Jarvis: Valentino Rossi Bukan Lagi Masa Depan Yamaha di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 21 Juli 2019 13:00
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menyatakan bahwa rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, bukan lagi masa depan pihaknya di MotoGP. Kepada Motorsport.com, Jarvis mengakui bahwa Rossi, sembilan kali juara dunia, saat ini sudah berada dalam tahapan karier yang berbeda.
Dalam usia 40 tahun, Rossi memang sukses meraih dua podium di Argentina dan Austin pada awal musim ini, namun performanya terus menurun, puncaknya terjadi pada saat ia tiga kali gagal finis beruntun di Mugello, Catalunya, dan Assen. Ia juga belum lagi meraih kemenangan sejak Assen pada 2017 lalu.
Kontrak Rossi dengan Yamaha akan habis pada akhir 2020, dan selama keputusan apa pun belum di ambil, Jarvis menyatakan Yamaha punya dua pilihan, yakni mempertahankan The Doctor selama ia masih mampu tampil kompetitif, atau menerima kenyataan bahwa rider Italia tersebut memilih pensiun.
Pria Inggris ini juga tak memungkiri bahwa melepas Rossi bukanlah perkara gampang, mengingat ia merupakan ikon Yamaha sejak 2004, dan telah mempersembahkan 35 pole, 141 podium, 56 kemenangan, dan empat gelar dunia untuk pabrikan Garpu Tala.
"Sampai 2010, Vale telah memberi kami empat gelar dunia: 2004, 2005, 2008, dan 2009. Jadi saat ia meninggalkan kami menuju Ducati, dampaknya sangat besar. Itu seperti Marc Marquez bila meninggalkan Honda sekarang," ungkap Jarvis.
Rossi dalam Tahapan Karier Berbeda
Meski begitu, Jarvis tak malu-malu menyebut Rossi bukan lagi proyek masa depan Yamaha. Pernyataan Jarvis ini cukup masuk akal, mengingat timnya kini memiliki Maverick Vinales yang baru berusia 24 tahun, dan rider muda lain seperti Fabio Quartararo tengah berharap mendapat tempat di tim pabrikan.
"Kini Vale dalam tahap berbeda dalam hidupnya, tahap berbeda dalam kariernya, dan dengan segala hormat, ia bukan lagi masa depan dari partisipasi kami di MotoGP. Ia bisa bertahan dengan kami setahun, dua tahun, atau tiga tahun lagi, kami harus lihat seberapa lama ia tetap kompetitif. Tapi kini kami punya hubungan berbeda, ketergantungan kami padanya sudah berbeda," ujarnya.
Jarvis juga menyatakan bahwa Yamaha ingin Rossi tetap menjadi ikon mereka andai ia benar-benar memutuskan pensiun suatu saat nanti. "Bukannya kami bilang ia tak penting lagi, tentu ia masih penting. Peran dan fungsinya akan berbeda, tapi saya berharap ia tetap menjadi duta dan partner kami seiring bertambah usianya," tegasnya.
Hindari Konflik dengan Rossi
Jarvis juga menyatakan Yamaha tak ingin konflik tercipta saat Rossi memutuskan pensiun. Ia mengaku Yamaha akan turut andil dalam menentukan situasi jika Rossi mengambil keputusan tersebut. Meski begitu, Jarvis menegaskan Rossi akan tetap jadi orang pertama yang menunjukkan sinyal-sinyal soal keputusan ini.
"Itu akan jadi keputusan kedua belah pihak. Ia akan jadi orang pertama yang memutuskan kapan ia merasa tak lagi kompetitif, atau kapan motivasinya mulai menurun. Tanda-tanda pertama jelas akan datang darinya. Tapi saya jelas tak ingin ada konflik. Saya rasa kami akan mencapai pemikiran yang sama pada momen yang sama," tutup Jarvis.
Menjelang MotoGP Ceko di Sirkuit Brno pada 2-4 Agustus mendatang, Rossi tengah duduk di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan koleksi 80 poin, tertinggal lima poin dari Vinales di peringkat kelima dan unggul 13 poin atas Quartararo di peringkat kedelapan.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






