Fabio Quartararo: Saya Juarai MotoGP karena 'Menderita' pada Masa Lalu
Anindhya Danartikanya | 29 November 2021 09:40
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, yakin kesuksesannya menjuarai MotoGP 2021 terjadi berkat pernah mengalami masa-masa sulit pada awal kariernya di Grand Prix. Lewat MotoGP.com pada Jumat (26/11/2021), ia menyatakan momen-momen berat itu justru menempa mentalitasnya agar lebih kuat.
Quartararo sempat disebut sebagai 'The Next Marc Marquez' usai dua kali menjuarai FIM CEV Repsol Moto3 pada 2013 dan 2014. Namun, prestasi mentereng itu gagal ia ulang saat menjalani debut di Moto3, bahkan saat ia naik ke Moto2. Uniknya, semua berubah saat ia digaet Petronas Yamaha SRT untuk naik ke MotoGP 2019.
Quartararo tiba-tiba jadi jagoan baru. Meraih enam podium dan sengit melawan Marquez pada 2019, ia jadi kandidat juara dunia yang cukup kuat pada 2020 sebelum mengalami berbagai masalah teknis. Tahun ini, ia pindah ke tim pabrikan Yamaha dengan mental yang lebih tangguh dan tampil menggila, bahkan sukses jadi juara.
Sempat Tertekan karena Gantikan Valentino Rossi

"Melihat semua surat kabar dengan wajah saya di halaman terdepan, rasanya sangat menyenangkan. Ini aneh tapi juga spesial. Saya rasa saya tak menyadari bahwa saya merupakan juara dunia sampai saya meletakkan plat (di trofi juara). Itu momen yang emosional bagi saya," ungkap pembalap berusia 22 tahun ini.
Quartararo tak memungkiri, saat pertama kali membela tim pabrikan Yamaha, dirinya merasa cukup tertekan. Pasalnya, ia mengambil alih tempat idolanya yang juga sembilan kali juara dunia, ikon Yamaha sekaligus ikon MotoGP, Valentino Rossi. Namun, saat menjalani Seri Doha, rasa percaya dirinya melonjak drastis.
"Membela tim pabrikan Yamaha adalah tanggung jawab besar, karena saya mengendarai motor Vale. Jadi, ini tekanan besar. Tapi pada balapan kedua, saya pun berkata, 'inilah waktunya, aku harus menang'. Saya tahu motor kami bekerja sangat baik, rasa percaya diri saya sangat tinggi," ujar rider asal Prancis tersebut.
Tak Pernah Hilang Keyakinan

Quartararo menyatakan mentalitasnya tahun ini jauh lebih kuat dari sebelum-sebelumnya. Ia mengaku tertempa masa-masa sulit di Moto3 dan Moto2, di mana ia hanya meraih satu kemenangan dalam empat musim. Ia tak menyesali masa-masa kelam itu, justru mensyukurinya karena membentuk dirinya yang sekarang.
"Bagi saya, karier saya sudah cukup panjang. Pasalnya, saya mulai turun di kejuaraan dunia pada usia 15, sementara kini saya 22 tahun. Jadi, saya sudah cukup lama di sini. Saya tak pernah terpikir untuk menyerah, namun jelas ada masa-masa di mana saya tidak terlalu kuat," tutur Quartararo.
"Saya tak terlalu frustrasi soal hasil yang saya raih saat masih muda, karena saya rasa saya jadi juara dunia seperti sekarang berkat masa-masa ketika saya kesulitan, mengalami momen-momen berat. Itu semua bikin saya makin kuat dan saya tak pernah kehilangan keyakinan. Saya selalu percaya pada diri saya," tutupnya.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
Bos Tim Legendaris Formula 1 Sir Frank Williams Meninggal Dunia
'Dulu Dijauhi, Kini Ducati Justru Ditiru Pabrikan-Pabrikan Jepang'
Jorge Lorenzo Sedih Gigi Dall'Igna Belum Pernah Juara di MotoGP
Pegang Peran Krusial: Daftar Crew Chief Pendamping Para Rider di MotoGP 2022
Jorge Lorenzo Resmi Diundang Valentino Rossi Balapan di La 100km dei Campioni
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST UPDATE
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

