Fabio Quartararo Sang 'Penerus' Jorge Lorenzo: Beda Watak, Banyak Kemiripan di Trek
Anindhya Danartikanya | 1 September 2020 09:07
Bola.net - Manajer Tim Petronas Yamaha SRT MotoGP, Wilco Zeelenberg, baru-baru ini mengupas persamaan dan perbedaan Fabio Quartararo dan Jorge Lorenzo, dua rider yang dianggap punya banyak kemiripan meski berbeda generasi. Uniknya, kedua rider ini pernah bekerja sama dengan Zeelenberg.
Sejak 2010, Zeelenberg bekerja sebagai rider performance analyst di Yamaha Factory Racing, alias menjadi pelatih balap Lorenzo. Lorenzo-Zeelenberg pula yang memelopori jabatan pelatih balap di kalangan rider MotoGP, dan kini banyak rider memiliki sosok tersebut di samping mereka.
Kerja sama ini berakhir pada 2017, saat Lorenzo pindah ke Ducati. Saat SRT membentuk tim MotoGP sendiri pada 2019, Zeelenberg pun diminta menjadi manajer tim, dan otomatis menaungi Quartararo. Pria Belanda ini langsung sadar ada kemiripan mencolok antara kedua rider tersebut.
'Mantequilla' dan 'Martillo'

Kemiripan itu adalah karakter 'mantequilla' (mentega) dan 'martillo' (palu). Dua istilah ini diciptakan Lorenzo untuk mewakili karakternya di trek. 'Mantequilla' mewakili gaya balapnya yang halus, sementara 'martillo' menggambarkan kemampuannya mempertahankan ritme balap yang baik, berkat konsentrasinya yang tinggi.
Sejak tahun lalu, Lorenzo kerap menyebut Quartararo sebagai rider dengan gaya balap yang paling mirip dengannya, dan tahun ini ia bahkan menunjuk El Diablo sebagai penerusnya. Zeelenberg pun sepakat, menyebut 'mantequilla' dan 'martillo' benar-benar ditunjukkan Quartararo saat memenangi dua balapan di Jerez pada Juli lalu.
"Area 'mantequilla' adalah persamaan mereka, dan Jorge lah yang menciptakan sebutan ini. 'Mantequilla' berarti halus, sampai-sampai Anda tak bisa melihatnya melaju sangat cepat. Inilah yang juga dimiliki Fabio. Tapi ini juga berarti tak melakukan kesalahan," ungkap Zeelenberg via MotoGP.com pada Senin (31/8/2020).
Sering Marah pada Diri Sendiri

Zeelenberg menyatakan 'mantequilla' dan 'martillo' sangat penting bagi Lorenzo dalam meraih kemenangan. 'Martillo' juga berarti bahwa ia harus melaju tanpa kesalahan. Jika sampai melakukan kesalahan, maka ia sangat marah pada dirinya sendiri, karena lima kali juara dunia itu ingin melakukan segalanya dengan sempurna.
Fans MotoGP juga bisa melihat ini pada Quartararo, karena rider Prancis itu kerap menunjukkan rasa frustrasi jika melakukan kesalahan di sesi apa pun. "Jika Jorge melakukan kesalahan, misalnya melebar di salah satu tikungan, maka ia akan marah, karena ia ingin melaju di tempat yang benar-benar tepat," ujar Zeelenberg.
"Jorge juga menggunakan 'palu', di mana ia mampu mempertahankan catatan waktu serendah mungkin dalam ritme yang tinggi. Ini juga yang benar-benar dilakukan Fabio di Jerez," lanjut pria yang juga eks pembalap GP250 ini, yang juga sempat menjadi pelatih balap Maverick Vinales pada 2017 dan 2018.
Dua Sosok Berbeda Saat di Luar Trek
Meski banyak persamaan, Quartararo dan Lorenzo juga punya perbedaan. Menurut Zeelenberg, perbedaan mereka lebih mencolok saat keduanya berada di luar trek. Ia merasa Lorenzo lebih suka menutup diri dan hanya fokus pada balapan, sementara Quartararo lebih terbuka dan lebih ceria, serta easy going.
"Perbedaan Jorge dan Fabio adalah, Jorge lebih introvert, sangat fokus pada dirinya sendiri, sementara Fabio lebih ekstrovert, bisa santai membicarakan apa pun, namun tak kehilangan konsentrasi. Fokus Fabio tak bisa terganggu siapa pun, sementara Jorge lebih suka mengurung diri dalam lingkarannya sendiri," ungkapnya.
"Usai balap, Jorge orang yang sangat berbeda. Tapi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, ia sangat fokus pada diri sendiri, tak menggunakan waktu luang untuk santai. Fabio berbeda di area ini. Hika ada waktu luang, ia ingin main-main dan bersenda gurau. Atas alasan ini, kami bikin suasana yang santai di grid, karena jika tidak, ia akan tertekan. Jadi inilah perbedaan antara keduanya," tutup Zeelenberg.
Sumber: MotoGP
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Klasemen Sementara Formula 1 2020 Usai Seri Spa-Francorchamps, Belgia
- Hasil Balap Formula 1 GP Belgia: Lewis Hamilton Menang Lagi
- Klasemen Sementara WorldSBK 2020 Usai Seri Aragon, Spanyol
- Dikritik Rival, Maverick Vinales Akui Salah Abaikan Saran Pakai Rem Baru
- Hasil Race 2 WorldSBK Aragon: Jonathan Rea Bekuk Chaz Davies
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 24 April 2026, 08:59
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 24 April 2026, 08:59
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 24 April 2026, 08:58
-
Tottenham Krisis, Man Utd Mencoba Goda Micky van de Ven ke Old Trafford
Liga Inggris 24 April 2026, 08:56
-
Arsenal Masih Bisa Kok Juara Premier League, Ini Syaratnya
Liga Inggris 24 April 2026, 08:31
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Grand Final Proliga 2026, 21-26 April 2026
Voli 24 April 2026, 08:27
-
Persib vs Arema FC: Maung Bandung Mau Juara? Fokus Diri Sendiri!
Bola Indonesia 24 April 2026, 08:17
-
Daftar Pembalap Red Bull Rookies Cup 2026, Kiandra Ramadhipa Wakili Indonesia
Otomotif 24 April 2026, 08:11
-
Jadwal Lengkap Red Bull Rookies Cup 2026
Otomotif 24 April 2026, 08:11
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 24 April 2026, 08:10
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 24 April 2026, 08:10
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 24 April 2026, 08:09
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 24 April 2026, 08:09
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37







