Fabio Quartararo: Yamaha Memang Berjasa, Tapi Saya Belum Pasti Bertahan
Anindhya Danartikanya | 24 Februari 2022 16:05
Bola.net - Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, menyadari bahwa Yamaha telah berjasa besar dalam peningkatan kariernya di dunia balap motor. Meski begitu, ia menyebut bahwa pengakuannya itu tak berarti dirinya pasti bertahan di Monster Energy Yamaha pada 2023. Hal ini ia katakan kepada DAZN, Rabu (23/2/2022).
Quartararo memang menjalani debutnya di MotoGP 2019 dengan langkah yang kontroversial. Pasalnya, ia digaet oleh Petronas Yamaha SRT dan Yamaha Motor Racing ketika hasilnya di Moto3 dan Moto2 belum konsisten mentereng. Apalagi, saat menandatangani kontrak pada pertengahan 2018, dirinya masih berusia 19 tahun.
El Diablo dipandang sebelah mata, tapi akhirnya banjir pujian ketika ia mulai konsisten memperebutkan podium dan kemenangan. Performanya yang gemilang bahkan membuatnya dipindahkan ke Monster Energy Yamaha, dan lalu merebut gelar. Namun, belakangan ini Quartararo mulai mempertanyakan komitmen Yamaha padanya.
Permintaan Tak Diwujudkan Yamaha

Usai mengunci gelar di Seri Emilia Romagna 2021, performa Quartararo menurun. Ia sulit memperebutkan pole, podium, dan kemenangan. Sama seperti para rider pendahulunya di Yamaha, ia mengeluhkan kurangnya tenaga mesin M1. Permintaannya juga belum dipenuhi oleh Yamaha dalam tes pramusim Sepang dan Mandalika.
"Sejak tahun lalu, saya telah meminta peningkatan top speed, nyatanya kami tak dapat apa-apa. Tapi ketika saya sadar tak punya motor terbaik, ini justru jadi motivasi untuk tampil lebih baik. Ketika ada kendala, pada akhirnya satu-satunya hal yang harus Anda pikirkan adalah semua orang juga punya masalah sendiri-sendiri," tuturnya.
Sejak Desember 2021, Quartararo digosipkan melakukan negosiasi dengan Repsol Honda, yang memang masih cari-cari tandem ideal untuk Marc Marquez. Quartararo tak pernah mengakui maupun membantah gosip tersebut, namun berkali-kali menyatakan bahwa dirinya akan mendengarkan semua tawaran yang datang dari tim lain.
Belum 100% Pilih Pabrikan
"Yamaha telah memberi saya banyak hal, menggaet saya dari Moto2 ketika belum melakukan banyak hal baik. Tapi saya ogah menyebut Yamaha sebagai 'pabrikan saya', meski kerja sama kami berjalan sangat baik. Kini saya ingin motor terbaik walau belum memutuskan apa pun. Saya belum 100% membela pabrikan tertentu. Yang jelas, saya akan bergabung dengan proyek terbaik," ujarnya.
Quartararo pun mengaku belum mau terlalu memusingkan kontrak baru, dan lebih memilih berusaha fokus mengawali musim dengan baik, bertekad meraih lebih banyak gelar. "Saya akan bekerja seperti tahun lalu. Saya akan memulai musim ini seolah tak pernah menjadi juara dunia, dan saya tetap ingin merebut gelar," ungkapnya.
"Jadi, menjadi juara dunia bertahan tak berarti tekanan saya bertambah. Saya tak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Saya sudah mewujudkan impian terbesar saya, yakni jadi juara dunia. Namun, saya ingin lebih banyak dari itu. Motivasi saya pun kini lebih tinggi," pungkas pembalap berusia 22 tahun ini.
Sumber: DAZN
Baca Juga:
Tiket Laris Manis, Fans Balap Indonesia Antusias Sambut MotoGP Mandalika 2022
Fabio Quartararo: Duel Lawan Marc Marquez Beda Sensasi dari yang Lain
Sirkuit Mandalika Kebut Pengaspalan Ulang, Segera Kelupas Permukaan Trek
Fabio Quartararo Jagokan Pedro Acosta Juarai Moto2 2022, Tunggu di MotoGP 2023
Pecco Bagnaia Rasakan Sensasi Aneh Tanpa Valentino Rossi di Trek MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
LATEST UPDATE
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





