bastianini dan Bagnaia sejatinya sudah menjadi rival sejak masih berlaga di ajang-ajang junior Italia. Meski selama ini selalu akur, keduanya beberapa kali sengit berebut kemenangan musim lalu, dan Bastianini mengaku takkan segan mengulanginya musim ini.
Rivalitas Memang Ada, Tapi Pertemanan Paling Penting

"Memang ada rivalitas, tetapi yang utama dan penting adalah pertemanan. Kami saling kenal sejak masih kecil, dan ini pertama kali kami setim. Saya menghormati Pecco, dan punya banyak hal untuk dipelajari. Namun, ia akan jadi rival utama saya," ujar Bastianini via La Repubblica seperti yang dikutip Crash.net, Senin (16/1/2023).
Rider berusia 25 tahun ini pun menyadari ia banjir kritikan pada musim lalu, ketika ia dinilai enggan memberi bantuan kepada Bagnaia dalam merebut gelar dunia. Ia pun tak peduli apa kata orang, dan bertekad untuk tetap jadi dirinya sendiri. Menurutnya, itulah salah satu alasan mengapa ia punya fans sebanyak Bagnaia.
"Saya rasa orang menyukai saya karena saya ingin bikin mereka bersemangat. Saya menyampaikan apa yang saya rasakan, tanpa terlalu memperhatikan situasi. Pada era yang tak mengizinkan Anda untuk jadi diri sendiri, saya justru akan coba jadi diri sendiri. Saya ini old school: instingtif, tak terlalu perhitungan, dan punya semangat tinggi," ungkapnya.
Punya Hubungan Baik dengan Para Anggota VR46

Selain melawan Bagnaia, Bastianini juga punya pesaing lain di Ducati yang juga berasal dari Italia dan VR46, yakni Marco Bezzecchi dan Luca Marini. Menurutnya, mengalahkan para rider Rossi takkan menghadirkan cekcok personal di antara mereka, karena mereka sejatinya juga berteman baik.
Bastianini tak memungkiri bahwa keputusan menolak bergabung dengan VR46 Riders Academy cukup berisiko. Namun, memilih bernaung di Gresini ternyata juga sama-sama menguntungkan. Pasalnya, ia berhasil jadi runner up Moto3 2016, menjadi juara dunia Moto2 2020, serta menduduki peringkat 3 di MotoGP 2022.
"Mengalahkan para rider Vale bagi saya sama saja seperti mengalahkan rider lain. Tidak lebih, tidak kurang. Saya berkunjung ke The Ranch di Tavullia sebanyak 5-6 kali. Hubungan kami baik dan mereka tadinya meminta saya bergabung ke VR46. Namun, saya pilih Gresini. Mungkin itu berisiko, tetapi sudah terbayar lunas," tutupnya.
Statistik Prestasi Enea Bastianini
Jumlah Grand Prix: 159
Jumlah pole: 10
Jumlah podium: 40
Jumlah kemenangan: 10
Jumlah gelar dunia: 1 (Moto2 2020)
2014: Moto3 - Junior Team Go&Fun (KTM) - Peringkat 9
2015: Moto3 - Gresini Racing (Honda) - Peringkat 3
2016: Moto3 - Gresini Racing (Honda) - Runner up
2017: Moto3 - Estrella Galicia 0,0 (Honda) - Peringkat 6
2018: Moto3 - Leopard Racing (Honda) - Peringkat 4
2019: Moto2 - Italtrans Racing (Kalex) - Peringkat 10
2020: Moto2 - Italtrans Racing (Kalex) - Juara
2021: MotoGP - Avintia Esponsorama (Ducati) - Peringkat 11
2022: MotoGP - Gresini Racing (Ducati) - Peringkat 3
Sumber: La Repubblica, Crashnet
Baca juga:
- Miguel Oliveira Sempat Dijamin 4 Tahun 'Hidup Enak' di GASGAS, Kenapa Menolak?
- Monster Yamaha Usung Motif Kamuflase, Simbol Siap Perang di MotoGP 2023
- Jadwal Lengkap Formula 1 2023: 23 Seri, 6 Sprint Race
- Tak Temukan Pengganti China, Formula 1 2023 Resmi Hanya Gelar 23 Seri
- Pamerkan Livery Anyar, Monster Yamaha Tekad Gaspol di MotoGP 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
-
Manchester United Incar Niko Kovac, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










