Honda: Entah di Mana Limit Performa Marc Marquez
Anindhya Danartikanya | 9 Oktober 2019 15:08
Bola.net - Direktur Teknis Honda Racing Corporation (HRC), Takeo Yokoyama, dan crew chief Marc Marquez, Santi Hernandez, meyakini rider berusia 26 tahun itu belum mencapai puncak performanya di MotoGP, meski tahun ini tampil jauh lebih konsisten dari musim-musim sebelumnya.
Pada 2014, Marquez sukses meraih 13 kemenangan dan sekali finis kedua. Musim ini, ia baru meraih 9 kemenangan, namun sisanya selalu finis kedua. Satu-satunya hasil buruk adalah gagal finis di Austin, akibat terjatuh saat memimpin balapan dengan keunggulan 3,5 detik dari Valentino Rossi.
"Marc melakukan banyak hal yang kami sendiri tak bisa jelaskan bagaimana caranya. Ini alasan dunia balap motor sangat menarik. Kami tak bisa berhenti, selalu ada yang bisa dipelajari. Mungkin orang lihat kami seolah kami dari planet lain, atau lihat hal yang sebelumnya tak pernah pikirkan," ujar Yokoyama via Marca.
Bisa Lebih Cepat dari Sekarang

Pria asal Jepang ini yakin, dalam usia 26 tahun, Marquez belum mencapai puncak performanya. Berarti, ia bahkan bisa lebih garang lagi di musim-musim berikutnya. Yokoyama pun hanya berpesan agar Marquez tetap mampu mengendalikan kepercayaan diri, agar tetap mampu tampil konsisten.
"Marc tahu apa yang harus ia lakukan di tiap tikungan. Ia selalu bisa mengendalikan semuanya. Inilah alasan saya yakin saat Marc mencapai limit potensinya nanti, mungkin ia bakal lebih cepat dari sekarang. Tapi ia harus mengendalikan semuanya karena yang terpenting adalah konsisten," ungkapnya.
Sama Seperti Rafael Nadal

Hernandez, yang telah bekerja dengan Marquez sejak Moto2 2011, juga mengaku tak pernah berhenti dikejutkan oleh performa Marquez tiap kali turun lintasan. Ia bahkan menyamakan Marquez dengan petenis Spanyol, Rafael Nadal, yang dikenal sebagai penguasa ajang Roland Garros.
"Saya sungguh tak tahu di mana limit performa Marc. Memangnya di mana limit Nadal di Roland Garros? Kita semua tak tahu, tapi yang saya tahu, tiap kali tampil, Rafa akan memberikan 200%. Jika kalah, ia tahu ia telah memberikan segalanya, dan selalu punya mindset menang. Sama halnya dengan Marc, ia juga selalu mengerahkan segalanya," pungkas Hernandez.
Marquez telah sukses mengunci gelar dunianya yang kedelapan di MotoGP Thailand yang digelar di Buriram akhir pekan lalu. Delapan gelar tersebut di antaranya adalah GP125 2010, Moto2 2012, serta MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019.
Sumber: Marca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






