Honda: Jorge Lorenzo Mulai Sadar Harus Berhenti Coba-Coba
Anindhya Danartikanya | 26 Juni 2019 14:25
Bola.net - Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, meyakini bahwa pebalapnya, Jorge Lorenzo mulai sadar bahwa dirinya harus fokus mengubah gaya balap ketimbang sibuk menjajal berbagai perangkat demi mendukung performanya. Hal ini Puig sampaikan dalam wawancaranya dengan Pecino GP.
Lorenzo memang diketahui mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan RC213V di MotoGP musim ini. Selain dirundung berbagai cedera pada masa pramusim, ia juga kerap mengalami kesialan dan masalah teknis dalam beberapa balapan pertama.
Masalah ergonomi RCV pun menjadi fokus utama Lorenzo. Demi mengatasinya, ia pun pergi ke Jepang pada awal bulan ini untuk mendiskusikan solusi dengan para teknisi dan insinyur Honda. Alhasil, ia mulai nyaman berkendara di Catalunya, Spanyol, dua pekan lalu, walau ia akhirnya gagal finis akibat terjatuh pada Lap 2.
"Jorge telah coba banyak perangkat, tapi situasi ini masih bukan yang ia inginkan, dan tentu bukan yang kami inginkan. Tapi kami harus tetap berusaha bersamanya, dan mencoba memberi apa yang ia inginkan. Kami percaya suatu saat nanti ia akan kembali ke potensi sesungguhnya. Kami sangat berharap begitu," ujar Puig.
Yakin Lorenzo Bisa Cocok
Puig juga menyebut Lorenzo sempat punya kelewat banyak permintaan pada Direktur Teknis Honda Racing Corporation (HRC), Takeo Yokoyama pada awal musim ini. Meski begitu, pria Spanyol tersebut telah melihat perubahan pada sang lima kali juara dunia belakangan ini.
"Jorge telah minta banyak hal, dan Honda telah menyuplai begitu banyak hal padanya. Saya rasa kini Jorge telah mencapai titik di mana ia paham sudah waktunya tak mencoba terlalu banyak hal. Jadi kini, dari semua hal yang sudah ia coba, saya yakin ia mampu mencari cara untuk membuat motor kami juga menjadi motornya," tutur Puig.
Teori Puig Soal Kesulitan Lorenzo
Puig juga menyampaikan teori soal mengapa Lorenzo sangat sulit beradaptasi dengan Honda, yakni proses yang juga pernah ia lalui usai meninggalkan Yamaha demi Ducati. Menurut Puig, Lorenzo bukannya susah menemukan kecocokan dengan motor baru, melainkan justru sulit meninggalkan kebiasaan dengan motor lamanya.
"Sekalinya ia memahami sebuah motor, maka ia sulit melepas kebiasaan. Misal, usai kompetitif di Yamaha, ia butuh waktu adaptasi di Ducati. Tapi sekalinya cocok, ia tampil baik. Tampaknya ia justru sulit lepas dari motor lamanya, hingga sulit dengan motor baru. Jadi, bukannya ia tak bisa beradaptasi dengan motor kami, melainkan terlalu lekat dengan apa yang biasa dikendarainya," tutup Puig.
Menjelang MotoGP Belanda yang digelar di Sirkuit Assen akhir pekan nanti, Lorenzo tengah duduk di peringkat 15 dengan koleksi 19 poin, tertinggal 121 poin dari sang tandem, Marc Marquez yang ada di puncak usai merebut empat kemenangan.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









