'Johann Zarco Bela Pramac pada Momen Tepat, Waktunya Balas Dendam'
Anindhya Danartikanya | 8 Januari 2021 13:42
Bola.net - Manajer Tim Pramac Racing, Francesco Guidotti, sangat meyakini bahwa Johann Zarco datang ke timnya pada saat yang tepat. Menjelang MotoGP 2021, Guidotti pun mengaku sangat yakin timnya dan Zarco bisa meraih hasil baik, berkat kedewasaan rider Prancis itu usai mengalami masa-masa kelam dalam kariernya.
Usai menjalani kiprah apik dengan Monster Yamaha Tech 3 pada 2017 dan 2018, Zarco mendadak 'hilang' dari papan atas pada 2019 saat ia membela KTM Factory Racing. Saking sulitnya adaptasi, Zarco meminta KTM memutus kontraknya setahun lebih awal. Nasibnya sempat terkatung-katung, namun diselamatkan oleh Ducati Corse.
Pabrikan Italia itu pun meletakkan Zarco di Esponsorama Racing, dan meski motornya setahun lebih tua, ia sukses merebut pole dan podium di Ceko, membuktikan bahwa ia belum 'habis'. Meski gagal masuk tim pabrikan Ducati, Zarco bergabung dengan Pramac Racing pada 2021 dan akan mendapatkan dukungan teknis lebih mumpuni.
Pisah dengan Manajer Jadi Kunci Kedewasaan
"Menurut saya, kami menggaet Johann pada momen ideal. Tadinya, ia rider yang tak tahu soal jati dirinya. Saya sempat mengobrol dengannya saat ia masih di Moto2, dan ia terkesan sebagai orang yang tak tahu dirinya ini 'daging' atau 'ikan'," ujar Guidotti lewat GPOne, Kamis (7/1/2021), sembari memuji keputusan Zarco berpisah dengan Laurent Fellon pada awal 2019.
"Belakangan, saya berjumpa lagi dengannya, dan ia lebih sadar soal siapa dirinya. Perpisahan dengan manajernya yang lama membuatnya menjalin hubungan lagi dengan keluarganya dan dunia yang ada di sekitarnya. Ia tahu, menyingkirkan manajernya sangat penting demi menjadi rider yang profesional," lanjut pria asal Italia ini.
Guidotti pun mengaku sangat iba pada Zarco yang menderita selama membela KTM, namun juga salut pada caranya bangkit dari keterpurukan. Kini ia jauh lebih dewasa, punya semangat jauh lebih tinggi dalam membuktikan diri, yang akhirnya membuat Ducati 'jatuh cinta' padanya dan menggaetnya sebagai pembalap.
Saatnya Johann Zarco Balas Dendam
"Selama dua tahun terakhir, ia menemukan solusi dan menyelesaikan semua masalah dengan tangannya sendiri. Ia memutuskan pergi dari KTM, lalu menemukan jalan ke Ducati. Ia berjuang masuk tim pabrikan, tapi menerima kekalahan dengan sikap dewasa. Tekanan jadi motivasi jika Anda punya kedewasaan seperti ini," tutur Guidotti.
Dari enam rider Ducati pada 2021, Zarco adalah yang tertua, namun Guidotti yakin ini justru bisa jadi keunggulan. Ia menyatakan, pengalaman yang segudang, masa-masa karier yang sulit, dan sikap dewasa yang kini dimiliki Zarco, justru bisa membuatnya tampil lebih kuat.
"Kini Johann berusia 30 tahun, ini momen yang tepat baginya untuk balas dendam, jadi ia datang kepada kami pada waktu yang tepat pula. Ia juga sudah mengendarai Ducati selama setahun, dan akan mendapatkan motor yang lebih baik. Semoga saya tidak salah, namun saya yakin kami bisa bersenang-senang bersama," pungkasnya.
Sumber: GPOne
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
Bukan Michelin: Pramac Sebut Absennya Marc Marquez Bikin MotoGP Sengit
'Suzuki Butuh 2 Orang untuk Jadi Pengganti Davide Brivio'
Can Oncu Kecelakaan Lalu Lintas di Turki, Alami Patah Tulang Lengan
Livio Suppo Akui Tertarik Gantikan Davide Brivio di Suzuki MotoGP
Tinggalkan Suzuki, Davide Brivio Titip Pesan untuk Joan Mir-Alex Rins
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




