Joan Mir: Juarai MotoGP? Bisa Balapan Saat Pandemi Saja Sudah Bersyukur
Anindhya Danartikanya | 9 November 2020 08:53
Bola.net - Dengan dua seri tersisa musim ini, gelar dunia sudah di depan mata Joan Mir usai rider Suzuki Ecstar ini akhirnya merebut kemenangan dalam MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2020). Namun, Mir tak besar kepala dan justru merenungkan banyak hal soal kompetisi di tengah pandemi Covid-19 ini.
Mir memang dikenal sebagai rider yang paling konsisten musim ini. Sebelum tiba di Valencia, ia pun telah memimpin klasemen pembalap dengan koleksi enam podium. Namun, tak satu pun di antaranya merupakan kemenangan. Kini, ia akhirnya bisa berbangga diri punya status sebagai pemenang balapan MotoGP.
Disusul oleh berbagai masalah yang merundung Fabio Quartararo, Maverick Vinales, Franco Morbidelli, dan Andrea Dovizioso, kemenangan besar ini pun membuat Mir makin kokoh di puncak klasemen pembalap dengan 162 poin, unggul 37 poin dari Quartararo dan Alex Rins yang duduk di peringkat 2 dan 3 dengan 125 poin.
Yang Ada Hanya Tekanan Positif
Mir bisa mengunci gelar di MotoGP Valencia pada 13-15 November nanti. Dengan finis ketiga, tak peduli hasil pembalap lain, ia bisa merebut mahkota juara. Namun, rider berusia 23 tahun ini mengaku tak terbebani harus buru-buru mengunci gelar. Jika tak juara, ia juga takkan kecewa.
"Sudah jelas semua rider punya tekanan, karena kami mempertaruhkan nyawa kami, dan harus fokus pada hal-hal yang harus kami lakukan. Ini sudah jadi pekerjaan kami. Ini tekanan yang baik, dan saya bersyukur tak punya tekanan jenis lainnya," ungkap juara dunia Moto3 2017 ini via MotoGP.com.
Mir pun menyatakan bahwa dirinya sudah cukup bersyukur bisa tetap balapan di tengah pandemi, ketika orang lain kehilangan banyak hal dalam hidup mereka, contohnya kehilangan pekerjaan hingga tak bisa mendapatkan hidup yang layak.
Bersyukur Tetap Bisa Kerja
"Jika saya juara dunia, maka saya sangat bahagia. Jika tidak, maka tetap baik-baik saja. Pasti ada hal yang berubah, tapi tak ada perbedaan besar. Tapi dalam pandemi ini, orang-orang yang sulit bayar sewa rumah, orang-orang yang sulit cari makan... inilah tekanan yang tidak baik," kisahnya.
"Jadi, saat dengar pertanyaan-pertanyaan soal tekanan, saya tentu memikirkannya. Tapi saya merasa tak punya tekanan yang negatif. Ini sudah jadi bagian dari pekerjaan saya. Apa pun hasilnya nanti, saya akan tetap bahagia. Saya bersyukur dapat privilese ini," pungkas Mir.
Jika Mir sukses merebut gelar dunia tahun ini, maka ia akan menjadi rider Suzuki pertama yang mampu merebut gelar dunia di kelas para raja sejak Kenny Roberts jr di GP500 2000 silam.
Sumber: MotoGP
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- Joan Mir: Kemenangan Pertama Datang pada Momen Sempurna
- Klasemen Sementara MotoGP 2020 Usai Seri Eropa di Valencia
- Hasil Balap MotoGP Eropa: Joan Mir Akhirnya Menang, Gelar Dunia di Depan Mata
- Klasemen Sementara Moto2 2020 Usai Seri Eropa di Valencia
- Hasil Balap Moto2 Eropa: Marco Bezzecchi Rebut Kemenangan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








