Banyak Gosip Panas, Jorge Lorenzo Sebut 'Bursa Transfer' Pembalap MotoGP 2027 Bagaikan April Mop

Banyak Gosip Panas, Jorge Lorenzo Sebut 'Bursa Transfer' Pembalap MotoGP 2027 Bagaikan April Mop
Para pembalap MotoGP 2026. (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - MotoGP Legend, Jorge Lorenzo, menyatakan masa silly season alias 'bursa transfer' pembalap untuk 2027 terasa seperti April Mop. Sebab, rumor-rumor menggemparkan terus muncul, tapi tak ada yang bisa memastikan kebenarannya.

Sejak akhir Januari 2026, MotoGP memang digemparkan rumor Fabio Quartararo akan meninggalkan Yamaha demi pindah ke Honda, sementara Jorge Martin dikabarkan meninggalkan Aprilia demi menggantikan Quartararo di Yamaha.

Tak hanya itu, Pecco Bagnaia juga diisukan diincar Aprilia dan Yamaha. Belum lagi Alex Marquez dikabarkan dilirik oleh Red Bull KTM Factory Racing. Maverick Vinales, yang kini dilatih oleh Lorenzo, juga dirumornya akan jadi tandem Alex di tim pabrikan KTM.

Akui Setiap Gosip yang Ada Biasanya Benar

Akui Setiap Gosip yang Ada Biasanya Benar

Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo (c) Instagram/JorgeLorenzo99

Meski melatih Vinales, Lorenzo tak mau mengomentari masa depan ridernya tersebut. Namun, lewat GPOne, lima kali juara dunia ini tak memungkiri bahwa kabar-kabar mengenai grid MotoGP 2027 cukup seru untuk dipantau.

"Rasanya seperti Hari April Mop. Setiap jam, makin banyak berita tak terduga yang muncul, luar biasa. Terutama berita tentang Quartararo di Honda... tidak ada yang menduga itu. Martin di Yamaha... itu pun belum resmi," ujarnya.

"Mungkin itu tidak benar, mungkin tidak ada apa-apa. Di Spanyol, ada pepatah 'Ketika sungai bernyanyi, air akan mengalir'. Jika ada begitu banyak pembicaraan tentang suatu kabar, maka 80-90% kemungkinannya benar," lanjut Lorenzo.

Bisa Bikin Atmosfer Tim Jadi Janggal

Saat masih aktif balapan, Lorenzo dikenal setia membela Yamaha. Alhasil, kepindahannya ke Ducati pada 2017 dan kepindahannya ke Honda pada 2019 bikin seisi paddock MotoGP gempar.

Lorenzo tak memungkiri bahwa rumor-rumor kepindahan pembalap biasanya menciptakan suasana janggal dan tak nyaman di garasi tim. Sebab, kontrak dengan tim lain biasanya dilakukan pada awal musim.

"Seperti ketika Lewis Hamilton menandatangani kontrak dengan Ferrari, dia menghabiskan satu tahun penuh dengan masih membela Mercedes. Itu bukan situasi terbaik bagi tim dan pembalap. Namun, mereka semua profesional. Saya rasa takkan ada masalah, apa pun hasilnya," pungkasnya.

Sumber: GPOne