Joan Mir: Bohong Kalau Saya Bilang Tak Tertekan
Anindhya Danartikanya | 6 November 2020 13:04
Bola.net - Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, tak malu-malu mengakui mulai merasakan tekanan dalam perebutan gelar dunia MotoGP 2020, mengingat ia tengah memimpin klasemen dengan tiga seri tersisa. Hal ini ia sampaikan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Kamis (5/11/2020).
Menjelang MotoGP Eropa akhir pekan ini, rider berusia 23 tahun itu tengah mengoleksi 137 poin, dibuntuti dengan ketat oleh trio Yamaha, yakni Fabio Quartararo, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli, yang secara matematis masih punya kans cukup besar untuk merebut gelar dunia.
Belum lagi, Andrea Dovizioso dan tandem Mir sendiri, Alex Rins, juga masih dekat dengan duduk di peringkat 5 dan 6. Uniknya, di antara keenam pembalap ini, hanya Mir yang belum pernah meraih kemenangan.
Masih Ngotot Ogah Main Aman

"Jujur saja, saya tak peduli soal orang lain. Saya hanya harus peduli pada perasaan saya di atas motor, mengerahkan segalanya tiap pekan balap," ungkap juara dunia Moto3 2017 ini kepada MotoGP.com.
Mir pun mengaku ogah terlalu kepikiran soal fakta para rivalnya sudah menang, dan menegaskan ia tetap tak mau bermain aman untuk sekadar mempertahankan posisi di puncak klasemen. Strategi balap seperti biasa akan dilakukan demi memburu kemenangan perdananya.
"Pada akhirnya, kami memimpin klasemen dengan tiga balapan tersisa, jadi ini bukan posisi yang buruk. Namun, penting untuk mempertahankan cara kerja. Jelas ada lebih banyak kandidat juara dari biasanya, tapi beginilah situasinya," ujarnya.
Bukan Tekanan yang Bersifat Negatif
Mir tak membantah mulai tertekan karena kesempatan menang makin menipis dan di lain sisi ia juga harus berusaha tetap di puncak klasemen demi merebut gelar. Namun, ia menyatakan tekanan macam ini bukanlah tekanan yang bersifat negatif.
Mir bahkan yakin tekanan macam ini justru merupakan hal yang ia butuhkan. "Jika seseorang mengaku tak punya tekanan, maka dia bohong. Tentu akan selalu ada tekanan, tapi ini bukan hal buruk. Sepertinya tekanan dalam olahraga ini selalu dianggap buruk seperti virus!" tuturnya.
"Padahal, ini bukan hal buruk. Beberapa orang suka, beberapa orang tidak. Tapi untuk merebut gelar, justru bagus punya tekanan. Yang penting, Anda tahu cara mengendalikannya. Memang bisa berbahaya, tapi bagi saya ini normal," pungkas Mir.
Sumber: MotoGP
Video: Momen Franco Morbidelli Raih Kemenangan Perdana di MotoGP San Marino
Baca Juga:
Trio Yamaha Tanggapi Penunjukan Garrett Gerloff Jadi Cadangan Valentino Rossi
Banjir Nasihat dari Banyak Rider, Garrett Gerloff Siaga Gantikan Valentino Rossi
Jadwal Live Streaming: MotoGP Eropa di Valencia 2020
Garrett Gerloff Sulit Percaya Diminta Jadi Cadangan Valentino Rossi
Para Rider Yamaha Tak Ikut Dihukum, Marc Marquez Lempar Sindiran
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP1 Moto2 Hungaria 2026: Manuel Gonzalez dan David Alonso Memimpin
Otomotif 5 Juni 2026, 15:45
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 21:36
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 20:49
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















