Franco Morbidelli Jengkel Terus-terusan Terlibat Kekacauan Rider Lain
Anindhya Danartikanya | 13 Oktober 2020 13:46
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, merasa jengkel terus-terusan terseret dalam momen sial pembalap lain. Hal ini ia sampaikan kepada GPOne, usai balapan MotoGP Le Mans, Prancis, Minggu (11/10/2020), setelah terlibat dalam insiden kecelakaan mentornya sendiri, Valentino Rossi, pada lap pertama.
Morbidelli sejatinya menunjukkan performa menjanjikan sepanjang pekan balap, namun ia mengalami masalah teknis pada sesi kualifikasi hingga harus start dari posisi 11. Ia sejatinya mampu memperbaiki posisi selepas start, namun justru terimbas kecelakaan Rossi tepat di Tikungan 3 dalam balapan yang diguyur hujan itu.
Insiden itu pun membuatnya melorot lagi ke posisi 17 dan menjalani balapan yang tak biasa. Ia harus bertarung sengit melawan Maverick Vinales, Joan Mir, Brad Binder, Iker Lecuona, dan juga Pecco Bagnaia. Saat susah payah mengejar posisi 15 demi meraih poin minimal, ia malah terjatuh di Tikungan 4 pada Lap 17.
Tak Pernah Senyaman Ini
Motor Morbidelli kembali mengalami masalah teknis, dan ia mendapatkan bendera hitam-oranye, tanda bahwa ia wajib berhenti balapan dan kembali ke garasi agar rider lain terhindar dari bahaya. "Sungguh disayangkan. Kami tak dapat hasil yang layak kami dapatkan. Kami selalu cepat, terutama di Le Mans, apalagi pada Sabtu," ujarnya.
"Saya sangat konsisten. Saya sangat nyaman, bahkan tak pernah senyaman ini. Saya bisa mempertahankan ritme dengan ban lama, bahkan sempat terpikir untuk menang. Nyatanya, pada lap kedua di kualifikasi, hal aneh terjadi. Saya terpaksa start ke-11. Sejak itu, semua makin buruk. Walau start saya baik, saya terlibat dalam insiden Vale," lanjutnya.
Ini adalah gagal finis Morbidelli yang ketiga sepanjang 2020, dan sudah tiga kali pula ia terlibat insiden yang diakibatkan pembalap lain. Yang pertama terjadi di Austria, saat ia bertabrakan dengan Johann Zarco, dan yang kedua terjadi di Emilia Romagna, saat ia tertabrak Aleix Espargaro pada lap pertama.
Harusnya Bisa Adaptasi Lebih Baik
"Tampaknya, saya selalu terlibat di setiap insiden atau kekacauan yang terjadi tahun ini. Sejak insiden Vale, saya menjalani balapan yang yang berbeda: harus bertarung dengan para rider KTM dan para rider yang harusnya ada di depan! Tapi saya punya ritme yang baik, dan saat coba meningkatkan ritme, saya malah melakukan kesalahan," ujarnya soal kecelakaan di Tikungan 4.
"Ini kesalahan kecil, karena saya hanya miring satu derajat lebih rendah, tapi sudah cukup bikin saya jatuh tanpa peringatan. Harusnya saya beradaptasi lebih baik. Harusnya saya bisa dapat poin. Padahal saya mulai mendekati Fabio dan rider lain, tapi nyatanya pulang tanpa poin. Saya kini sudah tak sabar ke Aragon!" tutupnya.
Kini, Morbidelli tengah duduk di peringkat 6 pada klasemen pembalap, tetap dengan koleksi 77 poin, tertinggal 4 poin dari Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) di peringkat 5. Ia akan kembali turun lintasan di MotoGP Aragon, Spanyol, pada 16-18 Oktober nanti.
Sumber: GPOne
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- Alex Marquez: Andai Marc Balapan, Saya Tetap Menyerang!
- Drama Tukar Motor Bikin Jack Miller Marah Besar Gagal Finis di MotoGP Le Mans
- Senasib dengan Alex Marquez, Danilo Petrucci Legawa Terdepak dari Ducati Team
- Momen Haru Danilo Petrucci dapat Kejutan dari Ibu Usai Menangi MotoGP Le Mans
- Alex Marquez: 2 Gelar Dunia, Bukti Saya Layak Bela Repsol Honda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




