'F1 Harus Usut Penyebab Kecelakaan De Villota'
Editor Bolanet | 6 Juli 2012 17:20
- Pasca peristiwa kecelakaan test driver tim Marussia, Maria de Villota hari Selasa lalu (3/7), Formula 1 diharuskan melakukan analisa terhadap sistem keamanan pada setiap uji coba yang dilakukan.
Putri mantan pebalap F1 Emilio De Villota itu kehilangan mata kanan setelah mobil yang dibawanya tiba-tiba hilang kendali dan menabrak truk tim di lapangan udara Duxford di kawasan timur Inggris.
Ia dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada wajah dan kepalanya. Pasca operasi, kondisi De Villota pun dikabarkan kritis tetapi stabil.
Dalam uji coba aerodinamik menjelang GP Inggris tersebut, mengendarai mobil MR-01 memang merupakan pengalaman pertama bagi pebalap wanita itu.
Tes di lintasan lurus selalu dilakukan di landasan pesawat dan hal itu disetujui Federasi Balap Mobil Dunia (FIA) dan tim medis. Biasanya, pebalap yang belum berpengalaman pun diperbolehkan menjalani tes semacam ini.
Kami akan membicarakan masalah ini dan akan mempertimbangkan apakah ada yang harus diperbaiki atau diubah, kata pebalap tim HRT yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pebalap Grand Prix (GPDA), Pedro de la Rosa. Ketika kecelakaan terjadi, pasti ada yang tidak beres.
Felipe Massa juga pernah mendapatkan cedera parah di kepala setelah terhantam benda yang melayang pada helmnya di GP Hungaria 2009, dan ia pun setuju bahwa ada yang harus diperhatikan dan diperiksa pada sistem keamanan balap.
Saya mendukungnya 100 persen. Saya mengalami cedera seperti yang dialami Maria dan saya berterima kasih kepada Tuhan karena tidak ada hal fatal terjadi pada saya, ujar Massa. FIA harus melakukan sesuatu untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. (ant/kny)
Putri mantan pebalap F1 Emilio De Villota itu kehilangan mata kanan setelah mobil yang dibawanya tiba-tiba hilang kendali dan menabrak truk tim di lapangan udara Duxford di kawasan timur Inggris.
Ia dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada wajah dan kepalanya. Pasca operasi, kondisi De Villota pun dikabarkan kritis tetapi stabil.
Dalam uji coba aerodinamik menjelang GP Inggris tersebut, mengendarai mobil MR-01 memang merupakan pengalaman pertama bagi pebalap wanita itu.
Tes di lintasan lurus selalu dilakukan di landasan pesawat dan hal itu disetujui Federasi Balap Mobil Dunia (FIA) dan tim medis. Biasanya, pebalap yang belum berpengalaman pun diperbolehkan menjalani tes semacam ini.
Kami akan membicarakan masalah ini dan akan mempertimbangkan apakah ada yang harus diperbaiki atau diubah, kata pebalap tim HRT yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pebalap Grand Prix (GPDA), Pedro de la Rosa. Ketika kecelakaan terjadi, pasti ada yang tidak beres.
Felipe Massa juga pernah mendapatkan cedera parah di kepala setelah terhantam benda yang melayang pada helmnya di GP Hungaria 2009, dan ia pun setuju bahwa ada yang harus diperhatikan dan diperiksa pada sistem keamanan balap.
Saya mendukungnya 100 persen. Saya mengalami cedera seperti yang dialami Maria dan saya berterima kasih kepada Tuhan karena tidak ada hal fatal terjadi pada saya, ujar Massa. FIA harus melakukan sesuatu untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Cristiano Ronaldo dan Menit Bermainnya yang Terasa Janggal
Piala Dunia 29 Juni 2026, 07:00
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
-
Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
Piala Dunia 29 Juni 2026, 01:19
-
Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:53
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41









