
Bola.net - Menjadi pelatih Timnas Inggris sering dianggap sebagai salah satu pekerjaan paling berat dalam dunia sepak bola. Harapan besar publik, tekanan media, dan tuntutan untuk mengakhiri penantian panjang gelar Piala Dunia membuat posisi tersebut memiliki reputasi yang unik.
Sejak Sir Alf Ramsey membawa Inggris menjadi juara dunia pada 1966, tidak ada satu pun pelatih yang mampu mengulangi pencapaian tersebut.
Dalam kurun hampir enam dekade, sejumlah pelatih datang dan pergi tanpa mampu menghapus dahaga gelar terbesar sepak bola internasional.
Kini giliran Thomas Tuchel yang memikul tanggung jawab tersebut. Pelatih asal Jerman itu memasuki sebuah jabatan yang selama bertahun-tahun dikenal dengan sebutan "pekerjaan mustahil".
Warisan Sejarah yang Terus Membayangi Inggris

Sejak keberhasilan pada 1966, Timnas Inggris memiliki hubungan yang penuh emosi dengan Piala Dunia. Berbagai momen menyakitkan terus menumpuk dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola negara tersebut.
Mulai dari gol kontroversial Diego Maradona yang dikenal sebagai "Hand of God" pada 1986 hingga kegagalan melalui adu penalti pada 1990, 1998, dan 2006. Di antara rentetan kekecewaan itu, Inggris juga pernah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 1994.
Rangkaian pengalaman tersebut menciptakan tekanan tersendiri bagi setiap pelatih yang menangani Inggris. Harapan untuk mengakhiri penantian panjang gelar dunia selalu hadir di setiap turnamen.
Situasi itu membuat jabatan pelatih Inggris berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar pekerjaan teknis. Posisi tersebut membawa beban sejarah yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sorotan Media yang Tak Pernah Surut

Selain tekanan hasil pertandingan, para pelatih Inggris juga harus menghadapi sorotan media yang sangat intens. Sejumlah pelatih pernah menjadi sasaran kritik keras ketika hasil tidak sesuai harapan.
Graham Taylor pernah digambarkan sebagai lobak di halaman depan surat kabar. Setelah itu, Sven-Goran Eriksson juga menerima perlakuan serupa ketika ditampilkan sebagai swede atau sejenis umbi-umbian dalam pemberitaan.
Bobby Robson bahkan pernah diminta mundur setelah hasil imbang melawan Arab Saudi. Sementara Glenn Hoddle dan Sam Allardyce sama-sama meninggalkan jabatan mereka setelah kontroversi yang berawal dari interaksi dengan media.
Namun, situasi sempat berubah pada era Gareth Southgate. Pendekatannya yang lebih terbuka terhadap media membantu meredakan ketegangan yang selama ini mengelilingi tim nasional.
Kesuksesan Southgate di lapangan juga ikut menciptakan suasana yang lebih positif dibandingkan era-era sebelumnya. Meski demikian, hubungan tersebut mulai memburuk menjelang Euro 2024 hingga akhirnya Southgate memutuskan mundur.
Tuchel Membawa Pendekatan Berbeda
Kini Tuchel mencoba menghadapi tantangan yang sama dengan gaya yang berbeda. Pelatih berusia 52 tahun itu dikenal memiliki pendekatan yang terbuka dan lugas ketika berhadapan dengan media.
Sejauh ini, pendekatan tersebut dinilai membantu mengurangi sebagian tekanan dan sorotan negatif yang biasanya mengiringi Timnas Inggris. Kehadirannya juga membawa perspektif yang berbeda karena ia tidak tumbuh dalam sejarah panjang kegagalan Inggris di turnamen besar.
Hal itu memunculkan pertanyaan menarik menjelang Piala Dunia 2026. Apakah jarak emosional terhadap narasi panjang sepak bola Inggris justru bisa menjadi keuntungan bagi Tuchel?
Bagi banyak pihak, jawabannya baru akan terlihat ketika Inggris kembali menjalani perjalanan mereka di panggung Piala Dunia.
Namun untuk saat ini, pelatih asal Jerman tersebut menjadi sosok terbaru yang mencoba menaklukkan pekerjaan yang selama puluhan tahun dianggap mustahil.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Lepas Onana dan Bayindir, MU Bakal Balikan dengan Kiper Ini?
- Mengapa Chelsea Pernah Tolak Andoni Iraola yang Kini Resmi Besut Liverpool?
- Setelah Anderson, MU Juga Incar Bintang Nottingham Forest Ini
- Situasi Sulit, Sandro Tonali Harus Paksakan Transfernya ke Manchester United
- Dejan Lovren Meledak! Sentil Ego Arne Slot dan Serang Carragher Gegara Mohamed Salah
Advertisement
Berita Terkait
-
Asia 23 Juli 2026 08:46Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Juli 2026 01:00Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 22:03Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
-
piala dunia 23 Juli 2026 07:27Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 24 Juli 2026 01:09Tak Terima Diputus, Pria di Pati Bacok Mantan Kekasih
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:43Polisi Ditikam Saat Kawal Mediasi Kasus di Rumah Kepala Desa
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:16Momen Mentan Bantu Korban Kecelakaan hingga Telat Rapat dengan Prabowo
-
Liputan6 23 Juli 2026 22:10Prabowo Sebut Koalisi Pemerintah Senapas, Yakin PDIP Akan Bersama
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306025/original/092003100_1784830178-IMG-20260723-WA0127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306002/original/020394900_1784825028-IMG_1190.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305997/original/091903700_1784823366-89568794-B5E5-4F02-BDC2-9CE57EBB9058.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305993/original/036458400_1784821760-IMG_6032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305984/original/092121400_1784820529-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_19.46.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305972/original/066888600_1784815774-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_20.52.55.jpeg)

