Jadi Tren di MotoGP, Winglet Resmi Dilarang di Moto2-Moto3
Editor Bolanet | 23 Maret 2016 10:15
Belakangan ini, winglet memang menjadi tren di kelas MotoGP, dengan Ducati memperkenalkannya sejak awal tahun lalu. Bertujuan memperbaiki sektor aerodinamika, Ducati pun disusul oleh Yamaha dan Honda yang kini tengah mengembangkannya.
Dalam uji coba pramusim Moto2 di Sirkuit Losail, Qatar dia pekan lalu, pebalap CarXpert Interwetten, Dominique Aegerter terlihat menggunakan perangkat semacam winglet pada bagian ekor motor Kalex-nya, bertujuan menghasilkan turbulensi ketika melaju di lintasan lurus agar rival kesulitan memanfaatkan slipstream.
Dalam rilis resmi yang dilansir oleh MotoGP.com pada hari Selasa (22/3), larangan penggunaan winglet ini efektif berlaku sejak musim ini untuk Moto2, sementara larangan untuk Moto3 baru berlaku tahun depan.
Pernyataan GPC resmi MotoGP.com:
Penggunaan sayap aerodinamika pada kedua kelas ini (Moto2 dan Moto3) akan dilarang. Untuk kelas Moto2, larangan ini efektif berlaku segera. Untuk kelas Moto3, di mana beberapa sayap aerodinamika tengah digunakan, larangan baru akan efektif berlaku sejak 2017. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Ceko 2026 di Vidio, 19-21 Juni 2026
Otomotif 15 Juni 2026, 11:22
-
Jadwal Lengkap Moto3 Junior 2026 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 16:46
-
Jadwal Lengkap Momoven Moto4 European Cup 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
-
Man of the Match Paraguay vs Prancis: Orlando Gill
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









