Fabio Quartararo Kembali Kecam MotoGP: Diskualifikasi untuk Tekanan Ban Hukuman Bodoh!
Anindhya Danartikanya | 15 November 2023 15:14
Bola.net - Para pembalap MotoGP tampaknya mulai dibikin gerah oleh aturan batas tekanan ban yang diberlakukan pada pertengahan musim ini. Apalagi, hukuman diskualifikasi akan dijatuhkan mulai musim depan untuk para pelanggar. Fabio Quartararo menjadi salah satu rider yang memprotes keras hal ini.
Mulai Seri Inggris 2023, MotoGP dan Michelin resmi menyeragamkan sensor tekanan ban. Batas minimum ban depan 1,88 bar dan ban depan 1,7 bar. Mengingat tekanan ban melonjak seiring balapan, maka ban wajib di atas batas minimum selama 30% dari durasi sprint race dan 50% dari durasi main race.
Sejauh ini, aturan ini sudah 'menangkap' 14 pembalap yang melanggar, dan salah satunya, yakni Aleix Espargaro, sudah kedapatan melanggar dua kali. Quartararo sendiri merupakan salah satu dari sedikit rider yang belum pernah melanggar, tetapi tetap sangat resah akibat aturan ini.
Minta Batas Minimum Direndahkan

Mengingat sistem ini baru diperkenalkan pada tengah musim, FIM Stewards memberikan skala penalti bertahap bagi si pelanggar. Untuk saat ini, penalti hanya berlaku di sprint race dan main race. Berikut skala penalti yang diterapkan mulai Seri Inggris 2023.
- Pelanggaran pertama: Peringatan
- Pelanggaran kedua: Hukuman 3 detik
- Pelanggaran ketiga: Hukuman 6 detik
- Pelanggaran keempat: Hukuman 12 detik
Meski begitu, skala hukuman ini akan dihapus pada musim 2024. Para pembalap yang melanggar akan langsung dijatuhi diskualifikasi. Lewat GPOne pada Selasa (14/11/2023), Quartararo yang membela Monster Energy Yamaha, tak segan-segan menyebut keputusan tersebut 'bodoh'.
"Menurut saya, itu adalah keputusan bodoh. Padahal, menyalip sudah sulit bagi semua orang. Mungkin mereka seharusnya merendahkan batas minimum tekanan ban. Jika Anda masuk trek dengan tekanan minimal 1,75 bar, ban kami takkan meledak," ungkapnya.
Bikin Perilaku Motor Berbeda

Quartararo pun menyatakan bahwa aturan batas minimum tekanan ban MotoGP saat ini bukanlah solusi jitu untuk mengurangi tingkat bahaya. Menurut juara dunia MotoGP 2021 ini, aturan tersebut justru memengaruhi perilaku motor sehingga makin sulit dijinakkan.
"Mereka bicara soal tingkat keselamatan, tetapi saya tak paham alasan mereka memperkenalkan batasan ini. Pada saat yang sama, juga bahaya berkendara ketika tekanannya terlalu tinggi. Dalam kasus itu, ban takkan bekerja dengan baik, motor berperilaku berbeda. Keseimbangan menyeluruh diubah ke kondisi yang lebih buruk," tutupnya.
Hal ini ia sampaikan usai dijatuhi denda €1000 oleh FIM Stewards akibat melepas tali helm saat masih berkendara di pitlane dalam sesi FP2 Seri Malaysia. Hukuman itu sempat membuat 'El Diablo' murka dan menyebut FIM Stewards hanya menghukum para rider yang tak mereka suka.
Pelanggaran Aturan Tekanan Ban MotoGP 2023
MotoGP Catalunya
- Maverick Vinales: Main race (peringatan)
MotoGP San Marino
- Dani Pedrosa: Main race (peringatan)
MotoGP Indonesia
- Franco Morbidelli: Main race (peringatan)
- Raul Fernandez: Main race (peringatan)
- Aleix Espargaro: Main race (peringatan)
- Marco Bezzecchi: Main race (peringatan)
MotoGP Thailand
- Aleix Espargaro: Main race (3 detik)
- Pol Espargaro: Main race (peringatan)
- Jorge Martin: Main race (peringatan)
- Marc Marquez: Main race (peringatan)
MotoGP Malaysia
- Luca Marini: Main race (peringatan)
- Enea Bastianini: Main race (peringatan)
- Pecco Bagnaia: Main race (peringatan)
- Alvaro Bautista: Main race (peringatan)
- Iker Lecuona: Main race (peringatan)
Sumber: GPOne
Baca juga:
Luca Marini ke Repsol Honda Karena Ingin Lepas dari Bayang-Bayang Valentino Rossi?
Marco Bezzecchi Sebut Luca Marini Tak Lagi Latihan Bareng VR46 Riders Academy
Alex Marquez Heran Luca Marini Tinggalkan Tim Valentino Rossi demi Repsol Honda
Match Point! Pecco Bagnaia Bisa Kunci Gelar Dunia MotoGP 2023 di Qatar, Asal...
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Arsenal 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 08:07
-
Peringatan Bojan Hodak: Persib Bandung Belum Juara!
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 08:00
-
Prediksi Brighton vs Man Utd 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:40
-
Prediksi Bologna vs Inter 23 Mei 2026
Liga Italia 23 Mei 2026, 07:30
-
Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
Bundesliga 23 Mei 2026, 07:19
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 24 Mei 2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 07:15
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25








