Fabio Quartararo Sebut Ban Jadi Penyebab Maraknya Arm Pump di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 11 Mei 2021 13:04
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, meyakini bahwa maraknya cedera arm pump di MotoGP 2021 diakibatkan evolusi ban Michelin terbaru. Hal ini ia sampaikan kepada GP Inside, Senin (10/5/2021), saat ia tengah menjalani rehabilitasi usai operasi lengan kanan akibat cedera yang sama.
Quartararo diketahui sebagai salah satu dari lima pembalap yang mengalami arm pump pada empat seri perdana musim ini. El Diablo sejatinya telah menjalani operasi arm pump pada pertengahan 2019, namun cedera ini ternyata kambuh pada pertengahan balapan di Jerez, Spanyol, pada awal bulan ini.
Alhasil, ia harus menjalani operasi lagi pada Selasa (4/5/2021) di Prancis. Kini ia pun tengah menjalani proses pemulihan. Banyak pembalap yakin cedera ini diakibatkan cara latihan yang salah, ada pula yang berpendapat cedera ini diakibatkan tenaga mesin MotoGP yang makin besar. Namun, Quartararo punya teori sendiri.
Gara-Gara Evolusi Ban

Pembalap 22 tahun ini yakin ban terbaru Michelin adalah biang keladi. Menurutnya, level grip ban terbaru ini lebih tinggi dan lebih awet dari versi 2019. Hal ini bisa jadi pisau bermata dua: para rider bisa tetap mencatat waktu yang cepat sampai finis, namun juga harus kerja keras dalam manajemen gas. Alhasil, arm pump pun muncul.
"Tak ada peringatan besar soal cedera ini, hanya ada sedikit sakit pada lengan bawah. Saya rasa ini terkait dengan evolusi ban. Contohnya di Barcelona, perbedaan antara lap pertama dan lap terakhir sangatlah besar. Kekuatan yang harus Anda kerahkan pada balapan ketika tak ada degradasi ban sangatlah besar," ujarnya.
Meski akan selalu ada risiko cedera yang lebih buruk akibat kecelakaan-kecelakaan hebat, rider Prancis ini yakin bahwa arm pump adalah kendala fisik paling nyata yang harus dihadapi para pembalap MotoGP. Walau rider sudah berlatih keras menjaga kebugaran fisik, cedera ini bisa merundung siapa saja dan kapan saja.
Banyak Rider Kesakitan
"Di Jerez, banyak rider kesakitan pada lengan. Saya rasa ini satu-satunya kendala fisik di MotoGP. Anda tentu harus latihan di rumah, tapi bagi saya ini satu-satunya kendala nyata. Ban musim ini tak terlalu gampang aus ketimbang 2019. Ritme kami nyaris 0,5 detik lebih cepat, dan meski hanya 0,5 per lap, ini adalah bukti nyata," tuturnya.
Meski begitu, Quartararo senang pemulihannya berjalan baik. Kini ia pun sudah tak sabar menantikan balapan di negara asalnya, yakni MotoGP Prancis, yang akan digelar di Sirkuit Le Mans pada 14-16 Mei. Mengingat trek ini bersahabat dengan Yamaha, ia diharapkan bisa meraih kemenangan perdananya di sana.
"Untuk saat ini, semuanya baik-baik saja. Saya berada di rumah dan saya tak berusaha keras untuk latihan. Jadi, semua oke-oke saja. Saya pun pulih sedikit demi sedikit. Semua berjalan sesuai rencana dan saya berharap bisa 100% siap untuk akhir pekan ini," pungkas Quartararo, yang kini di peringkat kedua klasemen dengan 64 poin.
Sumber: GP Inside
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
- Fabio Quartararo Tertekan Saat Disama-samakan dengan Marc Marquez
- 'Marc Marquez Masih Butuh Waktu Adaptasi, Siap Hadapi Semua Rintangan'
- Cemas, Kevin Schwantz Tak Suka Lihat Valentino Rossi Balapan di Belakang
- Pecco Bagnaia: Kalau Mau Taruhan di Moto3, Pilih Pedro Acosta!
- Johann Zarco: Berkat Saya dan Fabio Quartararo, MotoGP Menggeliat di Prancis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





